Warga Fatubesi Sebut Komisi III DPRD Kota Kupang Lambat Jalankan Tugas

Rapat Komisi III DPRD Kota Kupang dengan Warga Fatubesi dan Pihak Toko Nam

Rapat Komisi III DPRD Kota Kupang dengan Warga Fatubesi dan Pihak Toko Nam

ZONALINENEWS – KUPANG, Warga RT 01/RW 001 Kelurahan Fatubesi, Kecamata Kota Lama Kota Kupang merasa Komisi III Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Kupang lambat menjalankan fungsi tugasnya. Pasalnya, apa yang sudah disepakati bersama dalam pertemuan antara warga bersama dengan Komisi III dibatalkan sendiri oleh pihak Komisi III secara sepihak.

“Dalam pertemuan kita hari ini, selasa 4 Agustu 2015 selama kurang lebih dua jam telah disepakati bersama bahwa Komisi III usai pertemuan ini langsung turun memantau lokasi pembagunan pagar yang akan direncanakan dibagun hotel oleh toko Nam yang telah menutup jalur air dan telah mengambil lahan sebagian milik Pemerintah tersebut, “kata Ketua RT 01 Kelurahan Fatubesi Kota Kupang Reny Muskanan kepada wartawan di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Oeba Kupang, Selasa 4 Agustus 2015 pukul 16.30 wita.

Menurut Reny, dalam pertemuan tadi seluruh anggota Komisi III bersama Ketua menyuruh kita langsung pulang untuk menunggu kedatangan mereka dilokasi tersebut. Namun hal ini dibatalkan oleh pihak Komisi III sendiri. “Kita semua disuruh pulang untuk menunggu mereka dilokasi tersebut, karena nanti merakan akan segera turun juga ke lokasi dan pihak Lurah dan toko Nam sendiri nanti mereka yang menghubunggi sehingga semuanya bisa bertemu dilokasi tersebut. Tapi kenyataannya pihak Komis III membatalkan perjanjian ini dan memelih untuk bertemu sepihak antara lurah dan toko Nam di ruang Komisi. Dengan adanya pembatalan tertemuan secara sepihak ini kita masyarakat  kecil jadi bentanya – tanya ada apa semua ini, “kata Reny.

Dikatakan, Anggota DPRD adalah wakil rakyat maka dari itu  seharusnya DPRD itu harus aktif dalam membantu masyarakat kecil yang tertindas bukan ketika mendengar pengeluhan kami terus di abaikan saja.

“Kami melakukan pertemuan bersama dengan Komisi III tadi karena kita semua sangat paham aturan dan kami masyarakat kecil juga merasa kita tidak mungkin harus melawan toko Nam karena toko Nam itu adalah ibaratnya matahari. Maka dari itu kami ingin meminta kepada anggota DPRD yang memfasilitasi pertemuan kami bersama dengan pihak Lurah dan toko Nam. Pasalnya, ada beberapa pemukiman milik warga didalam lokasi pembagunan pagar tersebut yang sudah ditempati sekian tahun itu pernah dijanji oleh toko nam sendiri yang mengatikan dengan bagunan pemukiman ditempat lain dan jalur air yang ada didalam lokasi bagunan sendiri tidak akan di tutup. buktinya perjanjian itu saat  diabaikan oleh toko Nam begitu saja, “ungkap Reny.

Menerutnya, DPRD juga harus bisa melihat pembagunan ini karena, pembagunan ini sudah melewati patok yang mana pihak toko Nam sendiri melakukan pembangunan pagar itu telah mengambil tanah milik pemerintah. “Lahan milik pemerintah itu dulunya dibuat beronjong untuk penahan gelombang yang telah diratakan oleh warga untuk menjadi tempat tinggalnya. Maka dari itu pihak toko Nam pernah berjanji akan mengganti bangunan kami ap bila dilakukan pembangunan nantinya. Itu tanah pemerintah dan kita pernah bertanya kepada bapak Lurah Fatubesi kejelasan lahan tersebut yang dijawab dengan enteng oleh pak Lurah bahwa lahan tersebut pihak Pemerintah telah telah diberikan kepada toko Nam secara cuma – cuma, “kata Reny.

Maka dari itu kata Reny, kedatangan dirinya bersama warga di Komisi III agar pihak komisi bisa membatu menfasilitasi pertemuan antara warga, pihak Lurah dan toko Nam sehingga masalahnya bisa lebih jelas. “Kita tidak akan menuntut banyak. Kita hanya inggin keluarkan barang – barang warga lima kepala keluarga yang berada didalam lokasi pembagunan pagar tersebut, jalur air itu jangan di tutup dan janji toko Nam kepada warga harus diselesaikan. Dan pengeluhan kita ini sudah sesepakati oleh Komisi III dalam pertemuan itu. Namun, kenyataannya Komisi III bergerak menjalankan fungsinya sangat lambat. Kita saja mencurigai Komisi III telah melakukan. Kesepakatan lain bersama dengan pihak Lurah dan toko Nam karena pertemuan itu tidak dihadiri warga dan, adanya pertemuan itu jugan membuat rencana Komisi untuk turun pemantauan dilokasi batal.

Pertemuan antara warga RT 01 Kelurahan Fatubesi bersama Komisi III DPRD Kota Kupang dipimpin langsung oleh Ketua Komis III, Selly Tokan, didampinggi oleh Wakil Ketua Hery Kadja Dahi dan sekertaris Nitanel Pandie. Serta hadir juga anggota Jhon G. F. Seran, Tellendmark Daud, Donal Kana, Johanis Ndun dan Mery Salo.

Sementara itu anggota Komisi III, Tellendmark Daud usai melakukan pertemuan antara Komisi III bersama dengan Lurah Fatubesi, dan pihak toko Nam kepada  wartawan mengatakan, kesepakatan bersama warga dalam pertemuan sebelum untuk komisi turun memantau langsung kelokasi pembagunan milik toko Nam batal. “Kita tidak jadi turun kelokasi hari ini. Pemantauan Komisi III akan dilakukan pada besok, Rabu 5 Agustus 2015 pada pukul 10.00 wita. (*hayer)