PEMDA NGADA BELUM TINJAU RESMI LOKASI KEBAKARAN, POLRES SIAP DATANGKAN TIM LABFOR

Para pedagang Pasar Inpres Bajawa menjajakan jualannya di Pinggir setelah musibah kebakaran

Para pedagang Pasar Inpres Bajawa menjajakan jualannya di Pinggir setelah musibah kebakaran

ZONALINENEWS-NGADA,Duka Pasar Inpres Bajawa Kabupaten Ngada terbakar berbuntut pedagang merasa kehilangan negara. Dua hari pasca musibah kebakaran, secara resmi Pemda Ngada bersama Lembaga Dewan setempat belum sekalipun meninjau langsung ke lapangan.

“Sejak Pasar Inpres terbakar kami tidak lihat Pemerintah datang disini tempat kejadaian untuk melihat langsung kondisi lapangan. Yang ada hanya beberapa Anggota Polisi datang pasang tanda Polisi di tempat kejadian. Para pedagang yang berjualan disini memang benar-benar tidak dihiraukan, tapi waktu mau Pemilu dan waktu waktu musim mau bayar pajak, mereka datang tagih sana-sini dan datang ajak kami masyarakat untuk pilih mereka di TPS”, ungkap Detha pedagang sayur di Pasar Inpres Bajawa.

Duka para pedagang di Kota Bajawa Flores diperkirakan masih berkepanjangan akibat sikap Pemerintah Daerah lamban memberi perhatian usai musibah . Pantauan media ini, meski sebagian ditimpa musibah, sejumlah pedagang nampak sudah kembali beraktifitas menggelar barang dagangan pada titik-titik area yang luput dari kebakaran. Menurut mereka selain Pemerintah Daerah, DPRD Ngada juga bertingkahlaku sama, belum melakukan peninjauan lapangan sejak musibah kebakaran Pasar Inpres Bajawa. Hingga berita ini diturunkan wartawan pun belum berhasil bendapatkan kesempatan melakukan wawancara langsung dengan sejumlah pihak terkait di Ngada.

Sementaraitu, Kapolres Ngada, AKBP. Bertholomeus Made Oka Putra,S.I.K kepada sejumlah wartawan di Kota Bajawa mengungkapkan, Kepolisian Resort (Polres) Ngada berencana mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Denpasar (Bali) guna menyelidiki musibah kebakaran yang menghanguskan sejumlah lapak pedagang tekstil dan sayur mayur di Pasar Inpres Bajawa. Dia mengatakan, demi mengungkap penyebab terjadinya dua musibah kebakaran di Kota Bajawa, yakni Pasar Inpres dan Asrama Polisi, pihak Polres Ngada akan mendatangkan Tim Labfor Polri.

“Terkait kebakaran Pasar Inpres Bajawa sampai saat ini belum bisa dipastikan apa penyebabnya. Kalau dikatakan arus pendek, itu perlu didukung dengan fakta-fakta lapangan sebab di lokasi kejadian listriknya tidak ada semenjak relokasi pasar. Sementara kebakaran di asrama Barak Bujang Polres Ngada, dugaan sementara sih bermula dari api arus pendek, namun penyelidikan harus tetap dilakukan dulu guna mengetahui penyebab sesungguhnya. Karenaitu kita akan datangkan Tim Labfor dari Denpasar ” kata Kapolres Ngada.

Mengenai kerugian materil akibat musibah kebakaran, lanjut dia, pihak Polres Ngada pun belum bisa menyimpulkan sebab harus menunggu hasil pendataan Unit Pelaksa Teknis (UPT) Pasar Inpres Bajawa, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). “Soal berapa Kerugian material, kami juga belum mengetahuinya namun itu bisa diinformasikan saat petugas UPT Pasar Inpres Bajawa melakukan penginventarisasian. Kita tunggu aja hasil pendataan yang akan dilakukan tersebut,” tambah dia.

Pasalnya, saat ini Polres Ngada telah meminta pada seluruh jajaran dibawah kewenangan Polres Ngada untuk membantu penanganan pencegahan kebakaran, khususnya sosialisasi bahaya pemasangan instalasi tidak sesuai standar operasional. “Sudah saya perintahkan kepada semua jajaran di Polres Ngada untuk mensosialisasikan bahaya kebakaran. Masyarakat juga mulai diminta untuk lebih berhati-hati lagi. Pihak PLN juga harus proaktif melakukan pengawasan”, tutup Kapolres Ngada. (*wrn)