Haba Ora Sebut Welly Dimu Djami “ Intrik Politik” Jatuhkan Jeriko Goalkan Anita Ga

Ian Haba Ora oke

Ian Haba Ora oke

Zonalinenews-Kupang, Ian Haba Ora Ketua Forum Pemerhati Aspirasi Rakyat Kota Kupang (FPARKK) menyesalkan sikap Welly Dimu Djami Kepala Sekolah SMA Sinar Pancasila yang dianggap terus mengganggu dan mengusik spirit legislator NTT Jefri Riwu Kore Anggota Komisi X DPR RI yang berani memperjuangkan nasib anak-anak sekolah di NTT untuk bisa merasakan bantuan dana BSM agar terus dapat bersekolah.

“Saya menduga ada kepentingan politis dibalik semua laporan Welly Djami terhadap Jefri Riwu Kore. Orang mau berjuang untuk anak-anak miskin untuk sekolah kok dibilang salah prosedur. Emangnya Jefri itu bukan wakil rakyat, dia itu wakil rakyat kok. Pantas dong kalau dia mau berjuang untuk NTT,” ungkap Ian yang ditemui dikediamannya dibilangan Oesapa Barat beberapa waktu lalu,”ujarnya.

Ian diminta tanggapannya terkait Putusan Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (MKD DPR RI) dalam Perkara Etik Nomor: 04/PTS-MKD/VII/2015 yang menyatakan menolak seluruh Laporan Pengaduan Welly Dimu Djami terhadap Jefri Riwu Kore karena tidak terbukti melakukan pelanggaran etik yang dituduhkan.

Putusan Perkara Etik yang ditandatangani oleh ketujuh belas anggota MKD DPR RI menyatakan seluruh tuduhan Welly terhadap Jefri sama sekali tidak terbukti. Ketujuh belas anggota Mahkamah Dewan tersebut adalah Surahman Hidayat selaku Ketua dan tiga wakil ketua diantaranya Hardisoesilo, Sufmi Dasco Ahmad, Junimart Girsang, dan tiga belas anggota MKD yaitu Muhammad Prakosa, Yoseph Umar Hadi, Dadang Muchtar, Neni Moerniaeni, Muhammad Syafi’I, Darizal Basir, Guntur Sasono, Hang Ali Saputra Syah Pahan, Riski Sadig, Acep Adang Ruhiat, Zainut Tauhid Sa’adi, Fadholi, dan Sarifudin Suding.

Terhadap perihal tersebut, Ian mengharapkan agar Welly bisa berbenah mengapa dari seluruh laporan yang adukannya tidak satu pun yang diterima. Sebelumnya atas laporan yang sama, Welly telah lakukan ke Bawaslu, Polda, maupun pihak yang berwenang. Namun dari semua laporan yang diadukannya, tidak ada satu pun yang diterima untuk diproses karena tidak cukup bukti dan sangat tidak terkait sama sekali dengan apa yang diadukan.

Ian pun menambahkan jika Welly terus berlaku demikian maka dapat diduga Welly telah dipenuhi intrik kepentingan yang bisa saja ditujukan untuk menjatuhkan spirit Jefri menuntaskan problem pendidikan yang ada di NTT. “hati-hati juga, berdasar informasi yang dilihat pada dokumen putusan perkara kode etik, disebutkan bahwa Welly itu Ketua Tim Sukses Anita Ga Calon Anggota DPR RI satu dapil dengan pak Jefri yang waktu pemilihan 2014 berada pada urutan 2 perolehan suara setelah Jefri. Jika ini benar, dan Welly tetap ngotot dapat diduga kuat jika Welly bisa saja menjadi tameng untuk kepentingan tertentu. Ini yang harus disadari Welly agar tidak terjebak dalam intrik politik tertentu untuk menjadi umpan dalam meloloskan kepentingan tertentu, apalagi Welly itu seorang guru,” sebut Ian yang juga mahasiswa Doktor IPB Bogor.

