Bupati Alor : Saya tidak Memaki Ibu Inang, Tapi Berikan Pembinaan Terhadap Bawahan

Bupati Alor Amon Djobo dan Dra Hj Sri Inang Enga

Bupati Alor Amon Djobo dan Dra Hj Sri Inang Enga

Zonalinenews-Kupang, Bupati Kabupaten Alor, Amon Djobo senin 7 September 2015 pukul 10.30 wita ketika dihubungi zonalinenews, terkait pernyataan serta laporan polisi Dra Hj Sri Inang Enga, bahwa dirinya dilaporkan ke Aparat Kepolisian Polres Alor karena diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan, mencaci maki serta berkata -kata kotor, menegaskan dirinya tidak pernah memaki atau berkata kotor kepada Dra Hj Sri Inang Enga.

“Yang saya lalukan saat itu,adalah dalam konteks pembinaan , konteks kerja antara atasan dan bawahan, silahkan saja dia (Dra Hj Sri Inang Enga ) mau lapor polisi silahkan, kalau punya bukti silahkan laporkan,”tegas Amon Djobo.

Menurut Bupati Alor, Kalua melaporkan seseorang ke Kepolisian harus ada dasarnya, dasar apa Dra Hj Sri Inang Enga melaporkan dirinya ke Polisi, kalau caci maki , seperti apa bentuk makian, harus dibuktikan dengan rekaman bila dirinya mencaci maki .

“Dia (Dra Hj Sri Inang Enga) mengudurkan diri jabatan, melaporkan ke keluarga, ke Mentri , ke Polisi , dia yang ribut, terus mengudurkan diri , ya kalu tidak layak tidak pantas yang diberintakan , ko dia yang mengudurkan jadi saya mengantikan dia selesai kok,”kesal Omon Djobo.

 Amon Djobo menegaskan, lain halnya bila saat itu dirinya pidota didepan umum lalu marah marah serta memaki Dra Hj Sri Inang Enga, itu dirinya salah . Tapi dirinya lewat telpon koordinasi dengan bawahan untuk kelancaran kegiatan, ada hal tidak berkenan dan saya selaku atasan menegur bawahan. Kecuali saya marah marah sembarang,” ungkapnya.

Terhadap persoalan laporan polisi Dra Hj Sri Inang Enga terhadap dirinya tidak takut. Menurut Bupati Alor ini , sebagai atasan hal yang wajar ko kalu marah ke bawahan, dan itu merupakan hal yang biasa dalam konteks kerja.

 Sebelumnya diberikan, Bupati Kabupaten Alor, Amon Djobo dilaporkan ke Aparat Kepolisian Polres Alor oleh Dra Hj. Sri Inang Enga karena diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan, mencaci maki serta berkata kata-kata kotor, terhadap Dra Hj Sri Inang Enga.

 “ Pertama kali saya dimarah-marah dan dicaci maki oleh Bupati Alor Drs. Amom Djobo saat bersama tamu (Staf Fasilitator Pelatihan Pembuatan Film dari Jakarta) “My First Movie” Yang didukung oleh Bank Nasional Indonesia 46 dari Jakarta. Cacian dan makian kedua yang saya terima dari Bupati Alor, Drs. Amom Djobo pada hari jumat pagi minggu kedua dibulan Juni 2015, saya di panggil Bupati Alor, Drs. Amon Djobo menghadap ke ruangan Bupati dihadapan seoarang Anggota DPRD Sdr. Mulyawan Djawa dan Kabag Hukum SETDA Kabupaten Alor,”ujar Hj Inang Enga Sabtu 5 September 2015 di

Mapolres Alor.

 Laporan Dra Hj Sri Inang Enga dengan nomor LP /720/ IX/2015/NTT/ Polres Alor tanggal 05 September 2015 yang ditanda tangani Kepala Kepolisian Reset Alor atas nama , Apolos Peni, SH Ka Unit SPKT.

Usai melaporkan Bapati Alor , Amon Djobo , korban Inang Enga langsung dimintai keterangan oleh Kanit Pidum Polres Alor, Aipda Onan Ndolu, di ruang kerjanya. Dihadapan penyidik korban menceritakan kronologis dugaan perbuatan tidak menyenangkan terhadap dirinya.(*tim)