Marten Dira Tome Minta KPK Segera Periksa Gubernur NTT

Marthen Dira Tome

Marthen Dira Tome

ZONALINENEWS – KUPANG, Bupati Sabu Raijua Marten Dira Tome meminta kepada KPK agar segera periksa Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya. Pasalnya dana PLS tahun 2009 -2010 yang melibatkan dirinya,  dan sehingga dirinya ditetakan sebagai tersangka juga oleh KPK. Gubernur NTT sendiri ada keterlibatan dalam  merasakan dana PLS tersebut. Menurutnya, keterlibatan Gubernur NTT dalam merasakan dana PLS sebesar 77 Milyar yang menyebabkan dana sebesar 59 Milyar  menyalahi prosedur dalam penyaluran atau menguap kemana pada saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabit) PLS Dinas Provinsi NTT. “Pada saat saya diperiksa oleh KPK sebagai tersangka, saya juga meminta KPK agar segera melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur NTT segai saksi. karena Frans Lebu Raya adalah saksi yang lebih cerdas sehingga bisa bersaksi untuk kesuksesan program PLS ini, “kata Bupati Sabu Raijua Marten Dira Tome kepada wartawan, Sabtu 22 Agustus 2015 pukul 18.00 wita di Bandara El Tari Kupang.

Dijelaskan  Marten, pada saat dirinya di perikasa diruang penyidik KPK, Jumat 21 Agustus 2015 kemarin selama kurang 12 jam dengan 24 pertanyaan yang ringan – ringan saja. Lanjutnya, dirinya merasa kesuksesan program tersebut pada masa lalu sangat diketahua oleh Gubernur NTT. Pasalnya, ketika program itu berjalan berdampigan lansung dengan kepentingan politik kampanye pilkada Lebu Raya masa lalu. ”

Saksi yang lebih cerdas dan dia bisa bersaksi untuk kesuksesan program ini karena program itu selalu berdampingan dengan kepentingan politik masalalu. “Lebu Raya Kemana – mana untuk melakukan kegiatan panen kok. Lalu hasil panen itu apa????. Dia selalu minta saya untuk bagaimana mereka bisa diakses dengan sasaran itu. Pada saat itu juga adalah masa terkomulasi dalam program PLS yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan politik masa lalu. Oleh karena itu bagi semua orang yang pernah menikmati ini  jangan hanya diam.  Yang menikmati itu apakah secara langsung atau tidak langsung sebenarnya juga harus ikut berperan, “jelas Marten.

Ada beberapa kali Gubernur berkunjung ke tempat tersebut katanya, sehingga saat ini Gubernur menjadi populer dan dikenal masyarakat. “Kita bisa buka – bukaan saja beberapa kali Gubernur ke tempat itu, dan kemudian menikmati itu semua. Sehingga saat ini dia menjadi populer ditegah – tengah masyarakat NTT, “bebernya.

Ia menegaskan, Gubernur sebenarnya sangat mengetaui program tersebut karena apabila programnya sudah jalan, maka aggaran dengan sendiri juga sudah mengalir dan itu harus dicarikan. “Saat ini saya terlibat atau tidak semuanya Gubernur tahu, “ungkapnya.

Selain suksesnya program PLS sehingga  Gubernur sendiri bisa dijadikan saksi cerdas. Ia mengatakan, Dirinya juga yang telah ditetapkan  sebagai tersangka oleh KPK itu karena ada kesalahan pemerikasaan awal BAP oleh penyidik  Kejati NTT yang dianggapnya penuh dengan rekayasa. “Saya sampai bisa ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK ini semua kesalahan bermula dari pemerikasaan BAP oleh penyidik Kejati NTT yang tidak fer dan hanya inggi mencederai saya saja. Karena saya rasa ini semua pemeriksaan penuh dengan rekayasa. Ketika saya di periksa di KPK BAP saya dari Kejati yang di pegang oleh KPK sangat tidak sesuai. Oleh karena itu apa bila seseorang itu ingin melakukan penegakan hukum tidak boleh dengan sewenangan – wenangan saja, “kata Martaen. *(hayer)