Australia Tolak Penyelundupan Manusia , Kebijakan OSB Tetap Berjalan

Penyelundup manusia mengunakan perahu

Penyelundup manusia mengunakan perahu

Zonalinenews-Australia, Menteri Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan Australia, Peter Dutton Jumat 25 September 2015 menegaskan bahwa kebijakan Operasi Kedaulatan Perbatasan (Operation Sovereign Borders/OSB) tidak berubah atau melunak dengan latar belakang respon kemanusiaan kita pada krisis Suriah atau dengan adanya pergantian Perdana Menteri . Demikian siaran media yang disampaikan Kemetrian Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan Australia yang di kirim ke redaksi zonalinenews via email Senin 28 September 2015 Pukul 21.00 wita.

“Penyelundup manusia akan selalu menangkap perubahan dalam upaya untuk mengeksploitasi warga yang rentan, tetapi Perdana Menteri kita mengatakan minggu ini, kami tidak akan mentolerir penyelundupan manusia dan kebijakan kita, walaupun keras, harus terus dilanjutkan,” tegas Dutton.

“Kami tetap bertekad seperti biasanya untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang keras yang menghentikan orang-orang yang rentan dieksploitasi oleh para kriminal, mencegah nyawa yang hilang lebih banyak di lautan dan pada akhirnya menghentikan bisnis para penyelundup manusia.

 Ini tetap menjadi kebijakan Pemerintah Australia untuk mengirim kembali perahu-perahu itu dengan selamat atau mengirimkan orang-orang itu ke negara lain untuk diproses serta dimukimkan kembali  terlepas dari mana mereka berasal,”jelasnya.

Menurutnya, orang yang berupaya untuk melakukan perjalanan secara ilegal dengan perahu ke Australia tidak akan pernah bisa bermukim di Australia dan tidak akan ada pemukiman kembali untuk mereka di Manus dan Nauru di Australia.

“Pemerintah akan melanjutkan melaksanakan tindakan-tindakan yang tegas untuk melindungi perbatasan kita karena ini sudah jelas berhasil.

“Saya memiliki pesan yang sangat jelas untuk siapa saja yang mempertimbangkan untuk bergabung dalam perjalanan dengan perahu secara ilegal – kebijakan kita tidak dan tidak akan berubah. Peraturan ini berlaku untuk semua orang, tidak ada pengecualian. Jalan menuju Australia melalui perahu tetap tertutup,” tegasnya. (*TM)