Walikota Kupang : Pembagunan Bendungan Kolhua Harus Dilaksanakan

Pertemuan warga kolhua dengan Walikota Kupang Jonas Salean

Pertemuan warga kolhua dengan Walikota Kupang Jonas Salean

ZONALINENEWS – KUPANG, Perencanaan pembagunan bendungan kolhua di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa Kota Kupang  harus  dilaksanakan. Namum, sebelum melakukan pekerjaan tersebut oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dalam waktu dekat harus melakukan survei dan pendataan ulang bagi warga kolhua pemilik lahan yang selama ini menolak adanya pembanguna bendungan kolhua tersebut.

“Kita akan menghapus semua hasil surve pendataan dari Balai Wilayah Sungai dan Tim Sembilan yang di bentuk oleh Pemkot Kupang beberapa waktu lalu. Dan minggu depan Pemkot Kupang bersama Badan Pertanahan akan melakukan pendataan baru untuk bagi warga kolhua yang memeliki lahan itu. Sehingga Pemkot Kupang sendiri bisa mengetahui lebih jelas berapa banyak warga yang memiliki lahan dan seberapa besar lahan milik setiap warga itu,” ungkap Walikota Kupang Jonas Salean dalam pertemuan antara Pemkot Kupang Balai Wilayah Sungai dan seluruh warga Kolhua di Kantor Lurah Kolhua Kota Kupang, Senin 31 Agustus 2015 pukul 09.30 wita.

Menurutnya, survei atau pendataan ulang lahan milik warga tersebut agar hasil surve dan pendataan tersebut bisa diserahkan ke Pemerintah Pusat. Pendataan yang dilakukan juga ini agar berapa besar lahan milik warga yang digunakan untuk bertani atau pemukiman bisa diketahui lebih jelas. “Sehingga warga sendiri tidak mudah di prakasi oleh orang lain yang tidak memiliki lahan, dan hanya mengaku – mengaku warga pemilik lahan, tetapi sesenarnya dia tidak memiliki lahan itu,” kata Jonas.

Dia bersedia untuk mengabulkan permintaan warga yang meminta agar lahan warga sebagian yang belum memiliki sertifikat tanah akan dibuat lansung sertifikat oleh Badan Pertanahan. “Setelah kita lakukan surve dan pendataan lahan ini kita akan membuat sertifikat langsung untuk pemlik lahan seperti apa yang di minta bapak, mama semua. Lahan ini memang hampir seluruhnya lahan tanpa sertifikat. Maka dari itu ketika hasil surve dan pendataan telah selesai maka sertifikat lahan – lahan itu akan kami adakan sehingga Pemkot juga bisa mengetahui pemilik lahan yang jelas, “jelasnya.

Ketikan disingung warga bahwa dirinya pernah menolak juga bendungan kolhua tersebut untuk dibangun. Dirinya sangat mengakui itu.”Memang pada saat memasuki Pilkada Kota Kupang, ketika saya melakukan kampaye di Kelurahan Kolhua ini saya juga menolak adanya pembagunan bendungan kolhua dengan alasan apa bila bendungan ini dibagun nantinya warga kolhua yang akan susah sendiri. Namun pada saat itu saya belum menjadi pemerintahan, maka dari itu saya sendiri belum mengerti tentang pembangunan bendungan kolhua ini. Ketia saya sudah masuk dalam pemerintahan baru saya sadar bahwar bendungan kolhua ini sangat penting untuk warga kolhua dan warga Kota Kupang seluruhnya karena Kota Kupang dilanda Krisis air,” ungkapnya.

Kedatangan Pemkot Kupang untuk bertemu dengan warga kata Jonas untuk membicarakan masalah bendungan kohua tersebut dari hati ke hati sehingga warga kolhua sendiri bisa mengetahui tujuan dari pembagunan bendungan kolhua dan juga warga kolhua tidak gampang di provokasi.” Masalah pembangunan bendungan kolhua ini jadi atau tidak ini nanti yang terpenting saat ini kita akan melakukan surve dan pendataan warga yang meliki lahan ditempat genangan air bendungan apa bila bendungan itu sudah jadi,” katanya.

Sementara itu dalam pertemuan tersebut salah satu warga pemilik lahan Markus Bistolen mengatakan, seluruh warga tetap saja menolak dengan pembagunan bendungan kolhua karena, sebelum adanya pembagunan bendungan tersebut Tim Sembilan yang dan Balai Wilayah Sungai telah menipu warga dengan memberikan data palsu yang mana warga yang asli memiliki lahan tidak tercantum didalam pendataan tetapi warga yang tidak memiliki lahannya tersebut tercantum didalam data.” Sekali menolak tetap kami menolak walaupun pemerintah menginginkan untuk melakukan surve atau pendataan ulang. Kami tetap menolak, “tegasnya.

Dijelaskan, lahan kami ini memang lahan yang tidak mempunyai sertifikat karena lahan ini, lahan milik adat. Dan dilahan ini ada sekita 5 ribu kuburan nenek moyang kami yang letaknya tidak beraturan sedangkan di kampung petuk sendiri ada 15 kuburan yang masih utuh.” Kami tetap tolak pembagunan bendungan kolhua ini karena apa bila pembagunan bendungan ini jadi maka kuburan nenak moyang kami pun akan hilang,” ungkap dia.

Ketika bendungan ini jadi katanya dengan ketingian penampungan yang 40 meret maka kami yang dibagian bawa akan digenagi air, maka dari itu kita menolak pembagunan bendungan di tempat ini.” Silahkan saja mau cari tempat dimana untuk bangun bendungang asalkan jagan ditempat kami ini. dengan adanya pembanguna bendungan ditempat kami ini sudah pastinya kami suku helong yang ada di Kota Kupang ini juga akan ikut punah. Maka dari itu sampai kapanpun kami keluarga yang memiliki lahan ini sangat menolak pembagunan bendungan kolhua ini sampai kapan pun,”tegasnya. *(hayer )