Ruben Minta Jaksa Periksa Pihak Iven Organizer Konser Slank

Terdakwa Ruben Egi Wegi saat memberikan keterangan di PN Kupang

Terdakwa Ruben Egi Wegi saat memberikan keterangan di PN Kupang

Zonalinenews, Kupang- Sidang kasus penggelapan yang melibatkan terdakwa, Ruben Egi Wege kembali digelar di Pengadilan Negeri Kupang, Senin 14 September 2015. Dalam keterangannya, Ruben selaku sponsor saat konser grup band Slank  di kupang meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar memeriksa pihak Iven Organizer (IO) konser.

Menurut Ruben, pihak IO dan badan usaha juga seharusnya turut bertanggungjawab karena uang hasil gadai mobil tersebut digunakan bersama-sama untuk mensukseskan acara konser tersebut. “Pihak sponsor dan pihak IO itu beda. Seharusnya mereka juga harus bertanggungjawab, saya salah karena saya sendiri yang tandatangan,” ungkap Ruben.

Ruben mengaku, dirinya telah menggadaikan tiga mobil yang saat itu berstatus sewa. Hingga saat ini dirinya belum mengembalikan uang kepada pihak-pihak yang telah membayar mobil tersebut. Sementara itu, saksi mahkota yang juga terdakwa, Yoris dalam keterangannya mengungkapkan, dirinya diperintahkan Ruben  dan  Leo untuk mencari orang yang hendak menggadaikan mobil tersebut. Saat itu dirinya dijanjikan akan mendapatkan potongan sebesar lima juta rupiah.

“Saya hanya menjalankan perintah dari Ruben dan Leo karena saya dijanjikan mendapat vii dari hasil penggadaian itu,” ungkapnya.

 Yoris mengungkapkan, mobil jenis Avanza warna hitam milik Andre Oematan tersebut digadaikan selama empat bulan dengan rincian pembayarannya selama dua kali. Penggadain pertama sebesar satu juta rupiah sedangkan kedua sebesar 11 juta rupiah. Uang hasil gadaian tersebut menurut pengakuannya diserahkan ke Ruben Egi.

“Seluruh uang itu saya serahkan ke Ruben,” akunya.  Pantauan Zonalinenews, terdakwa Ruben Egi Wegi dalam persidangan tersebut didampingi kuasa hukum pengganti, Niko Kelomi.

Menurut Niko, Kuasa hukum terdakwa Achmad Bumi saat ini masih mengikuti persidangan di Kabupaten Lembata.  Gelar sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi mahkota tersebut dipimpin hakim ketua, I Ketut Sudira dan hakim anggota Herbert Harefa serta Jemmy Tanjung Utama. Sidang akan kembali digelar pada Kamis, 17-09-2015 dengan agenda tuntutan JPU. (*a2)