Perlu diketahui, Pengaduan Welly berawal dari daftar usulan penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang diajukan oleh SMA Sinar Pancasila, ternyata yang disetujui oleh Direktorat Pembinaan SMA Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud hanya 33 orang siswa. Namun yang mendapatkan beasiswa sejumlah 43 orang siswa yang diusulkan oleh Jefri Riwu Kore sebagai Anggota DPR RI. ke 43 siswa tersebut berasal dari Sekolah SMA Sinar Pancasila Kupang. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari Kemendikbud bahwa usulan tersebut telah disetujui dan pemberian persetujuannya dalam 3 (tiga) tahap. Tahap pertama menyetujui 7 (tujuh) orang siswa, tahap kedua menyetujui 19 orang siswa, dan tahap ketiga menyetujui 20 orang siswa.

“Atas tugas Jefri sebagai anggota DPR RI maka Jeriko memberitahukan kepada orang tua siswa sebagai pengawasan. Namun usaha Jeriko ini dianggap sebagai bukan tugas pokok Jeriko yang telah memperjuangkan anak-anak siswa sekolahnya mendapatkan beasiswa. Untuk itu setelah kesana kemari melapor, namun laporan Welly selalu ditolak karena tidak sesuai dengan tujuan laporan pengadu,”ujar Ian

Perbuatan Welly akhirnya dilapor balik oleh Jefri ke Polda NTT atas tuduhan Penggelapan Dana BSM SMA Sinar Pancasila Kupang, pencemaran nama baik. Saat ini Welly telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam putusan perkara kode etik tersebut disebutkan bahwa, Welly telah mencairkan dan mengambil semua dana BSM dan ini secara juknis sangat bertentangan dimana Welly tidak memiliki hak sama sekali untuk mencairkan atau mengambil dana BSM di lembaga penyalur. Atas hal ini, Ian mengungkapkan jika sampai Welly dijebloskan ke penjara karena mengambil dana BSM tidak sesuai juknis maka diduga kuat bahwa Welly itu guru tetapi belum bisa berpikir menjadi guru yang baik. “Welly Dimoe Djami seharusnya sadar diri jika berkaitan dengan tuduhannya kepada Jefri. Ini karma, tuduhannya membuahkan tersangka,” tutup Ian.

Welly Dimu Djami : Kalau Tersangka Mengapa Saya Bebas, Yang Salah Akan Terungkap

Menanggapi pernyataan Ian Haba Ora , Kepala Sekolah SMA Sinar Pancasila Kupang, Welly Dimu Djami Senin 31 Agustus 2015 pukul 15.00 wita dikediamannya, Angkat bicara dan menegaskan, upaya yang dilakukan dirinya untuk melaporkan Bantuan BSM yang dilakukan oleh Anggota DPR RI Jefri Riwu berdasarkan fakta, ini semua dilakukan karena pada saat itu para siswa –siswa yang disebutkan menerima bantuan tersebut dijanjikan akan mendapatkan bantuan tersebut namum setelah dirinya selaku kepala sekolah saat melaukan pencairan   di Kantor Pos dan Giro ternyata para siswanya yang disebutkan  tidak ada   tertera sebagai peneriman sehingga dirinya selaku melaporkan dan mencari kebenaran atas persoalan ini.

“Bukan Hanya itu Walikota Kupang Jonas Salean dengan nomor surat Dispo 422.05/052/2014   Juga mempertanyakan Kepada kementrian Pendidikan dan kebudayaan tentang kewenganan Anggota DPR RI Jefri Riwu Kore Komisi X dari Partai Demokrat melalui tim suksesnya merekrut siswa- siswi SD, SMP, SMA dan SMA dan memberikan bantuan dari dana APBN. Bahkan surat pemeberitahaun Fiktif penerima bantuan besiswa yang dialaimnya siswa saya , yang diantarkan langsung oleh kader Demokrat Bruce Niti ke sekolah ,” ujar Welly.

