KISRUH UNIVERSITAS PGRI NTT MEMANAS DI SENAYAN

Jeriko menyampaikan pendapatnya pada rapat dengar pendapat dengan Menteri Ristek Dikti

Jeriko menyampaikan pendapatnya pada rapat dengar pendapat dengan Menteri Ristek Dikti

Zonalinenews-Jakarata, “Pak Menteri Ristek Dikti jangan hanya diam saja dan seolah tidak tahu apa-apa terkait kisruh universitas PGRI NTT. Anda (Menristekdikti) jangan mendiamkan nasib 13 ribu mahasiswa dan alumni maupun dosen yang ada di PGRI NTT terkatung-katung tanpa status yang jelas. Anda harus punya rasa tanggungjawab sebagai Menteri,” marah Jefri Riwu Kore Anggota Komisi X DPR RI pada Menristekdikti Mohamad Nasir saat Rapat Kerja (Raker) di ruang rapat komisi Selasa 1 September 2015.

Raker dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Nuroji dan dihadiri hampir seluruh anggota Komisi X DPR RI dan juga pejabat dari Kemenristekdikti RI. Raker berlangsung alot dan harus diskors dua kali saat membahas kisruh universitas PGRI NTT. Skors pertama terjadi karena alasan dikemukakan Nasir terkait kisruh PGRI NTT akibat banyaknya kasus serupa yang harus ditangani Menristekdikti.

“Bukan PGRI NTT saja yang diurus, tetapi banyak juga persoalan yang sama dihadapi oleh universitas-universitas lain di Indonesia bahkan ada yang lebih parah dari PGRI NTT,” ungkap Nasir.

Terkait hal ini, Jefri menjadi geram dan langsung menginterupsi. “Pak Menteri, universitas PGRI NTT itu urgent dan darurat. Saya (Jefr) berjuang mengajak seluruh kawan-kawan DPR ke NTT sana agar mereka lihat secara langsung kondisi kisruh PGRI NTT agar kisruh ini segera dituntaskan. Bukan jawaban karena banyak persoalan yang sama seperti PGRI NTT. Itu tanggungjawab pak Menteri sebagai penanggungjawab penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia. Tanggungjawab saya adalah menyelematkan civitas akademika agar tidak menjadi korban. Anda sebagai menteri harus tegas, jangan tidak fokus,” ucap Jefri penuh marah.

Saling balas argumen diantara Jefri dan Menristekdikti Nasir akhirnya Nuroji selaku pimpinan menskors raker. Kemudian raker dilanjutkan dengan jawaban Menristek Nasir jika ia telah bertemu dengan kedua belah pihak yang bertikai. Aku Nasir bahwa ia sangat memahami betul kisruh PGRI NTT. Bahkan Nasir mengakui telah menonaktifkan pangkalan data PGRI NTT dan melarang penerimaan mahasiswa baru.

Sambung Jefri, “Pak Menteri punya niat nggak tuntaskan kisruh PGRI Kupang. Anda kan Menteri, cukup tegas saja, pihak mana yang berwenang secara peraturan perundang-undangan yang berhak menyelenggarakan pendidikan tinggi? Semakin lama pak menteri diam, semakin banyak korban lagi. Saya tidak perlu tahu pihak mana yang benar, paling penting selamatkan dulu ribuan mahasiswa dan alumni serta dosen yang ada di PGRI NTT,” ucap Jefri yang juga disapa Jeriko.

Terkait hal ini, Nasir belum sepenuhnya menjelaskan secara tuntas dalam raker tersebut.

Jeriko menuturkan, kisruh PGRI NTT telah berlarut-larut dalam penyelesaian dualisme kepengurusan. “Pak Menteri sudah tahu masalahnya, juga sudah berkunjung ke sana. Kenapa belum ada ketegasan dari pak Menteri segera tuntaskan kisruh PGRI. Kasihan mahasiswa menjadi korban. Alumni pun banyak diberhentikan dari pekerjaan dan dicap illegal. Dosen pun tidak jelas statusnya. Orang tua menjadi korban harus menanggung biaya kuliah dari mahasiswa, beban psikologis berat dipikul orang tua untuk anaknya kuliah di PGRI NTT. Pak menteri harus fokus dan tegas,” pinta Jeriko.

Raker akhirnya harus diskors lagi untuk menyatukan pendapat secara internal komisi untuk mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan kisruh PGRI NTT. Rapat kerja yang dimulai pukul 2.30 siang hingga pukul 9.50 malam tersebut menyimpulkan terkait kisruh PGRI NTT, Komisi X DPR RI mendesak Menristekdikti untuk segera melakukan langkah-langkah strategis agar permasalahan yang ditimbul di PGRI NTT segera teratasi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga mahasiswa dan alumni tidak dirugikan.

Ian Haba Ora juru bicara Jefri Riwu Kore usai raker mengatakan akan terus memantau perkembangan penuntasan kisruh PGRI NTT oleh Kemenristekdikti. Masalah ini telah menjadi persoalan nasional. Pak Jefri sudah instruksikan para staf dan tenaga ahli untuk mendukung beliau membangun koordinasi dengan Kemenristekdikti terkait usaha penyelesaian kisruh di PGRI NTT.

Ian mengakui jika kisruh PGRI NTT telah menjadi prioritas penuntasan aspirasi Jeriko terkait banyaknya pengaduan yang masuk ke posko Jeriko Center. Pak Jeriko sangat konsern dan fokus agar kisruh PGRI segera terselesaikan. Beliau juga sangat prihatin dengan ribuan mahasiswa dan alumni yang terkatung-katung, demikian pula para dosennya. (*tim)