Kajari Bajawa Berharap Banding Kasus Blokade Bandara Tidak Molor

Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rahardjo Budi Kisnanto, SH

Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rahardjo Budi Kisnanto, SH

ZONALINENEWS-NGADA-Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rahardjo Budi Kisnanto, SH kepada Wartawan Selasa 4Agustus 2015 di ruang kerjanya Kantor Kejaksaan Negeri Bajawa menegaskan Proses Banding Perkara Pemblokiran Bandara Turelelo Soa Ngada sudah lama diajukan oleh Kejaksaan Negeri Bajawa kepada Pengadilan Tinggi NTT melalui Pengadilan Negeri Bajawa melalui Pengadilan Negeri Bajawa. Namun akhir-akhir ini perkara ini menui opini minor masyarakat karena perjalanan kasusnya berjalan lamban.

Dia berharap pihak Pengadilan Negeri Bajawa dapat mempercepat kelanjutan proses Pengajuan Banding ke Pengadilan Tinggi NTT di Kupang demi kepastian hukum kasus besar yang juga menyita perhatian berbagai kalangan.

Menurut dia Keputusan Pengadilan Negeri Bajawa Kabupaten Ngada yang memutuskan hukuman percobaan enam bulan bagi para pelaku pemblokiran Bandara Turelelo So’a Kabupaten Ngada adalah keuputusan ringan dan hanya mempertimbangkan faktor para pelaku semata, karena itu Kejaksaan melalui koordinasi dengan atasan memutuskan untuk melakukan Banding Perkara ke tingkat Pengadilan Tinggi.

“Kasus Blokir Bandara sudah kami ajukan proses Banding ke Pengadilan Tinggi melalui Pengadilan Negeri Bajawa, namun menuai opini miring dari banyak kalangan karena perjalanan prosesnya dinilai lamban atau molor-molor waktu. Untuk itu kami persilahkan publik mengechek langsung ke pihak Pengadilan Negeri Bajawa untuk mengetahui sejauhmana proses perkara ini dilanjutkan ke Pengadilan Tinggi NTT di Kupang ,”pintanya.

Dia menambahkan proses kasus ini terlalu molor-molor waktu. Yang pasti hingga hari ini 4 Agustus 2015 kami dari pihak Kejaksaan belum menerima salinan pemberitahuan resmi dari Pengadilan Negeri Bajawa bahwa pengajuan kami dan instrumen kasus ini sudah dilanjutkan ke Pengadilan Tinggi NTT di Kupang”, ungkap Kajari Bajawa, Rahardjo Budi Kisnanto, SH.

Hingga berita ini diturunkan konfirmasi wartawan ke Pengadilan Negeri Bajawa Kabupaten Ngada belum menuai hasil. Kepala Pengadilan Negeri Bajawa belum bisa ditemui guna diminta tanggapan.

Sementara itu satu berkas perkara (BAP) milik Bupati Ngada Marianus Sae yang diduga bertindak sebagai pemberi perintah Pemblokiran Bandara Tureleolo Soa tahun 2013 silam atau sebagaimana dijanjikan Penyidik PPNS Perhubungan Nasional untuk diserahkan ke pihak Kejaksaan Tinggi guna disidangkan, perkembangannya hingga kini belum dilimpahkan ke pihak Kejaksaan guna digelar sidang berkas ketiga Kasus Pemblokiran Bandara Turelelo So’a Ngada.

Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa Rahardjo Budi Kisnanto, SH berharap masyarakat bersabar mengikuti perkembangan kasus ini dan dapat terus mengawasinya demi kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat atas Kasus Blokade Bandara Turelelo Soa Kabupaten Ngada. (*wrn)