Balai Wilayah Sungai NTT, Siap Hentikan Pekerjaan Pembagunan Pengaman Pantai Pasir Panjang

Rapat dengar pendapat terkait penolakan warga pasir panjang

Rapat dengar pendapat terkait penolakan warga pasir panjang

ZONALINENEW – KUPANG, Berdasarkan penolakan warga RT 03 dan RT 07 Kelurahan Pasir Panjang Kota Kupang atas pekerjaan Pembagunan Pengaman Pantai Pasir Panjang, Balai Wilayah Sunggai II Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) siap hentikan pekerjaan tersebut.

“Apabila warga Rt 03 dan Rt 07 menginginkan kita mengubah pekerjaan ini menjadi Break Water seperti keinginan warga itu sangat tidak munggkin. Maka dari itu tentunya kita akan melakukan pemberhentian pekerjaan ini untuk sementara, dan pekerjaan ini kita akan kembalikan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, “kata PPK Balai Wilayah Sunggai II Provinsi NTT Pahlawan Perang dalam menangapi permintaan warga RT 03 dan RT 07 pada rapat dengar pendapat antara Pemkot Kupang, warga Pasir Panjang dan Balai Wilayah Sunggai II Provinsi NTT di ruang sidang utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Jumat 28 Agustus 2015 pukul 14.30 wita.

Menurut Pahlawan, Permintaan warga agar pekerjaan Pembagunan Pengaman Pantai Pasir Panjang di ganti dengan Break Water sangat tidak mungkin karena untuk pembagunan Break Water seperti yang diinginkan masyarakat tersebut tetntunya harus butuh kajian dari pertama dan sangat memakan waktu lama.

“Keinginan warga untuk menghentikan pekerjaan ini apa bila kita tidak mampu melakukan seperti keinginan mereka, tentunya kita juga akan hentikan pekerjaan ini dan kita serahkan pekerjaan ini ke Pemkot Kupang. Karena pembagunan yang kita lakukan ini sesuai permintaan dari Pemkot Kupang. Kita disini hanya menjalankan tugas kita saja dan kita disini melaksanakan tugas kita atas dasar pengeluhan masyarakat. Dan apa bila pekerjaan ini tidak dihendaki oleh masyarakat kita akan hentikan pekerjaan kita, karena yang memiliki warga ini bukan kita tapi Pemkot Kupang, “kata Pahlawan.

Keginan warga Rt 03 dan Rt 07 untuk menolak pekerjaan ini tentunya pihaknya akan melakukan pemberhentian sementara. Namum, dalam pemberhentian pekerjaan sementara tersebut pihaknya akan melakukan pendekatan dengan Pemkot terlebih dahulu, Pasalnya, apabila penolakan yang dilakukan oleh warga tentunya ada satu surat yang jelas dari warga sehingga proses pemberhentian ini pihaknya bisa lakukan.

“Proses pemberhentian pekerjaan ini juga bukan segampang dengan seperti permintaan masyarakat. Jadi apabila masyarakat menolak pekerjaan ini masyarakat harus membuat sautu surat penolakan yang ditujakan kepada Pemkot Kupang. Namun, apabila surat penolakan dari warga tersebut tidak disetujui oleh Pemkot, maka  pekerjaan tersebut juga akan kita lanjutkan. Tetapi kelanjutan pekerjaan itu sendiri yang diinginkan oleh Pemkot maka Pemkot Kupang harus menyiapkan aparat keamanan untuk hadir mengawasi jalannya pekerjaan itu. sehingga kelancaran pekerjaan dan keamanan dilokasi bisa dijamin oleh Pemkot sendiri, “ungkap Pahlawan.

Sementara itu menangapi polimik yang terjadi dalam rapat dengar pendapat antara warga dan Balai Wilayah Sunggai II Provinsi NTT, Asisten II Pmrintah Kota Kupang, Djamal Mila Meha yang hadir mewakili Pemkot Kupang mengatakan, untuk masalah pemberhentian pekerjaan tersebut dirinya tidak bisa menjawab saat ini. Karena dengan adanya polimik ini tentunya Pemkot Kupang akan melakukan diskusi kembali lagi bersama Balai Wilayah Sunggai II Provinsi NTT dan warga Pasir panjang.

“Saya belum bisa memberikan pandangan saat ini tetapi dengan adanya polimik penolakan oleh warga saya minta kesempatan waktu lagi untuk Pemkot Kupang melakukan pendekatan lagi bersama warga Pasir Panjang dan Pemeritah juga akan melakukan diskusi kembali lagi dengan Balai Wilayah Sunggai II Provinsi NTT, “kata Meha. (*hayer)