Pemecatan Pengurus KNPI Alor Upaya “ Pukul Rangkul” Amankan Kepentingan

Dony Mooy

Dony Mooy

Zonalinenews- Kupang, Berkaitan dengan diterbitkannya SK Nomor: 017/KPTS/KNPI NTT/VIII/2015 tentang “Pemecatan Personalia Pengurus DPD KNPI Kabupaten Alor Periode 2014-2017 oleh DPD KNPI NTT, maka selaku DPD KNPI Kabupaten Alor merasa berkepentingan untuk memberikan tanggapan dan klarifikasi dengan nomor surat 036.A/KNPI Alor /VII/2015, atas sebuah keputusan yang menurut KNPI Alor tidak memiliki dasar konstitusional organisasi, serta syarat atas kepentingan sempit segelintr pihak yang merasa terganggu dengan konsistensi KNPI Alor mengadvokasi berbagai kasus korupsi maupun berbagai kasus kemanusiaan di kabupaten Alor.

Pasalnya KNPI Alor menyebut upaya ini sebagai bagian dari konsistensi perjuangan melawan mafia yang selama ini memiskinkan rakyat. Demikian press release yang dikirim Ketua KNPI Alor , Donny Mooy kepada redaksi zonalinenews Rabu 2 September 2015 pukul 10.00 wita.

Press relase yang ditandantadangain Oleh Ketua KNPI Alor Dony Mooy dan Sekertaris Dematrius Mautuka menceritakan rentetan kronologis perjalanan organisasi, hingga berujung pada upaya pembekuan kelembagaan maupun pemecatan personalian pengurus KNPI ALor oleh DPD KNPI NTT. Adalah bentuk Konsolidasi Perjuangan Melawan Mafia. Pada bulan september 2014, pihaknya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) ke VII KNPI Kabupaten ALor. Konsolidasi internal dalam rangka mempersiapkan kelembagaan organisasi yang matang dan konsisten menjadi benteng perjuangan pemuda.

Dony pada kesempatan itu menjelaskan, Upaya pertama yang KNPI Alor lakukan dalam pembenahan internal adalah, membangun komposisi pengurus yang bebas dari upaya mendomplengi organisasi sebagai batu loncatan untuk mendapatkan jabatan birokrasi. Konkritnya formatur tidak mengakomodir satu pun kawan-kawan berlatar belakang Pegawai Negeri Sipil dalam personalia pengurus. “ Upaya ini juga bagian dari cara kami menjaga independensi organisasi dan juga melindungi kawan-kawan PNS dari kemungkinan interfensi kekuasaan atas komitmen kami akan menjadi barisan kritis dalam mengawal roda pembangunan di kabupaten Alor,”jelas Dony .

Dony menguraikan, jajaran pengurus KNPI alor yang terdiri dari mayoritas aktivis mengakomodir dalam kepengurusan. Program kerja berupa aksi dan partisipasi berjalan secara normal. Setelah pelantikan,KNPI Alor mengadvokasi kasus PHK sepihak atas 16 Orang Buruh yang dilakukan manajemen PT. Tiga Darah, advokasi dugaan korupsi proyek jalan Hopter-Halerman senilai 950.000, dugaan korupsi proyek peningkatan Joe-Manetwati senilai 1,3 M, dugaan korupsi proyek peningkatan ruas jalan Baranusa-beangono senilai 2 M, proyek dugaan korupsi perumahan PTB di desa Kaipera,proyek perumahan MBR di desa Wolibang Kelurahan kabola, dugaan gratifikasi dana pinjaman pihak ke-tiga oleh panitia expo Alor, dugaan manipulasi keadaan bencana sebagai akibat rusaknya jalan Hopter-Halerman oleh Bupati Alor, penipuan harga material galian milik warga oleh CV. Karya Baru, pengrusakan Pipa proyek air minum di desa Aimoli, advokasi dugaan fitnah Henny Anggrek kepada pengurus KNPI Alor,dugaan penyuapan anggota DPRD Alor oleh Bupati Alor dalam bentuk pemberian uang pulsa 2,5Juta, tingginya tunjangan penginapan dan anggaran reses DPRD Alor serta lemahnya daya serap anggaran oleh SKPD di kabupaten Alor, berbagai permasalahan ini jelas-jelas akan merusak tata pembangunan yang berkeadilan bagi masyrakat Kabupaten Alor.

UPAYA PERLAWANAN BALIK

Selain berbagai upaya perlawanan oleh banyak pihak yang merasa terganggu dengan sikap kami yang tegas dan konsisten melawn berbagai skandal di kabupaten Alor, ternyata upaya perlawanan juga datang dari dalam internal organisasi.

