Dua Kontraktor Pembangunan Dermaga Di Kabupaten Alor dan Flotim DPO

Ridwan Angsar

Ridwan Angsar

ZONALINENEWS – KUPANG,  Dua tersangka R dan D dalam kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga di Kabupaten Alor dan Flores Timur (Flotim) Tahun 2014 senilai Rp 43 Milyar, akhirnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati NTT. Keduanya yang telah masuk DPO Kejati NTT tersebut merupakan kontraktor yang melaksanakan kegiatan proyek milyaran rupiah itu. Hal ini disampaikan Kajati NTT, John W Purba, SH. MH  melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar, SH, kapada wartawan diruang kerjanya Kamis 6 Agustus 2015 pukul 11.30 wita.

Ridwan mengatakan, R dan D kontraktor tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu yang kini keduanya masuk dalam DPO Kejati NTT.

Menurut Ridwan juga  saat ini tim intelejen Kejati dan Kejagung RI terus melakukan pencarian terhadap kedua tersangka itu. Pencarian kedua tersangka yang sudah dinyatakan DPO oleh Kejati NTT dilakukan menggunakan Adhyaksa Media Center (AMC) langsungd ari Kejagung RI.  R dan D merupakan kontraktor proyek PDT tahun 2014 lalu. Keduanya sudah amasuk dalam DPO Kejati NTT. Kedua tersangka sementara dilakukan pencarian oleh tim intelejen, “kata Ridwan.

Dijelaskan Ridwan, untuk tersangka R, dalam proyek pembangunan dermaga di Kabupaten Alor dan Flotim meminjam pakai bendera milik Sugiarto Pryatno yang juga tersangka dalam kasus yang sama. Sedangkan D meminjam pakai bendera milik Marjduki. “ R dan D dalam proyek pembangunan dermaga di Alor dan Flotim, keduanya pinjam pakai bendera. Untuk R pakai benderanya Sugiarto sedangkan D pakai benderanya Marjduki, “ungkap Ridwan.

Ditambahnya,  dalam kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga di kabupaten Alor dan Flores Timur (Flotim), sesuai ahsil perhitungan Politeknik Negeri Kupang (PNK), negera mengalami kerugian mencapai Rp 11 milyar. (*sari)