ATASOGE : SOSIALISASI EMPAT PILAR UPAYA CEGAH DISINTEGRASI BANGSA

Syafrudin Atasoge

Syafrudin Atasoge

Zonalinenews-Sumba Timur, Nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan, merupakan warisan para pendiri bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus selalu ditanamkan serta menjadi ciri khas seluruh anak bangsa, terutama generasi muda. Sehingga bibit-bibit disintegrasi bangsa bisa di tangkal.Hal itu disampaikan Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Syafrudin Atasoge, S.Pd, pada kegiatan Sosialisasi Undang Undang Dasar 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, atau dikenal dengan Empat Pilar Kebangsaan yang digelar bersama Forum Komunikasi Masyarakat Pesisir (FKMP) Kabupaten Sumba Timur di Aula Gedung Serba Guna pada tanggal 26 September 2015.

Empat pilar ini merupakan norma kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang harus dapat dipahami secara utuh, menyeluruh dan berkelanjutan serta dipraktikan oleh seluruh komponen bangsa,Jelas Syafrudin Atasoge. Undang Undang Dasar 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, Sebut anggota MPR asal daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur itu, merupakan elemen perekat yang mempersatukan keanekaragaman atau peberbedaan sosial yang ada di di masyarakat. Ini sangat relevan dengan NTT karena masyarakatnya dikenal beragam dan plural.

NTT yang merupakan miniatur dari Indonesia karena keanekaragaman berbagai suku, budaya, agama dan adat istiadat yang majemuk mengharuskan kita untuk senantiasa menggelorakan semangat persatuan dan kesatuaan dalam setiap langkah dan kebijakan sehingga implemntasi dari nilai-nilai kebangsaan dapat kita rasakan dalam kehidupan bermasyarakat. Sederhananya, cukup kita saling menghormati dan menghargai sesama anak bangsa di tengah perbedaan yang ada, pinta Atasoge.

Anggota DPD RI Komite I ini lebih jauh menjelaskan bahwa berbagai peristiwa yang telah mengarah kepada disintegrasi bangsa sudah banyak terjadi di wilayah NKRI baik secara kualitas maupun kuantitas. Munculnya gerakan radikal berbasis agama dan suku yang terus mengancam persatuan kita dan mengarah kepada sendi-sendi kerukunan masyarakat makin marak terjadi. Oleh karena itu Senator Syafrudin mengajak warga masyarakat, tokoh agama, tokoh adat,tokoh pemuda untuk meningkatkan kesadaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara demi terwujudnya indonesia yang merdeka,bersatu,adil dan makmur.

Politisi muda asal pulau Adonara ini menambahkan empat pilar kebangsaan harus menjadi panduan kehidupan politik,menjalankan pemerintah, menegakan hukum, mengatur perekonomian dan berbagi dimensi kehidupan bernegara dan berbangsa lainya. Empat pilar kebangsaan dapat menjadi panduan yang efektif dan nyata apabila seluruh penyelenggara negara, baik dipusat maupun daerah, serta seluruh masyarakat konsisten mengamalkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya,ujar Syafrudin.(*tim)


TAG