JERIKO ADVOKASI 13 GURU SMKN 2 KUPANG TERKAIT TUNJANGAN SERTIFIKASI

Jefri-Riwu-Kore

Jefri Riwu Kore

Zonalinenews-Jakarta, Jefri Riwu Kore atau Jeriko Anggota Komisi X DPR RI meminta Mendikbud RI Anis Baswedan untuk segera mengecek persoalan tunjangan sertifikasi guru, khususnya di NTT yang banyak menuai masalah. Bahkan seturut dengan pengaduan guru-guru yang disampaikan ke Jeriko, terdapat sindikasi mafia yang sengaja mengendapkan pencairan sertifikasi guru. Demikian juga masih terdapat guru-guru yang telah dinyatakan lulus sertifikasi namun sampai kini belum menerima hak-hak mereka. “Data-datanya sudah saya sampaikan ke pak Menteri terkait nama-nama guru yang belum menerima sertifikasi tersebut”, tegas Jeriko yang juga calon Walikota Kupang 2017.

Hal ini mengemuka saat dilakukan rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan di ruang rapat komisi pada 2 September 2015.

Jeriko meminta agar Mendikbud segera menuntaskan persoalan tunjangan sertifikasi yang diadukan dan dialami oleh ke-13 guru SMK Negeri 2 Kupang yang telah dinyatakan lulus sertifikasi namun sampai saat ini belum mendapatkan tunjangan sertifikasi yang dimaksud. “Pak Menteri harus segera tuntaskan persoalan tunjangan sertifikasi ke-13 guru SMK Negeri 2 Kupang! Kasihan guru-guru sudah mengabdi dan melaksanakan tugasnya tetapi pemerintah tidak memperhatikan hak-hak mereka. Saya sudah instruksikan staf saya untuk mengawal persoalan tunjangan sertifikasi yang diadukan oleh guru-guru SMK N 2 Kupang agar persoalan mereka segera dituntaskan”, jelas Jeriko dalam rapat kerja tersebut.

Adapun ke-13 nama guru-guru SMKN 2 Kupang dimaksud, Dominggus Dehans Haga, Yohanis Ratu, Angkat Marselinus, Gatot Miswanto, Siti Masliah Saleh, Antonius Sep, Petrus Yustinus Lusi, Simon Petrus Muda Rehi, Markus Fredrik Mboe, Solo Boto Juven, Decky D. Ga, Aty Giri, dan Sonya Rahmi Leoanak.

Ian Haba Ora juru bicara Jefri Riwu Kore yang juga koordinator Jeriko Center dihubungi siang tadi (5/9) terkait persoalan tunjangan sertifikasi guru-guru SMK yang diadukan ke rumah aspirasi Jeriko mengatakan bahwa permintaan Jeriko terhadap penuntasan persoalan tunjangan sertifikasi oleh Mendikbud RI telah direspon melalui pertemuan antara Andriana staf kesekretariatan Jeriko Center dan Darmawan staf kesekretariatan sertifikasi guru jenjang SMK di gedung C lantai dasar Kemendikbud RI untuk mengklarifikasi pengaduan yang disampaikan ke pak Jefri,” jawab Ian.

Ian menjelaskan dari hasil pertemuan tersebut didapati adanya missing data antara daerah dan pusat. Adapun klarifikasi yang diberikan Kemendikbud terkait masing-masing guru, yaitu: Dominggus Dehans Haga (memiliki NRG ganda, linieritas 330 namun diisi 815), Yohanis Ratu (NUPTK terinput 6554738639200010 seharusnya 6554738639200012, linearitas 617 namun diisi 585, dan tidak mengisi tanggal lahir), Angkat Marselinus (tidak mengisi tanggal lahir), Gatot Miswanto (linieritas 586 namun diisi 427 serta tidak mengisi tanggal lahir), Siti Masliah Saleh (nomor peserta 08246032210551 namun terinput 0824032210551, dan linieritas 331 namun terisi 322), Antonius Sep (nomor peserta 08246031110548 namun terinput 08246010110548, linieritas kode 311 untuk mata pelajaran bahasa Inggris namun yang diajarkan adalah mata pelajaran sejarah), Petrus Yustinus Lusi terkait dengan linieritas kode 402 untuk konstruksi kayu namun mata pelajaran yang diajarkan teknik pengelasan, Simon Petrus Muda Rehi terkait dengan NRG dan nomor peserta ganda serta linieritas kode 429 untuk body otomotif dan kode 421 untuk teknik pengelasan, Markus Fredik Mboe terkait dengan kesalahan pengisian linieritas kode 406 untuk gambar bangunan namun mata pelajaran yang diajarkan keahlian geomatika, Solo Boto Juven terkait dengan pengisian tanggal lahir dan data sertifikat pendidik (sesuai mata pelajaran ) yang kosong, Decky D. Ga terkait dengan kekosongan tanggal lahir, Aty Giri terkait linieritas kode 406 untuk gambar bangunan namun mata pelajaran yang diajarkan keahlian geomatika, sedangka untuk Sonya Rahmi Leoanak terindikasi pihak dinas kabupaten/kota belum meloloskan proses verifikasi data.

Hasil klarifikasi Kemendikbud RI kepada pihak Jefri Riwu Kore menjawab permintaan Jeriko untuk segera menuntaskan persoalan tunjangan sertifikasi ke-13 guru SMK. “Kemendikbud memastikan terjadi missing data terkait sistem pengisian secara online. Untuk itu pihak Kemendikbud memberi saran terkait penyelesaian penuntasan tunjangan sertifikasi ke-13 guru SMK N 2 Kupang,” ujar Ian meniru penjelasan pihak Kemendikbud.

Ian menuturkan langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh ketiga belas guru tersebut adalah mengecek dan memverifikasi ulang data sesuai dengan keaslian dokumen. Pihak Jeriko Center akan siap membantu untuk memfasilitasi persoalan-persoalan tunjangan sertifikasi guru dan dosen ke pihak terkait seperti kemendikbud dan kemenristekkdikti. “Perlu dipastikan keakuratan pengisian oleh operator maupun petugas agar tidak terjadi kesalahan pengisian,” jelas Ian penulis buku abuse of power.

“Pihak Jeriko Center juga telah mengkomunikasikan ke-13 guru SMK N 2 Kupang terkait alasan Kemendikbud belum mencairkan tunjangan sertifikasi mereka,” tutup Ian.

Jefri Riwu Kore yang mengaku berada di Aceh saat dihubungi via seluler terkait pengaduan ke-13 guru SMK menjelaskan akan terus berkoordinasi dengan Mendikbud terkait advokasi persoalan-persoalan sertifikasi di NTT. (*Adi)


TAG