Kabid Humas Polda NTT Minta Maaf Ke KNPI Alor

Lomboan Jahamow

Lomboan Jahamow

Zonalinenews-Kupang, Kabid Humas Polda NTT, Ronalize Agus meminta maaf kepada Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Alor atas penyitaan Handphone yang dilakukan Polres Alor. Sebab, penyitaan yang dilakukan harus melalui surat pengadilan jika handphone tersebut digunakan untuk kepentingan pemeriksaan para saksi dalam kasus pencemaran nama baik melalui dunia maya (facebook).

“Kita minta maaf kepada KNPI Alor atas penyitaan Hp yang dilakukan oleh kepolisian Resort Alor beberapa bulan yang lalu,” kata Agus.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda NTT, Ronalize Agus saat menerima demonstrasi yang dilakukan Forum Anti Korupsi (FAK) Alor.

Lanjut Agus, pihak Kepolisian Daerah NTT sangat berterimah kasih atas masukan yang diberikan oleh  FAK Alor. Untuk itu, segala laporan yang disampaikan Fak Alor akan disampaikan Ke Kapolda NTT untuk ditindak lanjut. Pasalnya, Aksi Demonstrasi yang dilakukan FAK Alor sudah dilakukan kurang lebih 4 kali berturut-turut namun hingga saat belum ada realisasi penahanan yang dilakukan oleh Polda NTT.

“ Pak Kapolda sangat respon dengan segala persolan korupsi yang terjadi di NTT, untuk itu secepat mungkin akan dilaporkan ke Kapolda NTT untuk dibentuk tim investigasi dalam berbagai persoalan yang ada di kabupaten Alor,” jelas Agus.

Sementara itu, Anggota Fak Alor, Lomboan Djahamou dihdapan Kabid Humas Polda NTT mengatakan jika laporan yang disampaikan tersebut salah maka pihaknya siap di berikan sangsi ataupun hukuman penjara.

Terkait dengan penahanan Handphone, Kata Lomboan, dirinya sangat dirugikan atas tindakan kepolisian Resort Alor. Sebab, dirinya bersama dengan teman-temannya yang diduga melakukan pemfitnahan melalui Facebook telah memberitahukan pasword facebook untuk dilihat dan di[periksa namun hal tersebut tidak dipedulikan oleh Polres Alor.

“Kami sudah beritahu ke penyidik pasword Facebook kami, namun handphone kami tetap saja ditahan untuk dijadikan sebagai barang bukti,” kata Lomboan.

Sementara Koordiantor FAK Alor, Abdulah Apa mengatakan kasus yang hingga saat ini belum diselesaikan seperti kasus pengrusakan dan pencurian pipa di Desa Alaang kecamatan Alor Barat Laut kabupaten Alor telah dilaporkan namun pemeriksaan terhadap para pelaku berjalan ditempat. Selain pengrusakan dan pencurian pipa di Alaang, kasus pasar lama, Jalan Baranusa-beangonong yang berjalan ditempat.

“ Kapolda NTT segera menegur, Kapolres Alor dalam penanganan berbagai kasus berjalan di tempat,” kata Apa.

Dikatakan Apa lebih lanjut, dari kasus yang dibeberkan ke Publik terkesan pihak kepolisian lebih berpihak pada orang yang saat ini berkuasa ataupun pengusaha yang semena-mena melakukan pebuatan korupsi sesuka hati. (*Plt)