Petugas Pengawal Tahanan Diduga Lakukan Diskriminasi Terhadap Tahanan

Teddy Tanone sedang berbincang dengan keluarganya di PN Kupang

Teddy Tanone sedang berbincang dengan keluarganya di PN Kupang

Zonalinenews, Kupang- Petugas pengawal tahanan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga diskriminatif dalam melakukan pelayanan terhadap para tahanan. Hal ini nampak pada saat sidang kasus penipuan dengan terdakwa, Isakh Teddy Tanone di Pengadilan Negeri Kupang, Senin 21-9-2015. Terdakwa kasus penipuan ini diperlakukan istimewa oleh para petugas pengawal tahanan. Pasalnya, saat diturunkan dari mobil tahanan hingga selesai sidang, Teddy tidak dimasukan ke dalam ruangan tahanan pengadilan negeri seperti halnya tahanan lainnya.

Seorang petugas pengawal tahanan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Teddy tidak dimasukan ke dalam ruangan tahanan bersama tahanan lainnya karena Teddy tidak bisa menghirup asap rokok. “Dia (Teddy) tidak mau di dalam karena didalam tahanan semuanya perokok,” katanya.

Sementara petugas lainnya, (R) saat ditanya terkait perlakuan istimewa tersebut mengatakan, tidak ada perlakuan istimewa terhadap para tahanan, namun petugas hanya memberikan kebebasan sementara kepada Teddy untuk bertemu keluarganya. “Kami tidak istimewakan dia. Kami hanya beri waktu untuk bertemu keluarga,” ucapnya.

Pantauan Zonalinenews, sejak diturunkan dari mobil tahanan, Teddy Tanone langsung membuka rompi tahanan dan tidak dimasukan ke dalam ruang tahanan seperti tahanan lainnya. Setelah membuka rompi tahanannya, Teddy langsung menemui keluarganya yang saat itu sedang menunggu kedatangannya. Hingga saat sidang usai, Teddy tidak juga dimasukan ke ruangan tahanan bahkan dibiarkan duduk di luar bersama keluarga, bahkan dibiarkan menelepon dengan santai. Hal ini berbeda dengan tahanan lainnya yang berbicara dengan keluarga hanya berdiri dibalik jeruji. Bahkan tidak dijinkan untuk keluar hingga usai sidang.  (*a2)