BACABUP ADRIANUS DOPO MINTA JANGAN NAMAI ‘SATU SUARA RAKYAT’ DENGAN KATA ‘HANYA’

Adrianus Dopo

Adrianus Dopo

ZONALINENEWS-NGADA-Bakal Calon Bupati Ngada Paket ADIL (Ir. Adrianus Fono Dopo-Dr.Yohanes Vianey Sayangan Wikul, S.Fil, MSi) spontan mengajukan interupsi pada forum rekapitulasi hasil verifikasi faktual tahab II Pasangan Calon Perseorangan Pemilukada Ngada di ruangan lantai II KPUD Ngada di Bajawa. Interupsi ini dilakukan usai Ketua Panitia Penyelenggara Pemilu (PPK) dari salah satu Kecamatan menyampaikan hasil akhir rekapitulasi perbaikan dukungan calon perseorangan dengan menyebut kalimat ‘hanya.

“Setelah kami melakukan verifikasi faktual, yang mendukung hanya 17 orang”, ungkap salah satu Ketua PPK dihadapan Anggota Komisioner, Panwas, PPK, Panwascam, Paket Calon, Tim Penghubung, awak media serta anggota forum rekapitulasi calon perseorangan, tanggal 21 Agustus 2015 di Ngada,”tegasnya.

Lanjutnya, Forum dan Pimpinan sidang yang kami hormati, interupsi. Mohon dalam membacakan jumlah suara dukungan masyarakat, marilah tidak membiasakan dengan sebutan ‘hanya. Sebab bagi saya satu suara dukungan masyarakat harus dikatakan ‘luar biasa. “ Tentu kurang etis jika kita menyebut suara dukungan masyarakat menggunakan kata ‘hanya’, sebab suara itu adalah suara seorang manusia yang patut dihargai sesuai tempat dan martabatnya”, ungkap Bacabup Adrianus Dopo melalui interupsinya di Ngada.

Dia juga meminta pihak Penyelenggara Pemilu sedapat mungkin mengantisipasi potensi kontaminasi dari berbagai wacana politis yang bebas berkembang tentang sebaran isyu lolos atau tidak lolosnya para Pasangan Calon, sebelum forum penetapan hasil-hasil penelitian diumumkan oleh lembaga negara yang sah, yakni pihak KPUD. Interupsi Paket ADIL disambut positif peserta forum dan tahaban rekapitulasi kembali berjalan secara transparan, saling memberikan koreksi klarifikasi dan kondusif Dikutiup media ini, Pimpinan Forum, Thomas M Djawa selaku Ketua KPUD Ngada dalam penegasannya mengajak masyarakat Ngada tidak terjerumus sebaran informasi tidak bertanggungjawab, karena saat ini seluruh tahaban masih dalam proses pihak penyelenggara pemilu dan belum waktunya untuk disimpulkan . (*wrn)