Boki Kecam Dispora NTT Tidak becus Urus Pemuda, Lusi Jawab “Memanusiakan” Pemuda

Heri Boki dan Linus Lusi

Heri Boki dan Linus Lusi

Zonalinenews-Kupang, Kehadiran para peserta pelatihan kepemimpinan pemuda perbatasan yang dihadiri oleh para pemuda dari berbagai unsur organisasi kepemudaan, serta hasrat yang kuat dari Organisasi kepemudaan untuk mengikuti kegiatan ini, diapresiasikan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) NTT. Isu perbatasan merupakan isu kemanusian dan kebangsaan yang perlu diketahui pemuda untuk memuliakan manusia dan memperkokohkan rasa kesatauan bangsa dan rasa nasionalisme serta rasa pertahanan bangsa sehingga pada akhirnya, pemuda perbatasan bisa menjadi pemimpin perbatasan, menjadi pemuda pelopor perbatasan dan pelaku ekonomi perbatasan, dalam kaitan itu unsur kepemudaan perlu berkolaborasi dalam tataran keorganisasian tentu masing-masing organisasi mempunyai jargonnya.

Demikian Diungkapkan Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) NTT, Linus Lusi Kamis 15 Oktober 2015 Pukul 11.30 usia acara pembukaan pelatihan Kepemimpinan Pemuda Perbatasan yang berlangsung di Aula Hotel Romita Kota kupang, sekaligus menjawab peryataan Ketua KNPI NTT Hermanus TH Boki yang mengecam Dispora NTT tidak Becus Urus Pemuda (berita terkait baca link beritanya http://www.zonalinenews.com/2015/10/heri-boki-kecam-dispora-ntt-tidak-profesional-urus-pemuda/

Menurut Lusi, secara hirarki berkaitan dengan undangan pelatihan Pemimpin Pemuda perbatasan Dispora NTT bersurat resmi kepada Bupati di tiga wilayah NTT untuk diteruskan kepada dinas teknis merekrut para peserta palatihan ini secara otonom. “ Siapa –siapa yang berhak mengikuti pelatihan ini merupakan hak otonom dinas teknis di kabupaten masing-masing. Secara keorganisasian jelas masing-masing oragnisasi bertanggung jawab kepada siapa dan jargonya jelas dan punya hak untuk mengikuti pelatihan ini. Persoalaan bagaimana supaya bisa diakomodir untuk mengikuti kegiatan ini adalah persoalan bagaimana membangun komunikasi dengan dinas teknis, Dispor NTT hanya mengusulkan sedangkan perekrutan peserta yang mengikuti pelatahin secara otonom adalah hak dari dinas teknis ,”tegasnya.

Lusi menambahkan, bila terjadi kendala di lapangan secara teknis dan tanggung jawab moril pihaknya hanya melakukan koordinasi dan perektrutan peserta tidak bisa ditambah karena kouta untuk pelatihan ini terbatas. “ Yang mengetahui kondisi rill keorganisasian pemuda di daerah adalah dinas teknis sehingga perekrutan merupakan kewenangan dinas teknis disesuaikan dengan jumlah kouta peserta pelatihan,”tambah Lusi.

Sementara itu ketika di tanya jumlah peserta yang hadir saat mengikuti pelatihan Linus Lusi menjelaskan untuk peserta yang hadir saat ini sebanyak 87 peserta dari kouta 100 peserta. 13 peserta dari kabupaten Sabu Raiju dalam perjalanan menggunakan kapal fery menuju Kupang untuk mengikuti pelatiahn ini . (*tim)


TAG