8 Budaya NTT Dipatenkan Sebagai Budaya Nasional

Dialog Budaya Perlidungan dan pencatatan Budaya

Dialog Budaya Perlidungan dan pencatatan Budaya

Zonalinenews-Kupang, Indonesia Kaya akan budaya, sehingga patut dan perlu dilindungi sebagai upaya memelihara budaya agar tidak terkerus arus globalisasi, sehingga perlu dibuatkan suatu upaya untuk memperjelas asal usul kebuadayaan tersebut .

Dirjen kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Kacung Marijan   pada acara dialog Budaya dengan Tema Perlindungan dan Pencatatan Warisan Budaya Indonesia yang berlangsung di Hotel Aston Kupang Selasa 27 Oktober 2015 pukul 14.00 wita. menjelaskan, 339 budaya indonesia tahun 2015 diusulkan sebagai budaya Nasional dan baru dipatenkan sebagai budaya nasional Indonesia sebanyak 121 budaya.

” Permasalahan yang utama dalam dalam pencatat budaya Pematenan Budaya Nasional adalah ketersediaan SDM dalam mencatat kebudayaan tersebut serta belum sadarnya masyarakat akan pentingnya warisan budaya , “ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini belum membentuk tim ahli dalam pendataan jumlah budaya di daearah masing-masing , sehingga pemerintah daerah kalau bisa menujuk tim pencatatan budaya daerah dan Pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Kebudyaan siap memfasilitasi tim tersebut, dengan pelatihan dan cara mempatenkan budaya daerah masing-masing dengan mekanismenya sehingga kebudayaan kita bisa terjaga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT, Peter Manuk pada kesempatan tersebut menjelaskan ciri khas kelompok budaya , atau masing-masing suku mempunyai sistim nilai ekpresi serta punya identitis masing-masing , Bangsa Indonesia terbentuk dari perbedaan–perbadaan itu sehingga kita memiliki 376 suku Bangsa dan memiliki 719 bahasa lokal, tapi kita sepakat memiliki satu bahasa yaitu bahasa Indonesia.

Menurutnya , di NTT untuk tahun tahun 2015 sebanyak 8 budaya yang dipatenkan menjadi budaya nasional . Pada tahun 2013 dipantenkan sebanyak 3 budaya yaitu Sansando, Caci , rumah Bale di Sumba.

Tahun 2014 ditetapkan, Upacara Penti di Manggarai , Londok Lingko Manggrai serta tahun 2015 tanggal 20 Oktober 2015 lalu ditetepkan, Desa adat Wairebo Manggarai, Pasola Sumba , serta tinju Tradisional Petu Negeko.

Saat ini pihkanya juga sedang mengajukan beberapa budaya NTT untuk dipatenkan menjadi budaya Nasional dan ada 5 usulan diantaranya , Taraian Likuarai, Natoni , tutur adat, Pesta Kacang di Lembata sebagai ritual adat, umek Bubuh (rumah Bulat ) dan terakhir tarian Legolego dari kabupaten Alor .

Untuk itu tambah Peter Manuk , masayarakat NTT mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Kubadayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, serta berharap Dirjen Kebudayaan bisa memberikan bantuan dan dorongan kepada NTT agar banyak budaya NTT yang ditetapkan atau dipatenkan sehingga kelak dikemudian hari tidak ada pihak lain (negera tetengga) mengklaim budaya kita sebagai budaya kepunyaannya.

Pemerhati Budaya NTT, Prof Velisisunus Sangga pada kesempatan tersebut menjelaskan, hilang budaya dan peradaban menjadikannya sebagai biadab,sehingga dalam tempo yang singkat kita akan jadi biadab. “Genarasi Kita saat ini banyak yang biadab karena peradaban, untuk itu genarasi kita harus diajarkan bagaimana mencintai budaya sendiri sejak dini, biasakan genarsi-genari muda dengan kebudayaan jangan biasakan dengan kebudayaan orang lain.

“ Saya melihat peredaban genarasi kita pada era saat ini kebinggungan apa yang dijadikannya sebagai tolak hidup, ” jelasnya.

Pantauan zonalinenews Dialog Budaya ini diselenggarakan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Acara ini dihadiri para guru , Kepala sekolah di Kota Kupang  serta Para seniman NTT  yang ada di kota Kupang, serta  jurnalis Kota Kupang  (*tim)


TAG