Ratusan Warga Pasir Panjang Demo Tolak Pembangunan Tembok Pengaman Pantai

Warga Datangi DPRD Kota Kupang sambil membawa perahu

Warga Datangi DPRD Kota Kupang sambil membawa perahu

ZONALINENEWS – KUPANG, Ratusan warga Kelurahan Pasir Panjang Kota Kupang, yang tergabung dalam kelompok Pembawa Suara Rakyat Pasir Panjang gelar  aksi demonstrasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Rabu 26 Agustus 2015 pukul 09.30 wita. Aksi demo yang dilakukan warga Pasir Panjang tersebut dalam bentuk penolakan warga Pasir Panjang terkait dengan  pembanguanan Tembok pengaman Pantai di sepanjang pesisir pantai tersebut yang dilakukan oleh PT. Asta Mandala Abadi harus dibatalkan. Warga juga  meminta pembangunan tembok pengaman pantai hanya boleh dilakukan di RT 13 yang menjadi daerah rawan musibah jika terjadi gelombang pasang.

Demonstrasi para warga Pasir Panjang diterima langsung Ketua DPRD Yeskial Loudoe, diruang Gabungan Komisi DPRD Kota Kupang. Dalam dialog, bersama Ketua DPRD, Koordinator Demo, Frans Riwu mengatakan, proyek pembangunan pengaman pantai sepanjan 500 meter dengan menggunakan anggaran APBN sebesar Rp. 9,5 miliar, sangat ngotot ditolak warga karena dinilai merusak dan menghilangkan pasir putih pantai pasir panjang yang memiliki nilai sosiologis, ekonomis dan ekologis yang sudah dan sedang dirasakan oleh warga Pasir Panjang dan Kota Kupang umumnya.

Selain itu, warga juga menilai pelaksanaan proyek melanggar beberapa regulasi diantaranya, perda Kota Kupang Nomor 12 tahun 2011, tentang rencana detail tata ruang dan peraturan menteri (permen)PU nomor 09/PRT/M/2012 tentang pedoman pengaman pantai.

“Sangat dipastikan pembangunan tersebut tanpa ada dokumen AMDAL, atau UKL UPL, namun arogansinya pemerintah Kota Kupang memaksakan proyek untuk tetap dilaksanakan, dan tidak mengindahkan permintaan rakyat pasir panjang,” Kata Riwu.

Menurut Riwu, pembangunan tembok pengaman pantai tidak seutuhnya ditolak. Warga Pasir panjang hanya meminta pembangunan dibatasi pada RT 13, sedangkan diwilayah RT.07 dan RT.03, warga meminta agar desain pembangunan pantai dirubah menjadi pembangunan tembok ppemecah gelombang (Break Water) agar insur pantai tidak hilangkan.

Frans Juga Meminta DPRD Bertindak Tegas agar pembangunan tembok pengaman pantai segera dihentikan. Namun karena penyampaian itu dengan suara bernada tinggi, sempat terjadi terjadi ketegangan antara Ketua DPRD dan Warga Pasir Panjang. Ketua DPRD Yeskial Loudoe, pada saat itu sempat marah dan meminta para pendemo menyampaikan aspirasi secara pelan-pelan dan tidak perlu emosional. Tidak terima dengan aksi dari Ketua DPRD, warga pun marah dan sempat adu mulut antara warga dan Ketua DPRD. Namun ketegangan itu tidak berlangsung lama.

Pada kesempatan, itu Ketua DPRD Yeskial Loudoe, mengaku akan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah Kota Kupang. Dirinya mengaku sudah mendapat pengakuan warga, dan dalam waktu sidang I, sudah beberapa anggota DPRD yang menyampaikan penolakan pembangunan tembok pengaman pantai. Namun ada informasi yang beredar bahwa penolakan pembangunan termbok pengaman pantai bukan berasal dari warga pasir panjang yang terkena langsung dampak gelombang pasang. Bahkan sesuai pengakuan dari pemerintah, ketika dilakukan kunjungan lapangan, Warga pesisir meminta agar pembangunan tetap dilakukan, berdasarkan pengakuan itu, DPRD bingung harus bersikap. Namun karena ada aksi demo warga seperti saat ini, sebagai Ketua DPRD, dirinya akan memanggil pemerintah untuk dilakukan rapat bersama membahas penolakan warga.

Pantauan zonalinenews aksi demo yang dilakukan warga Pasir Panjang tersebut poster  dan spanduk yang bertuliskan Save Pantai Pasir Panjang. Bukan cuma itu saja, sejumlah Warga bahkan menggotong sebuah perahu yang kemudian dibawa masuk ke Gedung DPRD. Usai melakukan aksinya, warga Pasir Panjang kemudian pulang dengan tertib menggunakan sejumlah mobil pick up beserta kendaraan roda dua. (*hayer)