Eusabio Hornai Rabelo hadirkan Saksi Kasus Pencemaran Nama Baik

ZONALINENEWS – KUPANG, Apolonaris Usbatan anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) Henrikus Meko sekretaris Partai Nasdem Kabupaten TTU, Sabtu

Eusabio Hornai Rabelo

Eusabio Hornai Rabelo

15 Agustus 2015,  diperiksa tim penyidik Polda NTT, terkait kasus penghinaan yang dilaporkan Eusabio Hornai Rabelo dan Raymundus Loin,  yang dilakukan oleh Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes.

Henrikus Meko yang ditemui di Polda NTT, mengatakan dirinya diperiksa sebagai saksi terkait kasus yang dilaporkan Eusabio dan Loin di Polda NTT dengan dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Bupati TTU Raymundus Fernandes.

Dikatakan Meko, dirinya diperiksa sejak pukul 12.00 Wita oleh Brigpol Tarocy salah satu tim penyidik Polda NTT dengan sembilan pertanyaan seputar kasus yang dilaporkan Eusabio dan Loin.
“Saya diperiksa sebagai saksi dalam kasus penghinaan yang diduga dilakukan oleh Bupati TTU, Raymundus Fernandes terhadap Eusabio Hornay Rabelo, “ungkapnya.

Menurutnya, sebagai salah satu politisi dari partai yang mengusung Eusabio merasa tidak terima dengan  kata – kata yang dilontarkan oleh Bupati TTU, Raymundus Fernandes.

“Sebagai partai pengusung saya merasa tersingung karena Bupati TTU telah mengeluarkan kata – kata yang dinilai kata – kata tersebut adalah sebagai penghinaan terhadap bakal calon Bupati dan Wakil Bupati TTU  Eusabio Hornai Rabelo dan Raymundus Loin. Kata – kata penghinaan yang dikeluarkan oleh Bupati TTU itu saya dengar juga melalui hasil rekaman. Dan dimana hasil rekaman itu sendiri yang keluar dari mulut Bupati yang mempertanyakan asal – usul Eusabio pada saat  acara pelantikan salah satu Kades di Kabupaten TTU, “katanya.

Dijelaskan, kata – kata penghinaan oleh Bupati  TTU terhadap Eusabio pada saat berpidato di acara  pelantikan Kepala Desa (Kades). “Sebenarnya kata – kata itu tidak pantas dilontarkan oleh seorang bupati. Apa lagi kata – kata yang dikeluarkan penghinaan di hadapan banyak orang. Sebenarnya seorang Bupati adalah politisi maka dari itu harus bersaing politik yang secara sehat bukan mengeluarkan kata – kata penghinaan seperti itu. Dalam pemeriksaan kasus ini juga pihak tim penyidik yang bisa menetukan apakah kasus tersebut masuk sebagai kasus penghinaan atau tidak. Namun, sebagai partai pengusung saya melaporkan dan memberikan keterangan serta bukti sesuai yang dimiliki. (*sari)