Oskar Vigator Damping Warga Temui Bupati Ende Terkait Agenda Pemekaran Desa Waga

Oskar Vigator dan Para Tokoh masyarakat  desa Pora Kecamatan Wolojita

Oskar Vigator dan Para Tokoh masyarakat desa Pora Kecamatan Wolojita

Zona Line news- Ende, Oskar Vigator mendampingi warga masyarakat desa Pora Kecamatan Wolojita kabupaten Ende terkait agenda pemekaran desa waga. Pasalnya peran pendampingan ini dimaksud untuk membuka akses masyarakat dengan pemerintah guna untuk menunjukan bahwa orang desa bukanlah tamu di kotanya-nya sendiri melainkan sebagai tuan rumah di daerahnya sendiri. Demikian diungkapkan sekretaris Pusam Indonesia, oskar vigator kepada wartawan ZLN. Selasa 25 Agustus 2015.

Oskar vigator mengatakan permintaan warga desa pora terkait pemekaran desa waga merupakan permintaan yang berdasar pada kesepakatan bersama secara kolektif baik pemerintah desa maupun kecamatan setempat, guna untuk menjawab kebutuhan warga desa persiapan waga baik secara pendekatan pelayanan maupun secara percepatan pembangunan.

“Pengajuan permohonan pemekaran desa waga sudah memakan waktu kurang lebih 15 tahun lamanya namun hingga saat ini permintaan masyarakat desa pora kampung waga belum mendapat restu oleh Pemda Ende,” tuturnya.

Dikatakannya, melihat secara jumlah populasi penduduk masyarakat yang mendiami kampung waga sudah memenuhi standarisasi persyaratan teknis baik formal maupun informal dan terkait dengan kebutuhan persyaratan untuk menjadi sebuah desa sudah mencapai garis finis artinya pemerintah segera mungkin harus menjawabi permintaan warga.

Menurutnya  menyoal pada sentuhan pelayanan desa induk semakin tidak tersentuh  oleh pemerintah desa induk akibat jumlah populasi yang meningkat dan pelayanan kesehatan dan lain-lain yang semakin jauh dan tidak merata oleh karena itu  melalui analisa dan kajian yang mendalam berdasarkan pada kondisi tersebut maka pemerintah desa induk bersama dengan kecamatan dan warga kampung waga kemudian melahirkan consensus bersama untuk sesegera mungkin memperjuangkan pemekaran desa waga.

Sementara itu ketua panitia Yakobus Sawi mengatakan kedatangan kami kesini dalam rangka pengajuan permohonan pemekaran desa waga dan kami juga mengharapkan agar pemerintah segera memberikan restu agar dusun waga segera dimekarkan menjadi desa apalagi pengajuan permohonan pemekaran desan sejak tahun 1998. “Sampai saat ini permohonan kami belum mendapat restu baik dari pemerintah,”ungkapnya.

Pasalnya yang menjadi alasan mengapa harus dimekarkan dusun waga menjadi desa lanjutnya, karena akses pelayanan baik kesehatan, pendidikan sangat jauh dan sangat tidak sinkron dengan jumlah populasi penduduk yang ada di dusun waga kemudian ditambah lagi dengan jarak yang sangat jauh maka atas dasar kondisi inilah kami mengharapkan agar seyogianya pemerintah daerah bisa memberikan restu atas permintaan kami karena kami membutuhkan untuk pendekatan pelayanan.

Dikatakannya jumlah penduduk 789 orang dan sangat layak untuk segera di mekarkan dan berkaitan dengan lokasi tanah kami sudah siap bahkan hal-hal lain yang menjadi persyaratan fisik juga kami sudah siapkan.

“Kami mengharapkan agar dalam tahun ini segera untuk menjawabi permintaan kami,” tuturnya.

Wakil Bupati Ende Djafar Ahmad mengatakan aspirasi boleh-boleh saja tetapi pemekaran ini ada aturannya dan kita pada dasarnya menerima aspirasi dari masyarakat agar pembangunan bisa di percepat dan intinya adalah pendekatan pelayanan kepada masyarakat desa itu yang utama.

“Kami akan ajukan hal ini ke DPRD untuk dibahas perdanya terkait pemekaran desa,” ungkapnya.

Djafar Ahmad mengatakan aspirasi ini juga akan ditindak lanjutkan apabila panitia pemekaran sudah memenuhi syarat dan mekanisme prosedural yang ada sehingga tidak menyinggung desa induk atau masyarakat lainnya. (*Rian Laka)