BANDARA D.C.SAUDALE ROTE HARUS REPRESENTATIF

kepala Bandara D.C.Saudale Rote Ndao Ir.I.Ketut Gunarsa

kepala Bandara D.C.Saudale Rote Ndao Ir.I.Ketut Gunarsa

Zonalinenews-BAA, Dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung kemajuan kabupaten Rote Ndao akan layanan transportasi udara maka kedepan pelabuhan D C Saudale Rote Ndao perlu dan disiapkan menjadi bandara yang lebih representatif. Demikian ungkap kepala Bandara D.C.Saudale Rote Ndao Ir.I.Ketut Gunarsa di Kawasan Bandara D.C.Saudale Rote Ndao Jumat 23 Oktober 2015 pukul 14:30 Wita.

Kepada Zonaline News Ketut Gunarsa mengatakan Sarana dan prasarana transportasi di Bandara D.C.Saudale saat ini semakin membaik dan mengalami perubahan sebagai daya dukung dalam akses penerbangan dan pelayanan jasa transportasi udara, untuk itu kedepan dalam peningkatan pelayanan jasa Bandara perlu dan disiapkan menjadi andara yang lebih representatip.

Hal ini kata Ketut Gunarsa telah menjadi pesan dan amanat Menteri Perhubungan RI bahwa Rote Ndao itu sudah ada bandara dan telah mengalami perubahan dalam pelayanan jasa penerbangan sehingga kedepan harus dan akan menyiapkan sarana bandara yang lebih representatip dalam menjawab kebutuhan pengguna jasa dan masyarakat.

Untuk itu Kata Ketut Gunarsa, obsesinya kedepan penerbangan tidak hanya rute pelayanan transportasi untuk Rote-Kupang saja tetapi perlu ada penambahan destinasi selain ke Kupang tetapi juga untuk dan bisa ada penerbangan transit ke wilayah lainya seperti Sumba dan Flores.

Selain itu pengembangan fasilitas pendukung Bandara perlu ada kesiapan areal yang harus memadai dan memenuhi persyaratan pengembangan fasilitas bandara. Menang hingga kini pihaknya belum mengetahui kepastian seluruh areal Bandara D.C.Saudale karena semua pemilik tanah secara perorangan belum semuanya diketahui untuk upaya sertifikasi.

Menurut Ketut Gunarsa, saat ini luas areal untuk Bandara masih perlu diperluas namum semua pemilik lahan belum mengijinkan lahannya untuk kepentingan pembangunan dan pengembangan Bandara kedepan sehingga untuk upaya penambahan areal nantinya akan disertifikasi oleh Pemerintah Daerah secara keseluruhan. Baik yang sudah ada maupun areal yang akan di tambahkan.

Kata Ketut Gunarsa, Destinasi untuk kedepan mencapai harapan sebuah bandara yang baik dan layak itu kebutuhan luasan normal mencapai 2000 lebih meter panjang dan lebar 150 meter.

Sementara untuk kondisi sekarang sesuai masterplan bandara D,C Saudale mencapai luas total panjang 1.650 Meter untuk menjawab kebutuhan penerbangan pesawat setingkat ATR dan Hercules.

Selanjutnya menurut Ketut Gunarsa, Tujuan perluasan Bandara kedepan adalah untuk bisa di singgahi pesawat jet. Untuk kebutuhan pesawat jenis Jet panjang landasan mencapai 2.200 meter dan untuk bandara Rote Ndao saat ini masih membutuhkan areal tambahan hingga 1000 meter termasuk untuk fasilitas dan perluasan navigasi sarana penujang lainnya yang dibutuhkan pada Bandara karena Pesawat Jet sudah berkelas Extrumen

Dan Lanjutnya, Areal bandara D.C.Saudale dengan luasan ini sudah sesuai masterplan, tapi dari pihak kementerian meminta untuk bandara Rote Ndao akan ditingkatkan sekaligus akan dijadikan Bandara yang berbadan sendiri yakni Badan Layanan Umum (BLU) dan masih sedang dalam tahapan kajian untuk dilihat bagian mana yang akan di jadikan Badan Layanan Umum.

“kemarin pak menteri meminta untuk bandara Rote di jadikan Bandara Badan Layanan Umum (BLU), namun masih sedang dalam tahapan kajian bagian mana yang akan di BLU “ Ujar Ketut

Menjawab pertanyaan Zonaline News soal PNBP. Ketut Gunarsa mengatakan, Untuk target Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP), tahun 2015 dari kementrian direktorat jenderal Perhubungan Udara sebanyak Rp.400 juta namun ada pertimbangan yang dinilai tidak realistis sehingga yang disanggupi Bandara D.C Saudale hanya berkisar target dengan nilai Rp. 120 -150 juta

Menurut Ketut Gunarsa, Pertimbangan kenaikan target tersebut karena tahun 2014 yang lalu ditargetkan hanya Rp.40 juta lebih tetapi realisasi pencapaian target PNBP. Bandara D.C Saudale dinilai memberi poin lebih yakni dari point Rp. 40 Juta naik menjadi Rp 75 juta. sementara saat itu aktifitas pelayanan transportasi udara belum seperti sekarang setiap hari. Ungkap Ketut Gunarsa (*Arkhimes Molle)


TAG