Jeriko Minta Tim Forkompimda NTT Persoalan Universitas PGRI, Harus Netral

Penyerapan Aspirasi Anggota DPR RI Jefri Riwu Kore

Penyerapan Aspirasi Anggota DPR RI Jefri Riwu Kore

Zonalinenews –Kupang, Anggota DPR RI, Jefri Riwu Kore sekaligus Anggota Komisi X DPR RI , meminta agar hasil keputusan terkait persoalan Universitas PGRI NTT yang akan disampaikan oleh Kemetrian Ristek Dikti siap di kawalnya. Sedangkan terkait tim Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) NTT yang akan datang ke Jakarta memastikan hasil keputasan persoalan PGRI NTT, Jefri Riwu Kore sesuai acara Sosialisasi dan Penyerapan Aspirasi Masyarakat Anggota DPR RI, Jefri Riwu Kore yang berlangsung di Hotel Grenai II Kupang, Sabtu 12 September 2015 Pukul 13.00 wita menegaskan dirinya siap membantu dan memfasilitasi tim Forkompinda yang ke Jakarta untuk bertemu dengan Kemenristek Dikti sert Kemetrian Depertemen Hukum dan HAM untuk mendegarkan hasil keputasan terkait persoalan universitas PGRI NTT.

Menurutnya, Yang jelas terkait persoalan PGRI , saat ini pihaknya menunggu hasil Rapat kerja Kemenristek Dikti yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Agustus 2015 lalu. “ Paling lambat awal oktober 2015 Kemenristek dikti sudah memutuskan Hasil persoalan Universitas PGRI NTT, kalau belum ada hasilnya, Kementrian harus sampaikan melalui raker bersama Komis X DPR RI.

“Paling Lambat awal Oktober 2015 Kemetrian Dikti melaporkan hasil rapat kerja terkait persoalan Universitas PGRI NTT,”ujar Jefri Riwu Kore.

Jefri Riwu Kore menambahkan, Tim Forkompimda yang akan datang ke Jakarta diharapkan harus Netral, tidak beloh memihak karena persoalan ini menyangkut kepetingan daerah dan masyarakat banyak, sebab kedua belah pihak yang bertikai merupakan saudara.

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Propinsi NTT lewat Gubernur NTT Jumat 11 September 2015 pukul 10.00 wita mengelar Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Propinsi NTT membahas persoalan Universitas PGRI NTT. Rapat Forkopinda yang ke -3 kalinya ini digelar di ruang rapat kantor Gubernur NTT.

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno Usai rapat Forkopindo menjelaskan , rapat forkompimda sempat ditunda karena yang yang diundang adalah rektor PGRI Kupang, Samuel Haning, serta Ketua Yayasan PGRI NTT, Soleman Radja namum keduanya tidak hadir pada rapat tersebut, serta pihak –pihak yang berkepentingan tidak hadir sehingga rapat Forkopinda tidak menghasilkan keputusan apa-apa.

“Pada rapat Forkopinda ini, banyak pimpinan Forkopinda juga tidak hadir, seperti Kapolda NTT, diwakili oleh Dir Umum , Kajati diwakili , Danalud Diwakili, Dandrem diwakili, Danlamtamal juga diwakili, yang hadir di Forum tersebut hanya saya selaku ketua DPRD NTT, serta Gubernur NTT . Jadi rapat kali ini terkait dengan persoalan Universitas PGRI NTT tidak menemui keputusan sehingga Gebernur NTT, mengusulkan dibuat suatu tim terpadu, bersama Forkopimda NTT untuk ke Jakarta bertemu Kementrian Hukam dan Ham serta Kemetrian Riset dan teknologi terkait hasil keputusan Rapat Komisi X DPR RI bersama Kemetrian Dpetermun Hukum dan Ham serta Kemenristek Dikti terhadap persoalan Universitas PGRI NTT,”jelas Anwar Pua Geno.

Anwar Menyebutkan, karena permasalah Universitas PGRI NTT ini , telah dilanjuti atau di take over oleh Meristek dikti , serta telah melakukan rapat kerja antara Komisi X dpr RI maka, Komisi X DPR RI RI telah meminta kepada Kemenristek Dikti untuk mengambil langkah-langkah strategis terkait persoalan di Universitas PGRI NTT.

“ Jadi saat ini pihaknya menunggu hasil keputasan tersebut untuk ditindaklanjuti, jadi tim yang dibentuk juga bertujuan untuk menjemput hasil keputusan dari Menristek terkait persoalan yang terjadi di Universitas PGRI NTT. Jadi tim yang dibentuk dan yang akan ke jakarta ini untuk memastikan apa keputasan akhir dari kemrinstek terkait persoalan PGRI NTT,” Ujar Anwar.

Anwar menambahkan dalam rapat itu juga para unsur-unsur dari forkopindo menminta agar tim yang dibentuk dan yang kan ke Jakarta dalam waktu dekat ini segera menemuai Kemetrirn Hukum dan Ham serta Kemetrian Riset dan teknologi untuk mengetehui kejelasan keputusan persoalan PGRI NTT.

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno ketika ditanya terkait hari ini (Jumat 11 September 2015 di Hotel Grand Mutiara Universitas PGRI NTT mengelar Wisuda bagi kurang lebih 600 wisudawan padahal persoalan Universtas PGRI NTT belum tuntas diselasiakan , Anwar menjelaskan untuk masalah ini dirinya tidak mengetahui. “ Coba tanya langsung saja ke Universitas terkait wisuda tersebut, dirinya tidak mempunyai kemampuan untuk menjawab persoaln tersebut,”ungkapnya.

Sementara Itu Kepala Biro Kesra Propinsi NTT, Bartol Badar usai rapat Forkopimda menjelaskan, pada rapat forkompinda NTT Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menyarankan untuk persoalan Universitas PGRI NTT, diambil solusi terbaik dari dampak persoalan ini sehingga Mahasiswa, serta masyarakat jangan jadi korban dan dirugikan terkait persoalan ini.

Menurutnya, pemerintah akan berupaya menyelesiakan persoalan ini dengan sebaiknya serta mengajak semua pihak yang bersitegang untuk duduk bersama dalam menyelasaikan persoalan Universitas PGRI, karena masalah Universitas PGRI menyangkut nasib banyak orang baik , Mahasiswa , Alumni dan orang Tua mahasiswa yang merupakan masyarakat, sehingga Pemerintah sudah tiga kali mengelar rapat Forkopinda untuk mencari solusi terkait persoalan Universitas PGRI NTT.(*tim)