25 Sertifikat Tanah Milik Balai PJN VIII Telah Diserahakan Ke Bina Marga

Penyerahan  25 sertifikat tanah

Penyerahan 25 sertifikat tanah

ZONALINENEWS – KUPANG, Sebanyak 25 sertifikat tanah jalan nasional khusus tahun 2014 milik satker balai  Pelaksanaan Jalan Nasional PJN VIII Wilayah II NTT telah diserahkan kepada Bina Marga Pusat pada 28 September 2015 lalu di Jakarta.

Hal ini diungkapkan Kasatker balai PJN Wilayah II NTT, Muhammad Hidayat kepada wartawan diruang kerjanya, Rabu 7 Oktober 2015, pukul 11.30 wita. Menurut Hidayat, penyerahan sertifikat tanah jalan nasional milik satker balai PJN VIII wilayah II NTT baru tahap pertama yang  diserahkan ke Bina Marga Pusat. “Ini baru penyerahan tahap pertama dan kedepan tentunya ada lagi penyerahan sertifikat untuk tahap – tahap berikut sehingga keseluruhan jalan nasional satker balai PJN VIII wilayah II NTT seluruhnya telah memiliki sertifikat,” katanya.

Dikatakan, balai PJN VIII menargetkan ditahun 2016 mandatang sebanyak 70 sertifikat akan diserahkan keseluruhannya. Pasalnya saat ini dari 11 balai PJN yang ada, yang baru menyerahkan sertifitat hanya balai PJN VIII. “Upaya pemerintah pusat melalui Badan Pertahan Nasional (BPN) untuk mensertifikasikan seluruh tanah milik pemerintah yang kini telah dijadikan lahan pembagunan jalan diseluruh indonesia merupakansalah satu upaya dalam melindungi aset  milik negara yang selama ini belum memiliki bukti kepemilikan yang jelas,” ungkap mantan KTU balai PJN VIII itu.

Ia menjelaskan, degan disertifikatnya seluruh aset negara ini agar bisa terhindar dari pengakuan kepemilikan oleh pihak – pihak tertentu. “Dengan ada sertifikat begini baru kita bisa mengakui lahan – lahan yang di jadikan jalan nasional ini milik kita. Jangan kita hanya mengakui kita memiliki jalan. Namun secara pembuktian kita tidak mempunyai bukti – bukti yang kuat. Dan ketika sertifikat sebagai pembuktian kepemilikan sudah seperti saat ini kita tidak perlu ragu – ragu lagi mengatakan jalan nasional yang kita bagun adalah lahan kita sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan , dari 25 sertifikat tersebut masing – masing setiap  sertifikat seluas 2,5 kilo meter atau 25 ribu meter persegi, yang mana pemabgian batas wilayahnya terdiri dari batas desa ke desa atau batas kali jalan tersebut. “Dengan adanya sertifikat ini dapat memperlancar  seluruh proses pelaksanaan kegiatan pembagunan dan pekerjaan jalan nasional diseluruh indonesia khususnya di wilayah NTTT,”ujar Hidayat. (*hayer)