Jelang Sidang Sinode GMIT, GMKI Gelar Diskusi Publik

GMKI Kota Kupang Gelar jumpa pers

GMKI Kota Kupang Gelar jumpa pers

ZONALINENEWS – KUPANG, Menjelang Sidang Sinode GMIT di Kabupaten Rote Ndao 20 Oktober 2015 mendatang. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kota Kupang gelar diskusi publik yang akan direncanakan pada Sabtu 12 September 2015 besok. Hal ini disampaikan  mantan Ketua DPP GAMKI, Jhon Pering  dalam jumpa pers di aula Gereja GMIT Ebenhaeser Oeba Kupang, Kamis 10 September 2015 pukul 16.30 wita.

Menurut Jhon, melalui forum diskusi publik tersebut, dapat memberikan masukan dan ide – ide sebagai kontribusi untuk perjalanan gereja ke depan. Ia mengatakan,  sebagai anak  dari gereja, maka GAMKI dan GMKI menggelar diskusi publik yang  menghadirkan ketiga kandidat, pembedah, dan warga gereja untuk sama – sama memberikan ide, gagasan, untuk berkontribusi bagi langkah gereja ke depannya. Para penanggap yang dihadirkan di antaranya Pendeta Yewangoe sebagai sesepuh gereja yang akan membahas optimisme gereja terkait kepemimpinan Kristen.

Sementara aspek ekonomi dan pendidikan akan dibedah oleh Prof Fred Benu, aspek gender akan dibedah oleh Prof Mia Patinoah, dan aspek media oleh jurnalis senior Yusak Riwu Rohi, serta aspek kepemudaan oleh Rudy Aleks.

“Forum ini penting untuk kumpulkan ide dan gagasan, tidak berada dalam aras kepentingan untuk memenangkan kandidat tertentu,” kata Pering. Karena itu, dia berharap agar ketika kandidat calon ketua Sinode GMIT bisa hadir dalam forum diskusi itu.

Ketua GMKI Cabang Kupang  Amos Lafu mengatakan, gereja akhir-akhir ini telah mengalami keterpurukan dan lebih mengejar perpuluhan tanpa memperhatikan iman umat. Gereja juga terjebak dalam politik prgmatis sehingga tak berani bersuara lantang untuk membela kebenaran dan keadilan. Karena itu, melalui diskusi tersebut diharapkan mampu menggagas ide untuk lengkapi visi-misi para kandidat apalagi, para kandidat adalah kader-kader terbaik GMKI sehingga diharapkan dapat hadir dalam diskusi yang akan digelar pada Sabtu 12 September 2015  nanti. “Saat ini pamor Sinode GMIT sedang menurun, sehingga dibutuhkan pemimpin yang berani katakan benar jika benar, dan salah jika salah, dan harus berani mendobrak korupsi di tubuh gereja,” tegas Lafu. (*hayer)