Spekulasi tentang tentang kepemimpinan yang tidak menjaga etika, merusak marwah organisasi, mengganggu stabilitas dan merusak kemitraan dengan pemerintah selalu datang dari kepemimpinan DPD KNPI Propinsi NTT yang dikomendani oleh Hermanus Boki, bahkan hingga spekulasi pembekuan organisasi dan pemecatan terhadap personalia KNPI Alor.

Berikut kronologis perlawanan dari dalam oleh KNPI NTT yang KNPI Alor catat hingga berujung SK Pemecatan diterbitkan:

  1. Sebagai bentuk dukungannya atas advokasi kasus korupsi di kabupaten alor yg dilakukan oleh KNPI Alor, ketua KNPI NTT Hermanus Boki turut serta dalam demonstrasi yang dilakukan KNPI Alor bersama berbagai organisasi pemuda dan mahasiswa asal Alor di Kejaksaan Tinggi NTT dan DPRD NTT. Bahkan saat melakukan audiensi dengan DPRD NTT terkait masalah pertambangan di Wakabsir Alor, Hermanus Bokki menyatakan kesanggupannya untuk bersama tim DPRD NTT dan DISTAMBEN NTT untuk meninjau langsung kelokasi pertambangan di Desa Wakabsir Alor.

  1. Pada malam harinya pukul 19, 20 Wita saat rapat evaluasi bertempat di Rumah Bapak Martinus Atabui bertempat di bilangan Bimoku-Lasiana, Hermanus Boki menyampaikan jika ia pernah di hubungi by telpone oleh Bupati Alor Amon Djobo untuk melakukan pembekuan terhadap struktur KNPI Kabupaten. Alor karena tidak sejalan dengan pemerintah. Namun Hermanus Boki menyatakan untuk melakukan Pembekuan Struktur KNPI Alor, tidak segampang itu karena ada mekanismenya.

  1. Tanggal 1 Juli sekitar pukul 19.00, sekertaris DPD KNPI NTT, Amin Tahir menghubungi ketua KNPI alor via telpone dan memberitahukan jika ia baru saja mengirim surat pemebritahuanvia e-mail terkait kunjungan ketua KNPI NTT ke kabupaten Alor dalam rangka evaluasi dan konsolidasi DPD KNPI Alor.

  1. Terkait pemberitahuan yang sangat mendadak itu, ketua KNPI Alor langsung melakukan konsolidasi internal guna mempersipkan perihal kunjungan ketua DPD KNPI NTT dimaksud.

  1. Tanggal 2 Juli 2015, Setibanya ketua Hermanus Boki di Alor, pada malamnya dilakukan rapat pengurus KNPI Alor bersama ketua KNPI NTT dan beberapa senior KNPI Alor di sekretariat KNPI Alor di desa lendola yang langsung dipimpin oleh ketua KNPI NTT dengan agenda tunggal Evaluasi kinerja KNPI Alor.

Dalam rapat evaluasi, ketua KNPI alor menyampaikan jika setibanya dialor, tepatnya di hotel Pelangi Indah tempat ia menginap, ada sekelompok orang yang tanpa ia kenali identitasnya mendatangi dirinya dan menyampaikan penolakan terhadap KNPI Alor dan meminta dirinya untuk membekukan Dpd KNPI Alor dengan alasan mereka resah dengan keberadaan KNPI Alor yang selalu melakukan demonstrasi.

Menyikapi permintaan sekelompok orang tak dikenal itu, Heri Boki menyampaikan jika sikap penolakan tersebut sebaiknya disampaikan langsung saat rapat yang akan dilakukan di sekretariat KNPI Alor pada sebentar sore. Ia pun menjelaskan jika, sebelumnya di bandara mali ia juga mendapat selebaran gelap dengan perihal yang sama yakni meminta dirinya untuk membekukan Dpd KNPI Alor.

Namun ceritra Hermanus terkait reaksi kelopok tak dikenal maupun selebaran gelap dimaksud itu tidak ditanggapi oleh peserta rapat karena diluar agenda pertemuan, apalagi kelompok ini tidak jelas keberadaaannya.

  1. Rapat pun berlangsung, dalam bahasan evaluasi tentang program kerja yg sudah dilakukan KNPI Alor, ketua KNPI Alor dan sejumlah pengurus menyampaikan seluruh kegiatan yang sudah dilakukan (terlampir) baik itu kegiatan yg diprogramkan maupun yang diluar program. Termasuk juga program yg belum bisa dieksekusi karena keterbatasan sumber daya anggaran, sehingga bagi kolektif KNPI Alor, kedepannya memperioritaskan kegiatan pada kegiatan yg tidak banyak membutuhkan anggaran besar.

