MENDIKBUD SEBUT JERIKO LEGISLATOR YANG HARUS DITELADANI

Paparan Jeriko bersama menteri pendidikan

Paparan Jeriko bersama menteri pendidikan

Zonalinenews-Jakarta, Mendikbud RI Anis Baswedan memberi apresiasi pada legislator NTT Jefri Riwu Kore Anggota Komisi X DPR RI terkait usaha keras mendorong peningkatan mutu dan kuantitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur.

“Kami (Mendikbud) memberi apresiasi pada Pak Jefri yang aktif mendorong peningkatan kualitas pendidikan di NTT. Usaha dan kerja keras untuk perbaikan pendidikan di Indonesia seperti yang dilakukan Pak Jefri, sekiranya menjadi hal yang harus diteladani oleh seluruh stakeholder pendidikan. Mudah-mudahan perjuangan pak Jefri mampu mengubah stigma NTT dari Nasib Tidak Tentu menjadi Nasib Tambah Terang,” ucap Baswedan diikuti tawa peserta Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR RI bersama Kemdikbud RI pada 2 September 2015.

Baswedan memberi perhatian serius terkait presentase Jefri, dimana berdasar temuan lapangan masih banyak ditemukan ketimpangan-ketimpangan pendidikan di Indonesia, khususnya propinsi NTT seperti bangunan sekolah yang tidak layak, politisasi guru-guru oleh kepala daerah, penyaluran beasiswa yang tidak maksimal, tunjangan sertifikasi yang tidak dibayarkan atau sengaja diendapkan, dan kesejahteraan guru yang minim perhatian pemerintah.

Jefri mencontohkan melalui slide yang ditayangkan ke Mendikbud terkait bangunan sekolah yang sangat tidak layak untuk dilakukan proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Bangunan sekolah yang ditayang seperti SD Kelapa Tinggi Tarus, SDK Banfuanlain Rote Ndao, SD Dusun 3 Enoraen Amarasi, SD Negeri Kuale Tolnaku Kupang, SD Negeri Sublele Fatuleu, SD Negeri Amsila Fatuleu, SMP Negeri Kupang Timur, SMA Negeri Mollo Fatukoko Soe, SMA Nusa Timur Fatuleu, dan SMK Negeri 2 Takari. Jefri meminta agar Mendikbud menseriusi temuan lapangannya untuk segera dituntaskan.

Terkait rehabilitasi sekolah, Baswedan mengaku sebenarnya masalah-masalah yang diungkapkan Jefri telah dituntaskan dalam program bansos namun terkendala dengan edaran Menteri keuangan yang tidak mengijinkan anggaran sapras digunakan untuk belanja sapras namun belanja barang dalam tahun ini. “Saya (Baswedan, read) sangat menseriusi setiap aspirasi yang disampaikan oleh Pak Jefri terkait data-data temuan ketimpangan pendidikan di lapangan, namun kemendikbud terkendala oleh akun 52 (belanja barang). Untuk itu, saya memohon dukungan politik dari DPR agar dapat mendesak Kemendikbud menggunakan akun 57 (belanja bansos) sehingga dapat menjadi dasar hukum saat dibahas ke kementerian keuangan”, ucap Baswedan yang juga mantan Rektor Universitas Paramadhina Jakarta.

Jefri yang akrab disapa Jeriko juga meminta ke Baswedan untuk segera mengecek persoalan-persoalan sertifikasi guru, khususnya di NTT yang banyak menuai masalah. Bahkan seturut pengaduan yang disampaikan ke Jeriko, terdapat sindikasi mafia yang sengaja mengendapkan pencairan sertifikasi guru. Demikian juga, masih terdapat guru-guru yang telah dinyatakan lulus sertifikasi namun sampai saat ini belum menerima hak mereka. “data-datanya sudah saya sampaikan ke pak menteri terkait nama-nama guru yang belum menerima sertifikasi tersebut”, ingat Jefri.

Terkait masalah guru dan tunjangan guru, Jeriko menyarankan agar kemdikbud sebaiknya mengevaluasi kembali kebijakan terhadap guru dalam kajian kompetensi guru, kualifikasi guru, pelaksanaan pencairan sertifikasi, distribusi dan pengaturan guru, serta kesejahteraan guru.

Baswedan saat itu berjanji untuk menseriusi masukan dan aspirasi yang disampaikan oleh legislator. Ia pun berjanji untuk bersama-sama Jeriko mengunjungi sekolah-sekolah yang dipaparkan secara langsung pada kunker Menteri ke NTT tahun ini. “Kali lalu kan pak Jefri ajak kolega Komisi X DPR RI yang kunjung sekolah-sekolah tersebut, tinggal giliran saya nanti ya di bulan depan untuk diajak berkujung ke sana. Saya ingin kunjung langsung nanti,” pinta Mendikbud Baswedan disambut ancungan jempol oleh Jeriko.(*tim)