PHDI Kota Kupang Gelar Prosesi Ngaben Massal

Prosesi Nagaben di Kupang

Prosesi Nagaben di Kupang

ZONALINENEWS – KUPANG, Persatuan Hindu Darma Indonesia (PHDI) Kota Kupang gelar Prosesi Ngaben massal, Jumat 21 Agustus 2015 pukul 08.30 wita dilokasi pekuburan umat Hindu Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak Kota Kupang. Prosesi upacara Ngaben massal tersebut berlangsung kurang lebih tujuh jam dipimpin langsung oleh Ida Pendande Jalantik Sugatha yang didatangkan dari Jakarta.

Ketua PDHI Kota Kupang Nyoman Mahayasa dalam sambutannya mengatakan, peserta Ngaben Massal berjumlah sebanyak 23 sawa yang terdiri dari 21 anak – anak dan dua dewasa.

Ia menjelaskan  juga tujuan prosesi upacara Ngaben massal ini adalah untuk meringankan beban biaya para peserta Ngaben. “Upacara Ngaben massal ini juga selain untuk mengurangi biaya bagi peserta Ngaben. Upacara Ngaben massal secara simbolis tersebut juga  bertujuan untuk mengembalikan unsur Panca Maha Butha kepada asalnya masing – masing yaitu tanah, air, api, udara dan eter untuk menyucikan atman, roh dan jiwa sesuai karma hidup yang bersangkutan sehingga dapat bersatu kepada brahman guna mencapai Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Daharma sebagai tujuan akhir agama Hindu, “kata Nyoman.

dijelaskan, proses kegiatan Ngaben massal sudah berlangsung sejak 08 Agustus 2015 yang lalu diawali dengan kegiatan pencaruan dilokasi dan ngatur piuning yang dilakukan oleh pendita yang sama. Pelaksanaan upacara Ngaben massal tersebut saat in dilakukan didua tempat, yaitu dimulai dari jam 06.00 -12.00 wita yang bertempat dilokasi pemakaman umat Hindu dan kemudian dilanjutkan lagi jam 14.00 wita sampai selesai bertempat dilapangan parkiran Pura Oebanantha. “Suksesnya prosesi upacara Ngaben massal di Kota Kupang  ini karena berkat dukungan bantuan pembiayaan dari Pemerintah Kota Kupang  dan juga pembiayaan dari umat yang memiliki sawa. Kegiatan Ngaben massal ini juga merupakan kegiatan pertama kali yang dilakukan oleh PHDI Kota Kupang di Kota Kupang banhkan di Nusa Tengga Timur (NTT), “ungkap ketua kegiatan itu.

Prosesi upacara Ngaben yang dilakukan oleh PHDI Kota Kupang di Kota Kupang kata Nyoman,  diikuti juga oleh umat yang memiliki satu sawa dari Kabupaten Ngada dan umat yang memiliki satu sawa dari Kabupaten Kupang. “Kegiatan upacara Ngaben bagi umat yang memiliki sawa dewa selama ini dilakukan di Bali  karena prosesi upara Ngaben apa bila dilakukan secara cepat dipercaya oleh umat Hindu sawa tersebut bisa masuk surga. Sedangkan untuk acara Ngaben massal yang dilakukan oleh PHDI Kota Kupang secara simbolis bagi jasad yang telah di kubur bertahun – tahun namun, belum dilakukan upacara Ngaben. Kegiata upacara Ngaben massal secara simbolis yang kita lakukan adalah pembakaran kelapa, kayu, kain dan benda lainya yang telah disucikan untuk mengatikan tulang – tulang yang tidak perlu harus diambil lagi dari dalam lubang liang kubung tersebut. Dan prosesi upacara Ngaben massal secara simbolis yang dilakukan oleh PHDI Kota Kupang juga tidak mengurangi maknanya sehingga diperbolehkan oleh Pedande, “jelasnya.

Ia mengatakan, bagi sawa anak – anak yang baru lahir diperbolehkan untuk dikuburkar terlebih dahulu dan diikuti dengn proses upacara Ngaben diwaktu – waktu yang tepat karena anak – anak tersebut  pada saat meningal misih dalam keadaan suci.

Sementara itu pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Kupang dalam sambutannya mengatakan, prosesi upacara Ngaben yang di adakan PHDI Kota Kupang merupakan peristiwa sakral yang mengandung nilai – nilai religius yang sangat dalam bagi kehidupan umat Hindu,termasuk nilai kebersamaan dan gotong royong oleh karena itu upacara ini harus terus dilakukan sesuai aturan agama yang berlaku. Menurutnya,kegiatan ini selain menanamkan nilai kebersamaan dan gotong royong juga mengandungg nilai luhur yakni silaturahmi antar sesame umat Hindu yang ada di Kota Kupang, maupun masyarakat dan Pemerintah Kota Kupang sendiri. “Ngaben merupakan suatu kegiatan keagamaan yang wajib dilakukan oleh umat Hindu untuk penyucian roh leluhur, dengan tujuan meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. Upacara Ngaben memerlukan biaya yang cukup besar sehingga Ngaben massal merupakan alternatif untuk membantu meringankan beban masyarakat dari segi biaya,”kata Hermanus.

Pemerintah Kota Kupang ungkap Hermanus, akan bekerjasama dengan PHDI Kota Kupang melaksanakan kegiatan upacara  Ngaben massal agar bisa  membantu umat Hindu yang ada di Kota Kupang. “Ngaben masal ini akan menjadikan  program tetap Pemerintah Kota, yang menunjukkan kepedulian kepada sesama umat beragama khususnya umat Hindu, karena upacara yang  dilakukan secara bergotong royong, “Katanya.  “katanya. (*hayer)