Terkait keterbatasan anggaran yang menjadi hambatan KNPI Alor melaksanakan program kerjanya, Hermanus Boki menyarankan agar KNPI Alor harus melakukan istilah “pukul rangkul” karena jika tidak menggunakan cara PUKUL RANGKUL, maka sudah bisa

dipastikan pemerintah tidak akan memberikan anggaran sedikit pun kepada KNPI Alor untuk melaksnakan program kerja. Oleh karenanya dalam melakukan berbagai koreksi kepada kinerja pemerintahan, sebaiknya tidak melakukan metode demonstrasi, melainkan dengan metode dialog. Ini yang Heri Boki maksudkan sebagai metode PUKUL RANGKUL.

  1. Terkait metode PUKUL RANGKUL yang disarankan Heri Boki ini mendapat beragam tanggapan balik keras dari sejumlah peserta rapat, terutam pengurs KNPI Alor.Ketua KNPI Alor mengatakan, metode demonstrasi adalah langkah konsisten yang diambil sebagai komitmen bersama mengadvokasi berbagai penuntasan sejumlah dugaan tindak pidana korupsi, PHK buruh PT. tiga darah,kasus pertambangan timah hitam di desa wakbsir timur, tidak akan mungkin diselesaikan dengan metode NEGOSIASI, atau yang dalam istilah Heri Boki disebut dengan metode PUKUL RANGKUL.

  1. Terkait penolakan menggunakan metode PUKUL RANGKUL yang ditawarkan Heri Boki itu, ia pun menawarkan untuk memediasi pertemuan antara DPD KNPI Alor dan Pemerintah dalam hal ini bupati Alor untuk melakukan pertemuan, sebelum ia kembali ke Kupang. Tawaran heri ini disepakati oleh peserta rapat, namun hingga hari ini janji Heri untuk memediasi pertemuan itu tidak ditepati.

  1. Tanggal 3/07/2015, Heri memposting foto spanduk di halaman Hotel Pelangi indah, tepat di depan kamar tempat ia menginap, foto spanduk yang bertuliskan “Solidaritas Gerakan Pemuda Tiga, Tujuh, Sepuluh untuk KNPI NTT Kami Menununtut
  • Tolak dan bubarkan pengurus KNPI Kab. Alor
  • Tangkap Ketua KNPI Doni Moy, cs
  • Hentikan Penyebaran berita di Media sosial berisi pernyataan tidak benar dan penghinaan terdap pemerintah
  • Tegakkan supremasi hukum

Disertai dengan foto penyerahan dokumen oleh kordinator aliansi yang kemudia diketahui bernama Mel Laa.

Dony menambahkan, terkait hal itu, pengurus KNPI Alor menugaskan Hery Manu untuk melakukan pengecekan ke Hotel Pelangi Indah, hasil pengecekan langsung ke manajer Hotel An. Ibu Merry, ternyata menurut ibu Mery, spanduk yang sesuai postingan akun “Ketua knpi ntt” yang adalah Hermanus Boki itu ternyata dipasang oleh petugas hotel berdasarkan permintaan oleh Hermanus Boki sendiri.

Itu artinya, skenario ini disiasati oleh Hermanus Boki sendiri berdasarkan perintah oknum yang selama terganggu dengan aksi dan advokasi yang dilakukan oleh KNPI Alor.

Foto penyerahan dokumen oleh Mel Laa itu juga diakui diambil oleh petugas hotel berdasarkan permintaan Hermanus Boki, karena forum pemuda tiga tujuh sepuluh yang diklaim Hermanus Boki itu ternyata hanya Mel Laa sendiri yang ada di hotel dan forum itu juga tidak pernah ada. Dan Mel laa itu sendiri adalah salah satu pemain proyek di Alor yang juga adalah Tim Sukses Amon Djobo (bupati alor) disaat susksesi bupati.

  1. Tanggal 3/07/2015, secara diam-diam/ sepihak, Heri Boki melakukan pertemuan dengan beberapa OKP di kabupaten Alor terkait penilaian OKP terhadap KNPI Alor. terkait pertemuan itu Ketua KNPI Alor, baru mendapatkan informasi pertemuan dimaksud dari ketua pemuda Katolik dan Ketua IMM kab.Alor. menurut ketua ketua pemuda katolik, yang ia sampaikan dalam rapat bersama Heri Boki, bahwa selama ini selalu ada komunikasi yang baik antara pemuda katolik dan KNPI Kabupaten Alor.

  1. Secara sepihak juga, Heri Boki melakukan pertemuan dengan Majelis Pemuda Indonesia(MPI) Kab. Alor dan Senior KNPI Alor. terkait pertemuan dengan jajaran pengurus MPI, ketua MPI Kab. ALor, Mesakh Malailak lewat telepone menyampaikan kepada ketua KNPI Alor bahwa, dia juga mendapatlan undangan lewat pesan pendek (sms) dari Heri Boki untuk mengadakan rapat bersama dimaksud, namun dirinya menolak untuk hadir karena pertemuan yang difasilitasi Heri Boki tersebut tidak jelas, atau tidak ada relevansinya karena selama ini KNPI Alor berjalan normal dan selalu terbangun komunikasi dengan semua unsur termasuik MPI.

