MENRISTEKDIKTI: IJASAH ALUMNI PGRI NTT TIDAK ADA MASALAH

Menristek Dikti M Nasir saat berdialog dengan Jeriko

Menristek Dikti M Nasir saat berdialog dengan Jeriko

Zonalinenews-Jakarta, Anggota Komisi X DPR RI Jefri Riwu Kore meminta Menristekdikti Muhammad Nasir tegas terhadap kisruh Universitas PGRI Kupang yang lambat laun makin memberi dampak terhadap alumni yang beberapa diantaranya kini mengadu ke Jeriko Center karena sering ditolak ijasah alumni dibeberapa instansi akibat kisruh dualisme kepemimpinan dan anggapan ijasah palsu di Universitas PGRI NTT. “Bukan hanya mahasiswa dan orang tua saja yang korban, tetapi kini telah dirasakan oleh para alumni universitas PGRI NTT. Mereka ditolak dan tidak diterima kerja karena dianggap ijasah mereka palsu,” ujar Jefri. Hal tersebut mengemuka dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Kemenristekdikti di aula rapat komisi pada Selasa, 15 September 2015.

Jefri juga mempertanyakan ke Nasir terkait langkah-langkah konkrit apa yang telah dilakukan untuk menyelesaikan kisruh universitas PGRI Kupang. Penegasan Jefri terkait hasil pertemuan sebelumnya 1 september 2015 dimana disepakati, terkait dengan Pergurua Tinggi yang sedang bermasalah, Kemenristekdikti segera melakukan langkah penyelesaian permasalahan Universitas PGRI Kupang agar teratasi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Nasir menjelaskan tidak ada masalah terkait ijasah alumni. “Soal ijasah, pihaknya akan segera menggantinya. Alumni tidak akan menjadi korban akibat tandatangan Rektor yang menggunakan gelar universitas abal-abal,” tegas Nasir.

Terkait dengan kisruh dualisme kepemimpinan yang sedang terjadi di universitas PGRI NTT, Menristekdikti telah memanggil dan bertemu dengan kedua sisi yang bertikai. Bahkan Nasir mengaku telah meminta Kopertis untuk mengklarifikasinya. “Saya sudah tahu letak persoalannya dan dalam waktu dekat telah ada proses penyelesaiannya. Telah ada laporan juga dari Kopertis dan telah selesai dikaji. Tinggal menunggu proses penyelasaiannya. Tapi perlu diingat bahwa proses penyelesaian tidak berarti pangkalan data yang dibekukan akan dicabut. Ini memberi efek jera kepada perguruan tinggi yang lain,” tutup Nasir.

Nasir berjanji tidak akan mengorbankan para alumni, mahasiswa dan dosen terkait dengan proses penyelesaian kisruh di PGRI. Bahkan Nasir mengaku akan menerima rombongan DPRD Propinsi NTT esok sore (Rabu 16 September 2015) pukul 5 sore untuk mengklarifikasi terkait kisruh yang terjadi di universitas PGRI NTT.

Jefri mengapresiasi kinerja Menristekdikti yang cepat menyelesaikan kisruh Universitas PGRI NTT setelah mendengar penjelasan Nasir. (*Adi).