Operasi Melkianus Terhambat, Petugas Scan RSUD W Z Yohanis di Luar Daerah

Melkianus Susar (Baju merah)

Melkianus Susar (Baju merah)

ZONALINENEWS – KUPANG, Melkianus Susar bocah berusia 11 tahun asal Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami kelainan pada usus perut, yang ingin melakukan operasi di RSUD  W.Z Yohanis Kupang terhambat karena petugas scan RSUD  W.Z Yohanis Kupang masih berada diluar daerah. “Untuk melakukan operasi tentunya terlebih dahulu harus dilakukan sken sehingga, hasil scan tersebut bisa diketahui oleh dokter ahli yang akan menagani operasi. Nammu pihaknya harus bersabar dan menunggu entah sampai kapan petugas scan mulai aktif bertugas, “kata Karlos Bouk ayah dari bocah kelas 2 SD itu kepada wartawan di RSUD Yohanis Kupang, Jumat 2015 pukul 10.30 wita.

Menurut Karlos, Melkianus sebelumnya di bawa ke RSUD W.Z Yohanis Kupang, menjalani perawatan di RSUD Gabriel Manek Atambua beberapa hari. Namun dari pihak RSUD Gabriel Manek tidak menemukan penyakit yang di derita Melkianus sehingga kita di suruh pulang. “Ketika kita keluar dari RSUD Gabriel Manek kita mengambil langkah untuk melakukan pemeriksaan di RSUD W.Z Yohanis Kupang. Dan di RSUD W.Z Yohanis Kupang sendiri Melkianus telah menjalani perawatan selama satu minggu. Namun, selama satu minggu itu petugas sken tidak ada maka kami disuruh keluar lagi untuk menunggu diluar hingga petugas scan tersebut mulai aktif bertugas, “kata ayah tiga anak itu dengan wajah sedih.

Dikatakan, sejak keluar dari RSUD W.Z Yonis Kupang pada 6 Agustus 2015 lalu hingga saat ini dirinya bersama keluarga membawa Melkianus  untuk dilakukan scan tetapi hasilnya belum bisa diketahui karena petugas scan belum masuk bertugas juga. “Kita sudah tiga kali datangi RSUD W.Z Yohanis ini, namun hasil yang kita dapat nihil. Yang membuat kita heran apakah di RSUD ini hanya ada satu petugas scan saja, atau apakah karena anak kami ini untuk menjalani operasi mengunakan kartu Jamkesmas sehingga kita diabakan begini saja, “ungkap Karlos.

Kelainan usus yang dialami Melkianus jelasnya, sejak dari lahir sehingga sangat tergagu pada masa pertumbuhannya dan aktifitas sekolahnya. “Kelainan yang dialami Melkianus ini sangat menganggu kesehariannya sebagai anak dan aktifitas sekolahnya karena Melkianus harus melakukan aktifitas sekolahnya berjalan hingga dua kilo meter lebih. Maka dari itu kita berharap dari pihak RSUD W.Z Yohanis Kupang sendiri peduli akan kelainan yang dialami Mekianus dan Melkianus sendiri bisa secepatnya dioperasi agar anak kami ini bisa beraktifitas seperti anak yang lain. Dan apa bila anak saya ini belum dilakukan scan maka saya sendiri sebagai orang  tua tidak pernah mengetahui dengan jelas sakit apa yang dialami anak saya ini. Kita juga tidak mungkin harus pulang pergi Kupang – Atambua karena itu sangat mengeluarkan ongkos yang sangat besar maka dari itu saat ini saya bersama anak saya untuk sementara menginap di rumah keluarga yang ada di Kupang sini, “jelasnya. (*sari)