Cekik Siswi Guru Seni Budaya SMKN 3 Kupang Berurusan dengan Polisi

Guru Seni dan Budaya SMK Negeri 3 Kupang, Roy Nai  saat di ruang SPK Polres kupang Kota

Guru Seni dan Budaya SMK Negeri 3 Kupang, Roy Nai saat di ruang SPK Polres kupang Kota

Zonalinenews-Kupang, Guru Seni dan Budaya SMK Negeri 3 Kupang, Roy Nai Kamis 13 Agustus 2015 Pukul 14.35 wita harus berurusan dengan pihak Kepolisian Reskort (Polres) Kupang Kota. Pasalnya Roy diduga mencekik siswi SMK 1 KC1, Uja Hari. Kejadian berawal ketika Uja Hari datang ke Sekolah SMKN (3) Kupang mengenakan calena jeans robek –robek.

“Pada saat saya datang ke sekolah saya tiba-tiba saya di panggil Pak Roy, lalu saya dimarahi pok roy karena menganakan celana jeans robek-robek, lalu saya dibawa pak roy ke ruang Wakil Kepala sekolah. Sesampai di ruang Wakil Kepala sekolah, ibu wakil kepala menelpon wali kelas saya dan melaporkan bahwa saya mengenakan celana jeans robek –robek sehingga , saya di suruh menghadap wali Kelas. Akhirnya saya dan Pak roy keluar dari ruang wakil kepala sekolah, namun setelah keluar dari ruang wakil kepala sekolah pak roy memarahi saya lalu menarik lengan kanan baju saya dan mengatakan bahwa saya ini sudah ditegur untuk tidak mengenakan celana jeans tapi tetap memakai celana jean robek –robek. Bukan hanya itu pak roy juga memukul saya dan kejadian ini disaksikan oleh dua teman saya ,” ungkap Uja Hari di Ruang SPK Polres Kupang Kota.

Menurut Uja Hari, dirinya menganakan calena jeans sobek sobek karena saat ini SMKN 3 lagi mengadakan kegiatan memperinganti 17 Agustus jadi dirinya menganakan pakain tersebut . ya kalau saya salah dinasehati atau diberikan sangsi saya terima. “ Yang membuat saya sedih kenapa saya harus dicekik dan bahkan saya diancam lagi bila tidak puas silahkan loporkan saja peristiwi ini kepada siapa saja ,Pak roy tidak takut,” jelas Uja.

Merasa sakit dan sedih akhirnya Uja ditemani 3 temannya mendatangi Polres Kupang Kupang untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.

Pada saat melaporkan masalah tersebut dan langsung diterima oleh Kanit SPK L Dima, ketika dikonfermasi masih mengatakan bahwa persolan ini dalam proses penyidikan.

Orang Tua Uja Hari, Dedi Hari di Polres Kupang Kota , menyesalkan peristiwa yang dialaminya oleh anaknya.

Menurut Dedi, perlakuan guru terhadap anak sudah keterlalauan , untuk itu dirinya menyerahkan persoalan ini kepada pihak polres Kupang untuk di proses hukum “ Semua saya serahkan ke Polisi untuk menuntaskan persoalan ini ,”ungkap Dedi. (*tim)