BELU EXPO AND ATAMBUA ANNIVERSARY TO STIMULATE TOURISM DESTINATIONS

Tarian Foto Humas sekda Belu

Dance Foto Humas sekda Belu

Zonalinenews-Atambua. Government of Belu regency through the Department of Culture and Tourism, held Belu Expo, that was opened by Regent of Belu, Drs. Wilhelmus Foni, M.Si on Monday, 19th October. Belu Expo was an opening event for the celebration of “Atambua, for one century”.

The event that packed in Culinary, Timoresia Festival and Gerakan Cinta Rupiah, aimed to encourage the cultural and arts of Belu regency, and to create market opportunities. Head of Culture and Tourism of Belu Regency, Drs. Dominikus Mali, explained that this event also intended to enhance the role of arts and culture in tourism development through community empowerment based arts and culture, to be able to become a mainstay strategic sector in improving public economic acceptance.

 “Belu Expo will perform Likurai and Tebe traditional dances competition among art galleries, and also competition in serving local culinaries,” said Dominikus. He also conveyed about the schedule of Belu Expo, where the first day would be Liukurai and Tebe dances competition, and the performance of Belu cuisine. Second day would be Liukurai and Tebe dances competition, Culinary competition and exhibition. The third day would be Running 10 Km Competition from Atambua to Likurai and Liukurai and Tebe dances competition. While the fourth day would be Cultural Carnival Competition and Timoresia Festival, an entertainment by an Artist from Jakarta and Cultural Attraction in Atambua Square(*humas setda belu/translater Adi Sama)

Indonesian Version

Zonalinenews-Atambua, Pemerintah Kabupaten Belu melalu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belu menggelar Even Budaya Belu EXPO. Even Budaya yang dibuka oleh Penjabat Bupati Belu, Drs. Wilhelmus Foni, M.Si Senin, 12 Oktober 2015 merupakan ajang persiapan menuju perayaan satu abad Kota Atambua.

Kegiatan budaya yang dikemas dalam balutan Kuliner, Festival Timoresia dan Gerakan Cinta Rupiah ini bertujuan mendorong peningkatan kualitas seni budaya Kabupaten Belu serta kemasyarakatannya sebagai produk ekonomi kreatif, sehingga mampu mendorong penciptaan peluang pasar secara lebih luas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belu, Drs. Dominikus Mali menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran seni budaya dalam pembangunan keparawisataan Belu melalui pemberdayaan masyarakat berbasis seni budaya, sehingga dapat tampil menjadi sektor andalan yang strategis dalam hal penerimaan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan Belu Expo akan kita rangkai dengan lomba likurai dan tebe tradisional antar sanggar kabupaten Belu dan kuliner makanan lokal tradisional kebupaten Belu antar kecamatan dan kelurahan,” ungkap Domi Mali.

Disampaikanya, pelaksanaan kegiatan hari pertama meliputi Lomba Liukurai dan Tebe, Demo Masakan Kuliner Khas Belu. Hari Kedua lomba Likurai dan Tebe, Lomba Kuliner dan Pameran Kuliner. Hari ketiga, Lomba Lari Atambua 10 K Likurai Perbatasan dan Lomba Likurai dan Tebe. Sementara hari ke empat adalah Lomba Karnaval Budaya dan Festival Timoresia yang akan menampilkan Panggung Hiburan Artis Ibu Kota dan Atraksi Budaya di Lapangan Umum Kota Atambua. (*humassetdabelu)