JERIKO MINTA ALOKASI ANGGARAN KHUSUS BEASISWA UNTUK NTT

Jefri (Jas) dan Menristekdikti Muhammad Nasir (batik corak biru) usai Raker  Selasa siang  15-9-2015

Jefri (Jas) dan Menristekdikti Muhammad Nasir (batik corak biru) usai Raker Selasa siang 15-9-2015

Zonalinenews-Jakarta, Jeriko sapaan akrab Jefri Riwu Kore Anggota Komisi X DPR RI dalam rapat kerja bersama Menristekdikti Muhammad Nasir, meminta agar Menristekdikti menambah alokasi anggaran beasiswa mahasiswa khususnya beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), beasiswa SM3T bagi guru-guru di daerah tertinggal, dan beasiswa bidik misi. Hal tersebut diungkapkan Jefri saat rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menristekdikti pada Selasa, 15 September 2015 di ruang rapat komisi dalam rangka pembahasan pagu anggaran Kemenristekdikti pada RAPBN 2016.

Menurut Jefri, mahasiswa perlu dibantu dengan anggaran yang baik agar dapat terserap bagi semua anak-anak yang kurang mampu. Aku Jefri, dalam pengawasannya sebagai Anggota DPR RI masih banyak ditemukan pada perguruan-perguruan tinggi yang ada di NTT mendapat kuota beasiswa yang minim. Untuk itu Jefri meminta agar Menristekdikti dapat mengalokasikan anggaran yang cukup, dan DPR akan mendukung dari kewenangan anggaran.

Jefri berpesan agar daerah-daerah terpencil seperti NTT perlu diberikan dana akselerasi khusus, karena tingkat pendidikan tinggi bagi mahasiswa di NTT banyak butuh perhatian.

Perlu diketahui dalam rapat kerja lalu, Kemenristekdikti mengalokasikan pagu anggaran RAPBN 2016 untuk beasiswa PPA sekitar Rp 508,2 milyar, beasiswa SM3T sebesar Rp 365,610 milyar, dan beasiswa dosen untuk S2/S3 sebesar Rp 919,051 milyar. Namun alokasi anggaran ini belum disetujui oleh Komisi X DPR RI karena anggaran yang dialokasikan terjadi penurunan dari tahun sebelumnya (APBNP 2015), artinya akan berdampak pada pengurangan sasaran penerima manfaat beasiswa tersebut.

“Terhadap usulan pagu anggaran RAPBN tahun 2016 Kemenristekdikti, khususnya alokasi anggaran beasiswa untuk mahasiswa dan belum adanya dana akselerasi khusus untuk NTT, maka saya mewakili teman-teman Komisi X DPR RI belum menyetujui dan akan mengkaji lebih lanjut,” tutup Jefri yang juga peraih mahasiswa teladan seluruh Indonesia tahun 1986 ini (*Adi)