Fraksi Nasdem Meminta Pemkot Kupang Transparan Dalam Mengelola Anggaran

Yuvensius Tukung

Yuvensius Tukung

ZONALINENEWS – KUPANG, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang dari fraksi Nasdem meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang  dapat menyampaikan secara transparan kepada Dewan tentang pengelolaan anggaran – anggaran APBN, APBD I, dan bantuan keuangan lainnya yang masuk diluar dana APBD Kota Kupang. Dan fraksi Nasdem juga meminta Pemrintah dalam penjabaran anggaran pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) dilakukan secara rinci atau tidak secara glondongan. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kota Kupang dari fraksi Nasdem Yuvensius Tukung dalam pemandangan umum fraksi Nasdem DPRD Kota Kupang dalam masa sidang II tahun 2015 DPRD Kota Kupang, Selasa 8 September 2015 pukul 09.30 wita.

Menurutnya, fraksi Nasdem juga mengangap Pemkot Kupang masih tebang pilih atau pilih kasih dalam upaya kegiatan peningkatan kualitas infakstruktur dan penataan ruang kota. Hal ini dapat dilihat bahwa masih banyaknya jalan yang belum tersentuh perbaikan, bahkan belum pernah sama sekali tersentuh pengaspalan walaupun sudah diusulkan berulang – ulang melalui forum Musrembangkel maupun forum reses anggota DPRD Kota Kupang. “Seperti di Kelurahan Tuang Daun Merah (TDM), Kelurahan Liliba, Rt 15, 16, 17 Kelurahan Oetete, Kelurahan Kayu Putih di jalan Busalangga Rt 02 dan jalan kayu putih Rt 16,17 dan Rt 18. Untuk itu fraksi Nasdem menegaskan kepada pemerintah agar kerja infakstruktur secara tuntas dan merapat sehingga jangan ada kesan seolah – olah pemerintah lebih memperhatikan secara khusus pada lingkungan rumah pejabat saja,” katanya.

Dikatakan, fraksi Nasdem juga meminta kepada Pemkot Kupang agar segera berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT terkait dengan pengerjaan jalan lalamentik. Pasalnya, fraksi Nasdem telah menemukan beberapa persoalan baru yang dialami oleh masyarakat setempat diantaranya macetnya aktifitas perekonomian masyarakat setempat secara totoal dengan terputusnya jaringan air yang telah berdampak pada krisis air bagi masyarakat sekitar dan lainya, serta terganggunya kesehatan masyarakat akibat debu.” Pembagunan infakstruktur jalan sebaiknya dilengkapi dengan perencanaan drainase sebagai satu kesatuan kelengkapan bandan jalan. Hal ini fraksi Nasdem memandang sebagai persoalan yang urgen mengigat sering kali terjadinya peluapan air pada musim hujan, bahkan rumah warga terendam banjir. Selain itu kedaan ini juga sangat mengganggu keelokan wajah kota, dan merusak kualitas pada jalan sendiri,” ungkpanya. (*hayer)