Lomboan Djahamow Tersangka, Karena diduga Sebut “ Bupati Tukang Tipu”

Lomboan Djahamouw dan Surat TSKZonalinenews-Kupang, Lomboan Djahamou dipanggil penyidik Polres Alor untuk dimintai keterangan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik Amon Djobo yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Alor Propinsi NTT.

Panggilan dengan nomor polisi SP : 162/IX/2015/RESKRIM ditujukan kepada Lomboan Djahamou untuk menghadap penyidik Reskrim Resort Alor IPDA Onan Ndolu pada Senin 7 September 2015 pukul 09.00 wita mendatang, dengan sangkaan penghinaan terhadap Among Djobo lewat media sosial yang terjadi pada 14 Mei 2015 lalu. Surat panggilan Terhadap Lomboan Djahamouw ini dikeluarkan di Kelabahi pada tanggal pada 2 September 2015 yang tandatangani atas Nama Kepala Kepolisian Resort Alor, Kepala Reskrim Alor atas Nama penyidik Ajun Komisaris Polisi Amaluddin SH.

Sementara itu, Lomboan Djahamou ketika diwawancarai di Kupang Sabtu 5 September 2015 Pukul 21.30 wita tertkait dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Alor menegaskan dirinya mengetahui bahwa dirinya mendapatkan surat sebagai tersangka karena disampaikan oleh suadaranya di Alor yang menerima surat pemberitahuan dirinya sebagai tersangka.

Menurut Lomboan penetapan tersangka oleh Polres Alor kepada dirinya bukan hal yang baru ,  kalau dulu Bupati Alor sebelumnya , Simeon Pally Juga pernah melaporkan dirinya atas tindakan pencemaran nama baik, tapi kasusnya tidak berjalan karena pak pally mencabut kembali laporannya, karena Bupati saat itu merasa bahwa untuk apa dirinya mempidanakan masyarakatnya sendiri.

Terkait ditetapkan dirinya sebagai tersangka ungkap Lomboan, dirinya mengucapkan terimakasih Kepada Polres Alor yang sudah memberikan surat panggilan kepada dirinya. Dan sebagai warga negara yang baik yang taat hukum, saat ini dirinya berada di Kupang langsung menghubungi penyidak Ipda Onan Ndolu dan menyatakan bahwa dirinya saat ini berada di kupang setelah pulang ke Alor dan dirinya langsung menghadap, dan oleh penyidik dibolehkan.

“ Saya merasa penetapan tersangka terhadap saya ada sesuata hal ganjil karena saya, belum pernah di panggil untuk diambil keterangan sedikitpun sebagai saksi , tiba –tiba saya dapat surat sebagai tersangka. Apa yang disangkakan kepada saya sampai saat tidak tahu. Tatepi berdasarkan keterangan teman saya yang diperiksa Ibu Guru Diah Lahatang, bahwa kasus ini kasus 14 Mei 2015 pada saat dirinya membuat status di media sosial dirumahnya di Alor bersama para aktifis dan menaikan status yang bertuliskan Deklarasi melawan Bupati tukang tipu , Bupati Tukang tipu disini, oleh pihaknya tidak peduli kepada Bupati siapa saja kalau dia (Bupati) tukang tipu pihaknya akan melawan termaksud Bupati Alor kalau diduga tukang tipu kami lawan, “Jelas Lomboan.

Lomboan menyesalkan pada saat deklarasi 14 Mei 2015 dirinya tidak menyebutkan Bupati Alor , Among Djoba yang dirinya tuliskan di FB. Dirinya hanya menulis Bupati Tukang Tipu . Bukan kami lawan Bupati Alor atau Amon Djoba. Walaupun kenyataannya Amon Djobo diduga penipu Bukti penipuan yang pertama Kata Lomboan Djahamou , pada saat terpilih jadi Bupati Amon Djobo berjanji tidak akan menempati rumah Bupati kalau media jalan di depan rumah jabatan dibongkar . “ Ini setelah menjabat Bupati selama 2 tahun tapi media jalan tersebut belum juga dibongkar apakah ini bukan tipu . Yang kedua dia Bupati Alor Amon Djobo bicara dimana-mana khususnya pada acara expose Alor bahwa ini kepala dinas dorang pergi keluar daerah buang-buang duit saja, selama saya menjabat Bupati , Para kepala Dinas perjalan dinas (SPPD) paling banyak dua kali. Coba dibuktikan sekarang ada kepala dinas yang SPPD dua Kali bahkan ada kepala dinas yang sudah belasan kali keluar daerah, apakah ini bukan penipu,” tanya Lomboun.

Lomboan menambahkan, Dan yang paling nyatanya lagi tidak ada kejadian dugaan banjir ada hujan lebat dan menurut data BMKG foto slide menunjukan bahwa hujuan turun dan tidak ada kader untuk terjadi musibah banjir, tetapi Bupati buat surat pernyataan terjadi banjir dan rumah warga terendam , serta jalan rusak sementara data BMKG menyebutkan tidak ada potensi hujan dan banjir , apakah hal ini bukan aksi penipuan. Ini penipu dan lebih para lagi dia (Bupati) telpon kaka saya Dra Hj Inang Enga dan menyuruh berhenti dan jabatan yang dijabat kaka saya di Plt kan . sementara dia (bupati) berbicara di sidang paripurna tidak pernah ada usulan perberhetian kaka saya dari jabatan sementara pengakuan kepala BKD surat pemberhentian tersebut telah ada. “memang penipu,”kesal lomboan

Lomboan menegaskan terkait persoalan dirinya terhadap Bupati Alor Amon Djoba dirinya tidak pernah menyebutkan Bupati Among Djoba penipu pada status FB tanggal 14 Mei 2015 . “kecuali kalau ada Kabupaten tukang tipu dan yang menjabat adalah Bupati tukang tipu,”ujarnya.

Lomboan Djahamou mengucapkan terima kasih yang kepada polres Alor yang telah menetapkan dirinya sebagai tersangkap dan berharap kepolisian polres Alor bekerja secara profesional. “Jika salah bersalah saya sebagai warga yang baik saya siap diproses hukum ,” tegas Lomboan Djahamou. (*tim)