Pedagang Gelar Aksi Diam, DPRD Ngada Minta Pemda Aktifkan Pasar Inpres

Aksi Diam Pedagang di Ngada pada HUT RI-70

Aksi Diam Pedagang di Ngada pada HUT RI-70

ZONALINENEWS-NGADA- Puluhan pedagang di Kota Bajawa menempuh aksi diam tanpa bicara usai menduduki kembali Pasar Inpres setempat. Mereka melakukan aksi ini usai kerja bersih-bersih lokasi Pasar Inpres yang kini nampak sudah dipenuhi rerumputan liar akibat diterlantarkan hampir setahun lamanya. Diberitakan sebelumnya, merayakan HUT RI ke-70 Puluhan Pedagang di Bajawa duduki Pasar Inpres Bajawa. Pasalnya, aksi ini melambangkan rasa kecewa, sakit hati dan duka para pedagang atas kebijakan yang dinilai mematikan perekonomian keluarga para pedagang di Bajawa.

Aksi diam ini berlangsung cukup lama dan bertempat di los bangunan Pasar Inpres Bajawa. Para pedagang berharap melalui perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke Tujuh Puluh, Pemerintah Daerah bersama DPRD Ngada segera meninjau ulang kebijakan penutupan Pasar Inpres demi azas manfaat dan nasib para pedagang kecil di Ngada. Dihubungi media ini, 17 Agustus 2015, salah satu unsur Pimpinan DPRD Ngada, Selly Raga Tua melalui telepon genggamnya menyampaikan dukungan Lembaga Dewan terhadap aksi persuasif para pedagang di Ngada.

Selly Raga yang kini sedang berada di Kota Jogyakarta kepada wartawan menyampaikan sikap DPRD Ngada sudah final bahwa Pasar Inpres Bajawa harus segera diaktifkan sebab Lembaga Dewan sudah memberikan rekomendasi tegas kepada Pemerintah Daerah untuk mengaktifkan dua pasar yang ada di Kota Bajawa, yakni Pasar Inpres dan Pasar Boubou.

“Kalau para pedagang merayakan HUT Kemerdekaan dengan cara mereka dan memasuki kawasan Pasar Inpres Bajawa, itu adalah hak azasi mereka. Saya mendukung aksi damai itu sebab itu adalah aksi aspirasi yang baik untuk diketahui bersama. DPRD Ngada secara kelembagaan sudah mengeluarkan rekomendesai sikap kepada Pemerintah Daerah untuk mengaktifkan dua pasar yang ada di Kota Bajawa demi masyarakat. Sikap DPRD melalui rekomendasi kami sudah bulat, kini kami menyerahkan kepada Pemerintah untuk secara theknis segera mengatur dan mewujudkan itu bersama para pedagang”, tegas Wakil Ketua DPRD Ngada, Selly Raga (*wrn)