Eksekusi Rumah di Oesapa Barat, Warga Tuding Penggugat Tukang Tipu

kendaraan berat sedang melakukan penggusuran rumah warga

kendaraan berat sedang melakukan penggusuran rumah warga

Zonalinenews- Kupang, Eksekusi rumah warga RT 10 RW 4 Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang nyaris ricuh. Pasalnya, warga yang terkena penggusuran tersebut menolak kuburan keluarga mereka ikut tergusur. Selain itu, warga juga menuding penggugat menipu warga setempat yang telah merekayasa  sertifikat tanah. Padahal menurut warga, batas tanah yang diklaim milik penggugat telah diberi batas oleh penggugat. Ironisnya saat eksekusi, rumah warga yang berada diluar batas ikut tergusur.

Aba Umar, salah satu warga korban penggusuran mengatakan, persoalan tanah antara Amelia Lesik Henuk alias Neli Henuk sebagai tergugat melawan Yohanis Lake sebagai pengugat sudah terjadi sejak 18 Okteber 2005 silam. Dalam gugatan tersebut Pengadilan Negeri Kupang memenangkan pihak penggugat. Setelah putusan PN yang memenangkan penggugat, para tergugat melakukan banding ke Pengadilan Tinggi namun, kembali dimenangkan oleh Yohanis Lake selaku penggugat.

Warga sempat melakukan protes saat eksekusi

Warga sempat melakukan protes saat eksekusi

Dalam gugatan tersebut lanjutnya, tanah yang kini dia tempatkan tersebut tidak masuk dalam materi gugatan para pengugat apalagi penggugat telah mematok batas tanahnya. Namun, dirnya  merasa aneh ketika dirinya diminta untuk mengosongkan lahan yang dia tempatkan karena tanah tersebut menurut penggugat termasuk tanah yang disengketakan. “Dia (penggugat) sendiri yang datang pasang batas, kenapa rumah saya juga ikut dibongkar. Saya akan gugat kembali dia. Semua orang disini tau kalau John Lake itu tukang tipu,” tantangnya.

Yes, pemilik kuburan mengaku, pihaknya telah divonis salah dan ikhlas menerima putusan tersebut. Namun, dirinya meminta agar diberi waktu agar kubur almarhum ayahnya tidak ikut digusur. Permintaan Yes tersebut ditolak oleh Yohanis Lake. Karena menurutnya, saat penguburan dirinya telah mendatangi keluarga Yes agar tidak boleh melakukan penguburan di lokasi tersebut yang saat itu sedang disengketakan. Olehnya, menurut penggugat kuburan itu harus digusur.

Lurah Oesapa  Barat, Vera Suek di TKP mengatakan,  saat acara penguburan almahrum, pihaknya mendatangi keluarga agar melakukan penguburan di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Namun, niat baik pihak kelurahan tersebut tidak digubris keluarga tergugat.

“Dulu waktu pemakan kami dari pihak kelurahan datang untuk memberikan peringatan agar dikubur di TPU saja, tetapi mereka tidak ikuti arahan kami, kalau sudah begini saya tidak bisa buat apa-apa lagi karena penggugat sudah punya kekuatan hukum tetap,” ucapnya.

Akibat Aksi Pengususuran Jalan Raya Rusak
Sementara itu, sebagian warga disekitar lokasi penggusuran mengaku kesal karena kendaraan berat yang didatangkan untuk melakukan penggusuran tersebut melewati jalan yang saat ini baru selesai dikerjakan. Akibatnya, jalan yang dikerjakan oleh PT Karunia Indah yang berstatus hotmix tersebut rusak berat. Warga mengancam akan mengadukan kondisi jalan itu ke pihak Pekerjaan Umum (PU) Provinsi.

Salah satu warga yang namanya enggan disebutkan mengatakan, jalan itu baru selesai dikerjakan kemarin. Sehingga belum bisa dilewati kendaraan berat. Karena jika dilewati maka jalan akan kembali rusak. Menurutnya, kerusakan tersebut harus menjadi tanggung jawab para penggugat yang mendatangkan kendaraan berat tersebut. “Kami minta pak John Lake segera mengganti kerusakan jalan ini, karena dia yang mendatangkan alat berat ini,” tegasnya.

Pantauan Zonalinenews, ribuan warga mendatangi lokasi penggusuran rumah membantu mengangkut seluruh isi rumah warga yang terkena penggusuran tersebut. Sebagian korban penggusuran nampak pasrah dan hanya mampu mengeluarkan air mata seolah berat menyaksikan rumah mereka digusur. Setelah pembacaan putusan pengadilan tinggi oleh tim juru sita yang saat itu didampingi puluhan anggota Polisi dari Polres Kupang Kota dan satuan Brimobda Kupang, kendaraan berat jenis eksafator itu langsung merobohkan rumah serta isi lokasi sengketa tersebut. (a2)