Pasar Kasih Naikoten Satu Kota Kupang Terbakar

Lokasi Kebekaran Pasar Kasih Naikoten Satu Kupang

Lokasi Kebekaran Pasar Kasih Naikoten Satu Kupang

ZONALINENEWS – KUPANG, Pasar Inpres, Kasih Naikoten Satu Kupang hangus dilalap sijago merah, sudah sekitar empat jam petugas pemadam kebakaran belum berhasil memadamkan api yang menyala di pasar ini hingga dibantu dengan satu unit mobil pemadam dari bandara El-Tari Kupang, satu unit mobil pemadam Water Canon dari Polda NTT dan beberapa unit mobil tangki air, selasa 08 September 2015 pukul 23.00 wita.

Lokasi pasar inpres terbakar

Lokasi pasar inpres terbakar

Pantauan ZONALINENEWS di lokasi kebakaran hebat yang melanda Pasar Inpres Kasih Naikoten Kupang langsung menarik perhatian warga Kota Kupang, hingga ribuan warga Kota Kupang yang datang untuk menyaksikan api yang terus membakar pasar terbesar di Kota Kupang tersebut ternyata dengan hadirnya para warga hanya menghambat aktivitas pemilik kios untuk menyelamatkan barang-barang dagangan dan menghambat mobil pemadam yang akan masuk ke lokasi kebakaran. Api yang membakar beberapa kios yang menjual pakian, sepatu dan peralatan rumah tangga dari plastik terus membesar. Bahkan api juga sudah mulai mendekati rumah warga bahkan mulai membakar kabel listik PLN yang melintas di atas kawasan terbakar tersebut. Api yang terus membesar tanpa ada upaya pemadaman membuat warga mulai kesal. Mereka mengumpat-umpat petugas pemadam yang dinilai terlalu lambat hingga api terus menjalar dan mendekati rumah warga.

Warga dan pedagang hanya berusaha menghambat merambatnya api dengan merobohkan lapak-lapak dan terpal di sekitar lokasi kebakaran. Sementara warga lainnya berupaya menyiram api dengan menggunakan ember-ember dan air seadanya.

Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Endang Sunjaya, langsung turun ke lokasi kebakaran Pasar Inpres Kota Kupang, Kapolda langsung memimpin anggotanya untuk mengamankan sekaligus ikut membantu memadamkan kebakaran pasar Inpres Kota Kupang dengan mengunakan Water Canon milik Polda NTT. Aparat Polda juga mengamankan pemilik kios yang masih nekat menerobos api yang ingin menyelamatkan kebakaran. Api masih terus membesar dan membakar kios-kios yang sebagian besar terbuat dari kayu api semakin sulit dikendali karena kios-kios tersebut berisi barang jualan seperti pakaian dan peralatan dapur yang terbuat dari plastik.(*Sari)