  1. 16/07/2015, KNPI Alor mendapatkan surat DPD KNPI NTT Nomor: 118.A/KNPI NTT/VII/2015 tertanggal 11 Juli 2015 , perihal surat “teguran keras pertama dan terakhir” kepada KNPI Kabupaten Alor. dalam surat dimaksud KNPI NTT mendesak KNPI Alor untuk meminta maaf kepada KNPI NTT selambatnya 4 x 24 jam karena KNPI Alor dianggap mencemarkan nama baik KNPI NTT lewat postingan sekretaris KNPI Alor di media Facebook.

Terhadap surat ini, KNPI Alor tidak meminta maaf kepada KNPI NTT karena; pertama, secara pribadi maupun secara institusi KNPI Alor tidak pernah mealakukan pencemaran nama baik kepada KNPI NTT, maupn indifidu manapun. Kedua, tahapan teguran dalam mekanisme organisasi ada tiga tahapan teguran. Ketiga, surat dari KNPI NTT dimaksud baru sampai di di KNPI Alor setelah 1 x 24 jam setelah surat itu dikeluarkan.

  1. 31/08/2015, lewat media massa, KNPI Alor baru mengetahui jika ada SK pemecatan terhadap 3 orang pengurus KNPI Alor oleh KNPI NTT melalui SK 017/KPTS/KNPI NTT/2015 tentang pemecatan personalia pengurus DPD KNPI Alor. tiga nama yang dipecat diantaranya; Doni Moy,S.Pd (ketua KNPI Alor), Yohanis Lakamai,S.Pak (Wakil Ketua III), Dematrius Mautuka, S.Pt

Dari kronologis kasus yang kami uraikan ini, berikut kami simpulkan beberapa hal dari peristiwa penerbitan SK pemecatan terhadap personbalia inti KNPI Kab. Alor:

  1. Kami menduga kuat SK Pemecatan ini merupakan bagian dari upaya untuk melemahkan dan bahkan mengalihkan konsentrasasi perjuangan kami melawan para perampok uang rakyat.
  2. Ketua KNPI NTT tidak independen dalam melakuakn evaluasi terhadap DPD KNPI Alor, ketidak independensi ini tergambar dari berbagai daya upaya untuk melemahkan perjuangan DPD KNPI Alor
  3. Ketua KNPI NTT tidak profesional dalam menjalankan roda organisasi, hal ini tergambar dari dasar pemecatan yang tidak konsitusional. Bahkan SK Pemecatan diterbitkan tanpa dasar pertimbangan yang konkrit dan berdasar rujukan konstitusi dan peraturan organisasi.
  4. Ketua KNPI NTT tidak memiliki semangat perjuangan kepemudaan dalam rangka melawan berbagai skandal Korupsi.
  5. Kami duga kuat Ketaua KNPI NTT ditunggangi oleh unsur-unsur yang terancam posisinya atas berbagai skandal yng sdang kami advokasi.

Dari kesimpul diatas, adapun sikap tegas kami terhadap DPD KNPI NTT yang di komendani Oleh Hermanus Boki sebagai berikut:

  1. Menyatakan SK Pemecatan dari DPD KNPI NTT kepada kami adalah keputusan ilegal karena tidak konstitusional, karenanya kami tidak mengakui SK Pemecatan yang dikeluarkan DPD KNPI NTT.
  2. Karena inkonstitusional, kami masih akan tetap mengatasnamakan diri sebagai pengurus KNPI Alor yang sah dan tetap berada di garis depan perjungan melawan segala ketidak adilan di bumi Nusa Kenari hingga akhir masa jabatan.
  3. Kami menyatakan mosi tidak percaya terhadap DPD KNPI NTT, karenanya kami juga menghimbau kepada seluruh DPD KNPI Kabupaten/Kota di seluruh NTT untuk segera memberikan mosi tidak pecaya kepada pimpinan DPD KNPI NTT yang tidak menjaga independensi organisasi dan tidak peka terhadap perjuangan demokrasi di NTT.
  4. Kami akan memotori dilakukannya Musyawarah Daerah Luar Biasa (MUSDALUB) terhadap DPD KNPI NTT yang sudah berjalan tanpa basis aturan dan konstitusi organisasi.

Demikian press release ini kami buat sebagai upaya tegas kami melawan segala daya upaya yang dilakukan untuk melemahkan kami dalam perjuangan demokrasi di kabupaten Alor. (*tim)