PLTU Bolok Kamis Malam 13 Agustus 2015 Terbakar

PLTU Bolok

PLTU Bolok

Zonalinenews – Kupang , kebakaran yang terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang berasal dari Conveyor Supply dan Coal Crusher batu bara atau sabuk pengangkutan batu bara. Bagian Conveyor tersebut terbakar pada Kamis 13 Agustus 2015 pukul 20.00 Wita. Hingga menyebabkan asap membubung tinggi di area PLTU.

Jendral Menejer PLN Wilayah NTT Richart Safkaur mengatakan, awalnya terjadi percikan api ditempat penghancuran batu bara (crusher) sehingga api menjalar ke conveyor dan terjadi kebakaran. Namun, hingga saat ini belum dipastikan penyebab terjadinya kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kejadian itu mengakibatkan operasional pabrik terhenti sehingga pasokan listrik terganggu penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Api berhasil dipadamkan dua jam setelah kebakaran, tetapi masih ada percikan – percikan api sehingga pemadaman dilakukan sampai pukul 04.00 Wita.Kondisi angin yang kencang mengakibatkan api cepat membesar saat kebakaran dan mengakibatkan C3, C4 , C5 dan C6 Conveyor atau penghantar batu bara terbakar habis.ujar Richart. Richart menambahkan, kejadian itu mengakibatkan operasional PLTU terhenti total. Kapasitas dua mesin pembangkit PLTU Kupang antara 25-26 Megawatt (Mw) tidak dapat dipasok ke rumah penduduk yang membuat PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir.

“Pemadaman bergilir diperkirakan berlangsung selama dua pekan”. Dikatakan, jajaran PLN tengah menggelar rapat untuk koordinasi pemulihan pabrik dan mengoptimalkan lagi sejumlah mesin diesel untuk mengatasi kekurangan daya. Sekarang, kapasitas pembangkit di Kupang sebesar 60 Mw, karena terjadi kekurangan pasokan listrik dari PLTU, pada siang hari, PLN akan melakukan pemadaman listrik sekitar 12 Mw, sedangkan pada malam pemadaman berkisar 1-2 Mw. Untuk sementara kita masih menunggu dari aset operator PLTU Pembangkit Jawa Bali (PTJB) yang akan tiba di Kupang besok untuk datang infestigasi lokasi.s (*sari)