SYAFRUDIN ATASOGE : PERLU ADANYA SINERGISITAS ANTARA NILAI AGAMA DAN PANCASILA

Anggota DPD RI SYAFRUDIN ATASOGE BERSAMA KETUA MUI KABUPATEN TTS

Anggota DPD RI SYAFRUDIN ATASOGE BERSAMA KETUA MUI KABUPATEN TTS

Zonalinenews-Soe, Anggota DPD RI asal NTT Syafrudin Atasoge, S.Pd mengajak warga masyarakat untuk senantiasa mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta mampu mensinergikan dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga tidak terjadi paradoks nilai di antara keduanya, Penegasan itu di sampaikan oleh Syafrudin Atasoge ketika melakukan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar atau Empat Konsensus Kebangsaan di Masjid Al-Ikhlas kota Soe Kabupaten Timor Tengah Utara Hari Minggu 23 Agustus 2015.

Di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila menjadi penting untuk kita tanamkan pada jiwa generasi muda dan menjadi pedoman bagi para orang tua agar bisa sinergi dengan nilai-nilai agama. “Kita tidak bisa lagi memisahkan antara nilai pancasila dan nilai agama dalam sendi kehidupan sosial kemasyarakatan agar kemajemukan tetap kita jaga dan pelihara dengan baik. Jika kemajemukan dan toleransi di kalangan umat beragama telah berjalan dengan baik maka pluralisme dapat terwujud dengan baik pula,” ungkap Syafrudin Atasoge.

Lebih jauh Syafrudin menggambarkan, untuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai maka kolaborasi antara kedua nilai menjadi penting untuk terus kembangkan dan gelorakan dalam jiwa generasi muda maupun seluruh lapisan masyarakat agar semua mempunyai semangat dan cita-cita yang sama demi mewjudkan indonesia yang adil,aman dan damai. “Dengan melaksanakan pancasila untuk mewujudkan UUD 1945 sehingga terbentuk NKRI yang berbhineka tunggal ika,” ujar mantan pengurus PBHMI ini.

Pendalaman nilai-nilai agama pada setiap individu sangat penting Karena Menurut Atasoge, hal ini mampu menjadi benteng dalam setiap tindakan baik cara berpikir dan bersikap karena dengan kondisi negara yang sekarang ini banyak politisi yang terjebak pada pilihan pragmatis dan melahirkan budaya korupsi di hampir semua tingkatan maka di butuhkan fondasi keagamaan yang kuat untuk menjadikan kita sebagai pribadi yang kuat dan terhindar dari hal-hal yang merusak moral secara pribadi dan merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan sosialisasi empat pilar atau empat konsensus kebangsaan ini juga di rangkaikan dengan tablig akbar bersama jamaah masjid Al Ikhlas Soe dan ibu-ibu majlis ta’lim se kabupaten Timur Tengah Selatan. Hadir pula pada kegiatan ini ketua MUI Kabupaten TTU, para imam masjid, tokoh-tokoh agama dan remaja masjid.(*tim)