Ratusan Warga Flores Diduga Tertipu Bisnis Forech Cash

Kareskrim Polres Ngada AKP.Niko Darutama

Kareskrim Polres Ngada AKP.Niko Darutama

Zonalinenews-Ngada, Sedikitnya sekitar 917 Warga Flores dari tiga Kabupaten, warga Ngada, Ende Lio dan Nagekeo diduga berhasil ditipu oleh praktek bisnis investasi uang dollar atau Bisnis Forech Cash Ngada pimpinan Yakobus Mango. Penipuan yang diduga merugikan masyarakat dalam skala besar ini baru terungkap saat ini setelah pelaku Yakobus Mango mantan Kepala SD Turekisa Bajawa yang akhirnya bekerja sebagai Pebisnis Forech Cash bertahun-tahun kabur membawa lari uang nasabah ke luar daerah tahun 2008, namun atas laporan korban Tim Buser Polres Ende berhasil membekuk pelaku beberapa waktu lalu saat kembali menjejakan kaki di Flores dan menginap di Hotel Ikhlas Kota Ende.

Salah satu Korban Forech Cash, Margaretha Dhiu

Salah satu Korban Forech Cash, Margaretha Dhiu

Sejumlah korban Forech Cash di Wilayah Kelurahan Mataloko Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, Margaretha Dhiu, Yashinta Wae, Yohanes Madha kepada Wartawan 10 Juli 2015 di Golewa Ngada, menuturkan bisnis Forech Cash ala Yakobus Mango pernah menyita perhatian masyarakat beberapa daerah di Flores tahun 2008 lalu, namun setelah bisnis ini berjalan sekitar enam bulan, pelaku membawa pergi uang dan kabur ke luar daerah tanpa tanggungjawab. Pasalnya, guna mengantisipasi pelaku takut kembali ke Flores, para nasabah memilih tidak mengadukan perbuatan pelaku ke pihak Polisi tetapi memilih menunggu hingga pelaku kembali menjejakan kaki di Flores baru diringkus. Kesabaran para korban berujung manis, setinggi-tinggi tupai meloncat akhirnya injak tanah juga.

Salah satu korban Forech Cash, Margaretha Dhiu, warga Malanuza Golewa Ngada mengisahkan, konon dalam modus bisnis investasi uang Forech Cash menjanjikan iming-iming angin surga kepada setiap calon nasabahnya dengan modus operandi melipatganda bunga uang melalui perhitungan laba porsentase dollar. Pada tanggal 17 Februari Tahun 2008 korban Margaretha Dhiu tertipu bujuk rayu angin surga hingga bergabung menginvestasikan uangnya dan dijamin dengan id nasabah Forech Cash Ngada pimpinan Yakobus Mango.

“Forech Cash pimpinan Yakobus Mango memang benar-benar penipu ulung bagi masyarakat. Dia menggarap anggota untuk menyetor sejumlah uang dengan iming-iming setiap dua minggu kami nasabah berhak menerima bonus dalam jumlah besar. Jumlah penyetoran uang paling rendah dari para nasabah ke dia senilai Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) yang katanya untuk dibungakan. Saya waktu itu menyetor uang sejumlah Rp. 19.500.000 atau 2000$ dalam bahasa Forech Cash dengan janji akan diberikan bunga 3,7% atau 74$ per hari atau senilai Rp.1.110.000 per hari sebagai hak nasabah dan dibayar lagi kepada nasabah setiap dua minggu sekali, selama 4 bulan. Sementara proses penyetoran uang dari nasabah kepada Forech Cash yakni uang disetor oleh nasabah ke pelaku (Yakobus Mango) tanpa menerima kwitansi dengan alasan pelaku langsung memasukan nama nasabah kedalam data base computernya untuk dicetak nomor id anggota. Selanjutnya para nasabah tinggal menunggu proses bonus sesuai iming-iming awal yakni dibayar setiap dua minggu sekali. Setelah saya menyetor uang, pada minggu kedua saya menerima bonus pertama yang seharusnya sebesar Rp.4.500.000 tetapi hanya dibayar oleh Forech Cash sebesar Rp. 2.250.000, tidak sesuai janji. Saya terima bonus pertama pada tanggal 5 Maret 2008 lengkap dengan bukti kwitansi penerimaan. Tetapi setelah tanggal 5 Maret 2008 pelaku hilang jejak melarikan diri ke luar daerah”, urai korban Margaretha Dhiu, warga Desa Malanuza I Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada.

