Jonas Salean Siap Berlutut dan Bersujud di kaki Warga Kolhua

Walikota Kupang Jonas Salean

Walikota Kupang Jonas Salean

ZONALINENEWS – KUPANG, Walikota Kupang Jonas mengatakan, dirinya siap bersujud dikaki warga Kulhoa pemilik lahan asalkan perencanaan pembangunan bendungan Kolhua ditahun 2016 mendatang disetujui oleh warga pemilik lahan. Menurutnya, sikap bersujud dikaki warga merupakan cara meluluhkan hati warga pemilik lahat yang selama ini menolak dengan adanya pembagunan bendungan dilokasi lahan mereka tersebut sehingga  pembangunan bendungan kolhua sendiri selama ini menjadi terhambat. “Saya siap berlutut dan bersujud dikaki warga kolhua yang memiliki lahan untuk pembangunan bendungan kolhua,  karena pembangunan bendungan kolhua tersebut sangat penting untuk warga kolhua dan warga Kota Kupang secara umumnya, “kata Walikota Kupang Jonas Salean kepada wartwan dibalai Kota Kupang usai melakukan pertemuan antara Pemerintah Kota Kupang bersama tokoh adat warga kolhua diruang garuda, Rabu 26 Agustus 2015 pukul 12.30 wita.

Jonas mengatakan, pertemuan yang dilakukan oleh Pemerintah bersama tokoh adat warga kolhua yang menolak pembagunan bendungan kolhua tersebut merupakan bentuk untuk mencari solusi sehingga bendungan kolhua sendiri bisa dilaksanakan. Ia juga menjelaskan, keterhambatan pembangunan bendungan kolhua sendiri dikarenakan adanya miss komunikasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang bersama warga kolhua yang memiliki lahan tersut. “Miss komunikasi antara Pemerintah dan warga kolhua yang memiliki lahan ini karena tuntutan hak ganti rugi mereka yang harus dilakukan oleh Pemerintah. Untuk masalah sosial dalam hal ini hak – hak warga yang akan di ganti oleh Pemerintah pasti akan dilaksanakan. Tetapi saat ini yang terpenting kita bicarakan dulu masalah pembangunan bendungan kolhua ini jadi dibangua atau tidak. Apa bila bendungan kulhua ini jadi dibangun Pemerintah akan memperhatikan hak – hak mereka lahan ganti lahan itu, “kata Jonas.

Dijelaskan, pada saat pertemuan yang dilakukan masih ada warga kolhua pemilik lahan yang tidak hadir maka dari itu pertemuan akan dilanjutkan lagi pada  Senin 31 Agustus 2015 mendatang disalah satu rumah warga pemilik lahan tersebut. “Pertemuan akan di lanjutkan hari Senin minggu depan karena, pertemuan yang dilakukan oleh Pemerintah tadi masih ada warga pemelik lahan yang tidak datang. Dengan tidak hadirnya mereka di pertemua itu mereka menginkan saya harus datang ke tempat mereka untuk membicarakan hal ini. Dan saya selalu siap walau pun saya harus berlutut dan bersujut di kaki mereka. Karena semua ini demi kepentingan masyarakat Kota Kupang keseluruhannya, “ungkapnya.

Terhambatnya pembagunan bendungan kolhua selama ini karena komunikasi antara Pemerintah dan warga pemilik lahan yang terputus. Maka dari itu untuk pertemuan Senin nanti  dari pihak Pemerintah akan mengundang semua warga kolhua. Sehingga komunikasi yang terputus seperti  waktu lalu tidak terjadi lagi, dan warga juga bisa mendengar penjelasan dari Pemerintah. “Saya sangat yakin mereka sekarang sudah mengerti dengan dengan pembagunan bendungan kolhua ini. Kita akan melakukan ganti rugi lahan  ganti lahan sesuai dengan aturan yang ada. Maka dari itu kita juga akan membuat penyataan hitam di atas putih sehingga warga sendiri tidak resah dengan isu – isu yang bisa memecah belahkan mereka sendiri. Ketersingungan warga pemilik lahan ini ada yang membawa isu untuk memprofokasi mereka yang mengatakan bahwa nanti apa bila pembagunan bendungan ini selesai maka  apa yang sudah di janjikan pemerintah itu tidak ada itu tidak mungkin terjadi dan isu yang berkembang diwarga itu juga bahwa gereja mereka akan digenangi oleh air. Maka dari itu untuk meyakini warga pemilik lahan semuanya kita adakan pertemuan lagi dan apa bila saya harus berlutut dan bersujud dikaki mereka saya akan lakukan. Karena sebagai kepala daerah harus bertanggungwajab semua kepentingan warga Kota Kupang, “katanya.

Sementera itu Pendeta Ros Sumbanu Nenobais selaku juru bicara warga kolhua kepada wartawan mangatakan, pertemuan yang dilakuan oleh Pemerintah ini hanya sekedar membicarakan kelanjutan pembangunan bendungan kolhua. Dan tujuan pertemuan ini Walikota kupang ingin membicarakan masalah ini dari hati ke hati tentang proses dan solusi terbaik seperti apa sehingga pembagunan bendungan kolhua ini juga bisa dilangsungkan.

“Yang menghadiri pertemuan hari ini yang di undang oleh Pemkot Kupang adalah tuan tanah, dan ada sebagian tuan tanah yang lain ini menolak untuk menghadiri pertemuan ini. Masyarakat berharap pembagunan kolhua ini jagan seperti pembangunan bendungan tilong. Yang mana setelah pembangunan bendungan itu selesai masyarakat sendiri tidak menikmati apa yang telah dijanjikan oleh pemerintah. Saya juga berharap masalah ini bisa segera selesai sehingga persoalan ini juga tidak dibawa – bawa kepesekutuan digereja. Maka dari itu apa yang menjadi tuntutan warga tersebut Pemerintah harus melaksanakan sehingga masalah ini cepat selesai, “ungkap Ros. (*hayer)