Menurut Welly,Kalau dirinya ditetapkan sebagai tersangka seharusnya dirinya sudah di tahan di polisi tapi kok sampai saat ini dirinya masih bebas. “Saya tegaskan saya tidak mencari sensasi atau mencari ketenaran lewat persoalan Jefri Riwu Kore. Yang mau saya tegaskan adalah kebenaran, Karena siswa –siswa saya yang saat itu didata menerima bantuan mempertanyakan kepada saya , dimana beasiswa mereka yang katanya mereka dapat , dan ini yang saya perjuangkan , dan itu kebenaran,”ungkap Welly.

Welly menegaskan, dirinya tidak ada hubungan denga Anita Ga dan dirinya bukan ketua Tim suksenya Anita Ga. “Tidak ada upaya apa-apa untuk mengjegal Jefri Riwu Kore dan meloloskan Anita Ga dengan persoalan pelaporan kasus yang menima para siswa –siswi SMA Sinar Pancasila terkait bantuan BSM. Ini Bukan intrik Politik , ini keterpangilan jiwa sebagai guru , tenaga pendidik yang tidak mau anak didiknya termaksud guru dibohongi oleh intrik –intrik politik,”tegasnya.

Sementara Itu Mantan Anggota DPR RI , Anita Ga ketika dihubungi via telepon terkait dengan Welly Dimu Djami adalah ketua tim suksesnya menegaskan, sebagai calon anggota DPR RI saat itu, dirinya tidak mempunyai tim sukses termaksud Welly Dimu Djami . Dirinya mempunyai tim keluarga, dan welly Dimu Djami juga Bukan anggota Tim Keluarga.

“Jadi Penyataan Ian Habo Ora itu , tidak Benar dan keliru Besar jadi kalau saudara Ian kalau membuat pernyataan menyangkut nama baik seorang harus pikir jangan asal bicara, Jangan karena Pak Ian ketua Tim Jeriko Center Bicara Ngawur , bicara Harus Pakai data yang akurat,” jelasnya.

“ Apa yang diperjuangkan Welly Dimu Djami itu adalah kebenaran dan Fakta , namum sayang fakta dan kebenaran   pasti akan terungkap. Bagi saya persolaan yang diangkat kepala sekolah tersebut adalah masalah kebenaran kok dikaitkan ke tim sukses ,”tegasnya.

Menurut Anita Ga, dirinya mengenal Welly Dimu Djami adalah merupakan tokoh pendidikan memperjuangkan apa yang baik dan benar. Ia  mencontohkan pembokaran kasus PLS dirinya bersama Ibu welly yang getol mengungkap persoalan tersebut, dirinya mengenal ibu Welly dari dari persoalan ini bukan karena tim sukses.

“Saya mau katakan kepada tim suksesnya pak Jefri , karena dengan kepandaian dan kelicikan kalian berhasil mengantarkan Jefri Riwu Kore menjadi Anggota DPR RI , walaupun sebenarnya apa yang disampiakan Ibu Welly Dimu Djami adalah kebenaran dan Fakta. Artinya saya mau katakan bahwa pak Jefri Tidak gagal menjadi Anggota DPR RI bahkan Sukses dibalik kesuksesan ini apakah dengan jalan yang benar atau kecuranagan,”tanya Anita Ga.

Ia menambahkan, negera kita negera hukum Undang –undang Pemilu sudah jelas pasal 26 larang dalam kampanye sudah jelas , Jadi Jefri Riwu Kore menjadi anggota DPR RI apakah murni atau karena faktor-faktor kecurangan. “ Yang diungkapkan Welly Dimu Djami Jelas dirinya sebagai Korban. Yang diberikan Pak Jefri Bantuan BSM Kepada para siswa di SMA Sinar Pancasila tidak cair, dan itu kebenaran yang diperjuangkan Ibu Welly Dimu Djami,”ungkap Anita. (*Tim)