Tidak Sikapi Masalah Sabotase Ganti Rugi Lahan Bandara, suku Gaba Ngedo Kecewa

Eduardus Gaba Lelo

Eduardus Gaba Lelo

Zonalinenews-Ngada,Generasi Suku Gaba Ngedo Desa Piga Kecamatan So’a Kabupaten Ngada Flores, Eduardus Muga Lelo, 11 Juli 2015 menyampaikan rasa kecewa mendalam terhadap Bupati Ngada Marianus Sae atas sikap Bupati Ngada yang menurut mereka tidak serius menyelesaikan konflik ganti rugi lahan tanah Bandara Turelelo So’a Ngada. Diberitakan sebelumnya, Sabotase Ganti Rugi Lahan Tanah Bandara Turelelo So’a, Suku Gaba Lelo Desa Piga So’a Surati Menteri Perhubungan RI.

Kepada wartawan 11 Juli 2015 di Bajawa, Eduardus Muga Lelo, mengungkapkan sudah enam kali Suku Gaba Lelo bertemu Bupati Ngada Marianus Sae guna meminta sikap penyelesaian Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada atas sengketa sabotase uang ganti rugi lahan tanah Suku mereka di Bandara Turelelo namun Bupati hanya menjawab silahkan pagari bandara tetapi jangan baku bunuh. “Sudah enam kali kami bertemu Bupati Marianus meminta campur tangan pemerintah selesaikan perkara sabotase uang ganti rugi tanah bandara yang seharusnya menjadi hak suku kami tetapi diambil alih oleh pihak lain, tetapi Pa Bupati hanya menjawab pagar boleh pagar yang penting jangan baku bunuh dan sepertinya pa Bupati membiarkan kami berjalan sendiri dalam persoalan ini”, ungkap Eduardus Muga Lelo.

Pasalnya, setelah berulangkali Suku Gaba Lelo menemui Bupati guna meminta bantuan penanganan penyelesaian perkara ini, selebihnya mereka mengalami kesulitan menemui Bupati Marianus karena Bupati sibuk dengan berbagai urusan baik di dalam daerah maupun urusan keluar daerah. “Saat ini kami sulit bertemu Bupati karena katanya selalu sibuk dengan urusan-urusan. Yang terakhir kami bertemu Bupati di So’a di Kantor Bupati tanggal 9 Mei 2015 dan Bupati mengatakan pagar boleh pagar yang penting jangan baku bunuh”, tutup Eduardus Muga Lelo.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan belum berhasil mengkonfirmasi Bupati Ngada Marianus Sae. Generasi Suku Gaba Ngedo Desa Piga Kecamatan So’a Kabupaten Ngada Flores mengancam jika Pemda Ngada terus menerus membiarkan persoalan ini, mereka akan memagari Bandara Turelelo Soa dan pada musim hujan tiba akan menanam pohon jati putih dalam Bandara. (*wrn)