Aspidsus Dimarahi, Wakajati Minta Pembongkaran Ulang Kasus MBR Alor

Aktifis Fak Pose bersama Wakajati dan Aspidsus

Aktifis Fak Pose bersama Wakajati dan Aspidsus

Zonalinenews-Kupang – Enny Anggrek tinggal menunggu hari penahanan, pasalnya, Wakil Kejaksaan Tinggi (Wakajati) NTT berjanji dihadapan  Forum Anti Korupsi (FAK) Alor untuk  membongkar ulang kasus Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Renda (MBR) di Wolibang, Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor. Pembongkaran ulang kasus tersebut, sebab akan menghadirkan saksi-saksi baru seperti KNPI Alor dan terpidana Roni Anggrek. Sebab, kasus perumahan masyarakat berpenghasilan tersebut secara jelas melibatkan enny Anggrek sebagai kuasa perpanjangan tangan dari Pemilik PT. Timor Pembangunan, Ronny Anggrek yang mengerjakan perumahan MBR di Kabupaten Alor.

Hal ini disampaikan Lomboan Djahamou setelah bertatap muka dengan Wakajati NTT secara tertutup dengan perwakilan Forum Anti Korupsi (FAK) Alor di ruang Wakajati NTT, Selasa 8 Agustus 2015.

Lanjut Lomboan, dihadapan FAK Alor, Wakajati NTT memarahi Asistan Pidana Khusus (Asi Pidsus), Gasper Kase sebab surat perintah penyidikan terhadap Enny Anggrek telah telah ditandatangani Kejaksaan Tinggi NTT untuk memeriksa Enny Anggrek.

“ Saya merasa bangga sebab, ada kepedulian Wakajati NTT dalam melihat kasus MBR di Wolibang Alor, terbukti dengan memarahi Asipidsus Kejati NTT dihadapan perwakilan Fak Alor,” tutur Lomboan.

Lebih lanjut, lomboan menuturkan, selain kasus MBR Alor, Kejati NTT juga akan serius menangani kasus memo yang dikeluarkan bupati Alor kepada CV Nurhalida, terkait pembangunan salah SMA yang telah dilaporkan beberapa bulan yang lalu namun kasus tersebut terkatung-katung tidak ada pemeriksaan terhadap bupati Alor.

Selain, memo Kepada CV Nurhalida kasus Gratifikasi yang dilakukan bupati Alor, dimana bupati meminjam Rp. 452 juta di PT. Tiga Dara yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan ekspo VIII tahun 2014. Pasal, kasus tersebut tidak serius ditangani oleh pihak kejaksaan tinggi NTT dan Kejaksaan Negeri Alor.

Sementara itu, ketua Komite Pemuda Nasional (KNPI) Alor, Donny Mooy mengatakan bahwa sesuai hasil petermuan perwakilan FAK Alor dengan Wakajati NTT, ada sebuah sikap positif yang diberikan oleh Wakajati. Sikap positif tersebut ditunjukkan Wakajati NTT dengan memarahi Asipidsus Kejati NTT yang tidak melanjutkn Surat Perintah Pemeriksaan (Spirindik) untuk melakukan pemeriksaan terhadap Enny Anggrek Sebagai tersangkah baru dalam kasus MBR Wolibang di kabupaten Alor.  Selain itu, Mooy juga mengatakan, bahwa surat perkembangan pekerjaan yang dibuat Enny Anggrek ke Kementerian Perumhan rakyat merupakan bukti formil kuat yang bisa menjerat Enny Anggrek sebagai tersangka.

Kata Wakajati NTT, Pembongkaran ulang Kasus MBR Alor akan dilakukan setelah perayaan hari Proklamasi Repoblik Indonesia yang ke 70. Setelah perayaan proklamasi KNPI Alor akan dipanggil sebagai saksi dalam pembuatan perumahan MBR di Wolibang.

“ Pak Asi Pidsus tolong jadwalkan ulang untuk melakukan pemeriksaan terhadap Enny Anggrek,” kata Donny Mooy menirukan kata-kata Wakajati NTT.

Pintu Pagar ditutup

Pantauan media ini, setelah FAK Alor berada di depan gerbang Kejaksaan Tinggi NTT, Pintu pagar dikunci sehingga demonstran hanya melakukan aksi di depan kejaksaan Tinggi NTT. Setelah melakukan aksi orasi beberapa jam, atas negosiasi beberapa security Kejaksaan Tinggi NTT sehingga Wakajati ingin bertemu FAK Alor.

Dalam pernyataan sikap yang diterima media FAK Alor meminta Kejaksaan Tinggi untuk segera memberantas kasus Korupsi yang dalam penanganan bernelit dikabupaten Alor. Seperti kasus Memo Bupati Alor, Amon Djobo, terhadap salah satu CV. Nurhalida untuk pembangunan Gedung sekolah, menanyakan perkembangan kasus gratifikasi Alor tahun 2014 yang telah dilaporkan baik di kejaksaan negeri kalabahi maupun di kejaksaan Tinggi NTT hingga saat ini kasus tersebut terkatung-katung penganannya, kasus MBR Alor serta sejumlah kasus yang melibatkan pejabat public Alor yang belum diselesaikan. Pernyataan sikap tersebut ditandangani oleh Koordinator Forum Anti Korupsi Alor, Abdulah Apah.  (*plt)