Bebas Visa Pancing Wisman Masuk NTT

NTT Butuh Bandara Internasional Antisipasi Banjir Wisman

Sekertaris Pariwisita NTT Welly Rame Rohimone pose bersama wisman (foto Media NTT)

Sekertaris Pariwisita NTT Welly Rame Rohimone pose bersama wisman (foto Media NTT)

Zonalinenews-Kupang. Membangun dunia pariwisata perlu pendekatan secara multidimensional dan pengelolaan dan pengembangan, sehingga mampu menjadi daya tarik dan dorong memacu pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Untuk itu fasilitas bandara yang representatif dengan fasilitas standard Provinsi NTT. Untuk itu perlu segera dibangun bandara internasional dengan adanya kebijakan bebas visa, sehingga aspek koneksivitas antar negara dapat terakses dengan baik dengan memberikan pilihan kepada wisatawan manca negara untuk mengunjungi destinasi wisata yang ada di wilayah Provinsi NTT guna menyambut kebijakan pemerintah dengan membuka bebas visa bagi wisatawan mancanegara.

“Pemerintah mulai Oktober 2015 menambah 47 negara yang diberi fasilitas bebas visa wisata setelah sebelumnya kebijakan itu diberlakukan untuk 45 negara, sehingga total ada 92 negara mendapat fasilitas tersebut. Tadinya diusulkan 50 negara tambahan yang sering punya reputasi soal ‘drug’ (obat terlarang), instabilitas dan ekspor radikalisme itu kita kasih masuk. Itu ada lima yang dicoret. Akhirnya disepakati ada 45 negara plus dua negara visa wisatawan tahap pertama kepada 30 negara sebelumnya, pertumbuhan wisatawan mancanegara mencapai 15 persen, jauh di atas rata-rata yang hanya sebesar empat persen. Tadinya usul bebas visa akan efektif Januari tahun 2016, tetapi kami tidak bisa berlama-lama, jadi ini akan efektif Oktober 2015 sekaligus memanfaatkan musim turis akhir tahun. Kalau Januari sudah habis musimnya. Dan menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan bahwa pemerintah memproyeksikan hingga 20 persen dari pemberian bebas visa untuk tahap pertama dan kedua,” jelas Welly Rame Rohimone Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Selasa (29/10/15) di ruang kerjanya.

Dengan adanya kebijakan pemerintah memberikan bebas visa bagi widsatawan mancanegara, maka pembangunan bandara internasional harus segara dibangun untuk membuka akses penerbangan lansgung Kupang-Dili-Kupang-Darwin. Dengan adanya penerbangan langsung tentunya tidak menimbulkan biaya tinggi bagi wisatawan yang merencanakan biaya perjalanan.

“Terkoneksinya antar negera dengan penerbangan langsung akan memberikan daya tarik melakukan perjalanan wisata ke obyek-obyek wisata di Provinsi NTT. Para wisatawan akan memanfaatkan waktu secara baik untuk membelanjakan berbagai kebutuhannya dengan harga yang murah di pasar atau galery-galery yang ada. Dulu dengan adanya penerbangan lansung Kupang-Darwin secara tidak langsung para wisatawan yang datang belanja di Kupang. Pengalaman ini tentu memberikan pelajaran berharga bagi upaya khusus bagi pertumbuhan ekonomi rakyat, khusus pengembangan ekonomi kreatif.” jelas Welly Rohimone. (john pereira/rusdy maga)