Alasan “Anggaran Terbatas” Polda NTT Lambat Usut Kasus Trans Nusa

Kapolda NTT Brigjen Pol Endang Sunjaya

Kapolda NTT Brigjen Pol Endang Sunjaya

Zonalinenews,Kupang, Keterbatasan anggaran merupakan faktor utama Polda NTT lambat mengusut tuntas kasus pengusiran terhadap Aloysius Jacob oleh maskapai penerbangan Trans Nusa rute Kupang-Ruteng pada 16 Desember 2014 silam. Hal ini disampaikan Kapolda NTT, Brigejen Pol. Endang Sunjaya, Rabu 16 septemebre 2015 di ruang rapat utama Polda NTT.

Kapolda mengatakan, saat ini pihak Polda NTT sedang mengalami kekurangan dana dalam menangani dan mengusut tuntas kasus-kasus yang sedang ditangani pihaknya. Hal ini dapat dilihat pada proses penanganan kasus penurunan secara paksa salah satu penumpang oleh awak pesawat maskapai penerbangan Trans Nusa di bandara El Tari Kupang. Terkait kejelasan kasus tersebut yang hingga kini belum ada penetapan tersangka, Kapolda menjelaskan, untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, tidak semudah yang dipikirkian, namun pihaknya harus meminta pendapat para ahli. Untuk mendatangkan para ahli, menurut Kapolda, membutuhkan dana lebih dari ratusan juta, sementara pihak Polda NTT sedang mengalami kekurangan anggaran, sehingga menurutnya, hal ini menjadi kendala utama pihaknya belum mengusut tuntas kasus tersebut.

“Polda NTT tidal memiliki dana yang cukup sehingga kasus ini lamban diproses. Karena kasus ini kami harus datangkan para saksi ahli,” ungkap Kapolda. Dikatakan, keterbatasan dana tersebut tidak membuat pihaknya putus asa tetapi akan terus berusaha mengusut tuntas kasus tersebut. “Saya optimis kasus ini akan segera diungkap secara tuntas,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Aloysius Jacob, warga Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT, melaporkan maskapai TransNusa ke Polda NTT karena diturunkan secara paksa dengan cara diseret dari dalam pesawat itu. Dalam laporan bernomor LP/B/375/XII/2014/SPKT, Aloysius mengaku dikeluarkan dari pesawat karena melapor kepada awak pesawat bahwa dia mencium bau busuk di dalam ruangan pesawat. (*a2)