Menurut dia, pada saat itu gaung bisnis investasi dollar ala Forech Cash Yakobus Mango di wilayah Ngada cukup menggema dengan lama masa operasi selama 6 bulan, berkantor di wilayah Kelurahan Trikora depan RSUD Bajawa, persisnya di rumah kediaman Monika Anto Watu Ngadha. Sementara korban lainnya Sinta Wae warga Mataloko Golewa bersama suaminya mengungkapkan, atas perbuatan pelaku, pihaknya selaku nasabah dirugikan sebesar Rp.25.000.000. Mereka memastikan sesuai data yang berhasil dihimpun para korban saat ini dan sudah diserahkan ke tangan Penyidik Polres Ngada di Bajawa, jumlah korban yang sudah ditipu oleh pelaku Yakobus Mango dalam modus Investasi Forech Cash Ngada kurang lebih sebanyak 917 orang (sembilan ratus tujuh belas orang), akumulasi warga Ngada, warga Nagekeo dan warga Ende Lio. Pasalnya, kisaran penyetoran para nasabah atau para korban ke pelaku rata-rata variatif mulai dari angka Rp.5.000.000 (lima juta rupiah) hingga Rp.150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah). Menurut mereka, korban Forech Cash tidak hanya dari kalangan warga biasa tetapi juga sejumlah biarawan biarawati, beberapa oknum Anggota DPRD Ngada juga turut menjadi korban penipuan Forech Cash Yakobus Mango.

Dirangkum Zonalinenews, 10 Juli 2015, kronologi penangkapan Pimpinan Forech Cash Ngada Yakobus Mango berawal dari penyergapan Tim Buser Polres Ende beberapa waktu lalu di Hotel Ikhlas Kota Ende. Aparat Polisi berhasil menangkap pelaku Yakobus Mango usai mendapat laporan masyarakat atau para korban warga Ngada yang secara tidak terencana berpapasan dengan pelaku Yakobus Mango saat pelaku menginap di Hotel Ikhlas Kabupaten Ende.

“Tanggal 19 Juni 2015 kami mendengar informasi dari sesama korban asal Mataloko yang berada di Ende, yaitu Ibu Yasinta Wae dan Pa Yohanes Madha bahwa pelaku telah ditangkap di Hotel Ikhlas Kabupaten Ende dan diamankan di Polres Ende. Secara kebetulan korban Sinta Wae dan suaminya Yohanes Madha menginap di Hotel Ikhlas Ende bersama rombongan umat Katholik Ngada yang turun mengikuti Misa Emas 50 Tahun Pernikahan Orang Tua dari Pater Emanuel Wero, SVD. Pelaku berpapasan dengan para korban di Hotel Ikhlas dan langsung disambangi beberapa korban. Saat itu juga pelaku dilaporkan ke Polres Ende dan diamankan di Mapolres Ende, tetapi penahanan waktu itu sempat dilepas kembali karena Polres Ende belum mengantongi bukti-bukti kuat. Usai dibebaskan, Polres Ende berkoordinasi dengan Polres Ngada dan kami membawa bukti-bukti kwitansi Forech Cash ke Polres Ngada. Selanjutnya Polres Ngada menyerahkan bukti-bukti ke Polres Ende dan dilakukan pencarian bersama melibatkan kami selaku korban serta wartawan di Ende. Atas kerjasama ini kami berhasil menemukan pelaku sekitar Pkl.16.00 wita di Jalan Rambutan Gedung SKB Ende saat pelaku sedang asyik menyajikan sosialisasi kepada warga Ende Lio tentang program bisnis barunya bernama Kopaba, Koperasi Anak Bangsa. Pada saat itu juga Polisi langsung bekuk pelaku dan diamankan di Polres Ende hingga malam dijemput Regu Penyidik Polres Ngada menuju Bajawa. Sejauh yang kami dengar, selama pelarian pelaku bersama isterinya menetap di Bali. Kini pelaku ditahan di Polres Ngada”, ungkap korban Margaretha Dhiu, warga Ngada.

Konfirmasi terpisah Zonalinenews, Polres Ngada melalui Kasat Reskrim AKP. Niko Darutama mengungkapkan saat ini pelaku ditahan di Polres Ngada guna penyelidikan perkara dan sejumlah korban sudah diambil keterangan. Pihak Penyidik Polres Ngada masih terus mengumpulkan bukti-bukti dugaan penipuan Forech Cash kepada ratusan nasabah di Flores dan status pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Ngada. Para korban mendesak pelaku Yakobus Mango harus mengembalikan uang pokok para nasabah yang dulu disetor kepada Forech Cash. Sebaliknya jika uang nasabah tidak dikembalikan, mereka mendesak penegak hukum harus mengadili pelaku dengan hukuman penjara seumur hidup sebab akumulasi kerugian dari ratusan korban oleh investasi tipuan Forech Cash bisa mencapai angka Rp.10 Milyar uang para nasabah. (*wrn)