SUARA PEMUDA PINGGIRAN KOTA, “SELEMBAR UANG” MEMBISUKAN KERUSAKAN INFRASTRUKTUR JALAN di ALOR

(Oleh Ismatullah I)

Kondisi Jalan berlubang di Kota Alor

Kondisi Jalan berlubang di Kota Kalabahi

Zonalinenews-Kalabahi, Kabupaten Alor memang identik dengan banyak persoalan salah satunya soal infrastruktur. Ya, masalah jalan rusak kerap menjadi keluhan warga seperti yang terjadi di ruas jalan raya Hasanudin Kelurahan Binongko hingga ke perbatasan kota khususnya kelurahan Kalabahi Barat serta sepanjang ruas jalan Kecamatan Alor Barat Laut (sebelum Desa Afemale hingga ke Kokar ; Ibu kota Kecamatan ABAL).

Kondisi Jalan berlubang di Kota Kalabahi

Kondisi Jalan berlubang di Kota Kalabahi

Jalan utama masyarakat yang menghubungkan 2 kecamatan (ibu Kota kecamatan Alor barat laut hingga ke Kecamatan Teluk Mutiara (kelurahan binongko) kondisinya sangat memprihatinkan, mirip ladang petani yang banyak diberikan galian lobang untuk menanam pohon pisang.

“Kami sangat heran, kenapa sudah begitu lama jalan seperti ini belum juga ada perbaikan oleh PEMDA, kalau pun jalan ini adalah tanggungan dana PEMPROV NTT kami sangat berharap untuk dianggarkan perbaikannya. Sebab sejak 2004 diperbaiki hingga kini (2015), tidak ada perbaikan sedikit pun oleh pemerintah. Sejauah yang kami tahu APBD NTT tembus 2,9 Triliun dari pidato akhir tahun 2014 Guburuner NTT yang mana APBD NTT naik 25%. “Belum adanya perbaikan, seolah-olah wilayah kabupaten Alor terkhusus sepanjang jalan Kelurahan Binongko hingga ke Pusat ibu Kota Kecamatan Alor Barat Laut bukan wilayah dari PEMDA Kab Alor atau bahkan PEMPROV NTT, kami sangat heran jalan mirip lubang penanaman Pohon Pisang ini mengapa belum juga diperbaiki, padahal jalan ini merupakan salah satu akses terpenting untuk pertumbuhan ekonomi daerah yakni, merupakan Jalur utama keluar masuk kendaraan pada Pelabuhan ASDP Alor, jalur Penyaluran beras untuk Kabupaten Alor karena Dolog berada di kawasan kelurahan ini serta merupakan jalur kendaraan pengangkut bahan bakar.

Bukan hanya itu, kerusakan jalan ini kerap kali mengakibakan terjadinya percumbuan antara kendaraan dan kendaraan serta pengendara dengan aspal sehingga menewaskan pengendara yang berusaha untuk menghindari lubang-lubang penanaman pohon pisang yang berada di sepanjang jalan tersebut. Hal ini menimbulkan kecurigaan kami terhadap PEMPROV NTT dan Anggota DPRD Prov NTT khusus dapil Kabupaten Alor-Lembata-Flotim yang mungkin dengan sengaja menutup mulut mereka dengan selembar uang parang terhadap masalah yang terjadi di Kabupaten ini dan Hal yang paling mengecewakan adalah seakan PEMDA Alor turut membiarkan kondisi ini berkepanjangan dengan mengalihkan perhatikan rakyat Alor dengan membuat segala iven pertandingan lokal di pusat Alun-alun ibu kota yang tentunya mengakibatkan kecelakan lalu lintas yang tinggi karena masyarakat Alor sangat haus akan hiburan sehingga tidak lagi mementingkan keselamatan demi sebuah hiburan yang disuguhkan PEMDA.

Kalupun ini adalah bagian dari politik pencitraan kami sangat mendukung program-program pencitraan ini, namun kami pun berharap demi pencitraan janganlah rakyat ditumbalkan nyawanya. Sebagai rakyat kecil yang selalu setia kepada NKRI, kami sangat berharap PEMDA Kab. Alor bisa sesegerah mungkin merespon masalah infrastruktur ini ke PEMPROV NTT dan DPRD NTT yang kini dengan sengaja lagi menutup mulut dengan selembar uang parang.(***)