Calon TKI Yang Akan Berangkat, Secara Pribadi Harus Siap

Libi sinlaeloe dan Dirjen Kependudukan Kementerian Tenaga Kerja RI Berry Komarudzaman dalam acara sosilisasi program TKI

Libi sinlaeloe dan Dirjen Kependudukan Kementerian Tenaga Kerja RI Berry Komarudzaman dalam acara sosilisasi program TKI

ZONALINENEWS – OELAMASI, Seorang calon TKI yang akan berangkat menjadi TKI haruslah secara pribadi yang benar-benar siap. Siap yang perlu dimiliki oleh seorang calon TKI ada tiga yaitu, siap mental/fisik, sehat jasmani dan rohani karena  seorang TKI akan masuk kenegara baru yang lingkungan, iklim baru dan suasana yang berbeda dari Indonesia. Seorang TKI yang berkerja dinegara lain juga akan menghadapi majikan baru dengan berbagai karakter, ada yang baik, ada yang tegas dan keras. Demikian dijelaskan Dirjen Kependudukan Kementerian Tenaga Kerja RI Berry Komarudzaman saat membawa materi pada kegiatan program penetapan dan perlindungan TKI di luar negeri yang ditujukan bagi masyarakat Kabupaten Kupang khususnya para kaula muda, para pelajar yang berpotensi menjadi TKI diluar negeri yang diselengarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kupang, Jumat 09 Oktober 2015  di aula Gereja Elim Naibonat Kabupaten Kupang.

Menurutnya, siap lain yang diperlukan ialah siap Skill atau keterampilan diantaranya terampil berbahasa inggris, cekatan, mau belajar, terampil berkerja baik dengan cara manual maupun dengan peralatan elektronik. Beberapa TKI yang mendapat siksaan dikarenakan mereka tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, contoh menstrika baju yang mahal malah hangus sehingga dimarah tuannya bahkan memukul sang TKI tersebut. “Untuk itu siap Skill/keterampilan mutlak diperlukan oleh seorang calon TKI,” Ungkapnya.

Dikatakan, menjadi TKI/TKW bagi sebagian masyarakat merupakan pilihan hidup yang harus ditempuh demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Tekad menggapai hidup yang lebih baik ini sering membuat calon TKI rela untuk melakukan apa saja demi berangkat ke luar negeri meski belum memenuhi syarat menjadi TKI. “Tidak jarang kesempatan ini akhirnya dimanfaatkan oleh PJTKI dan para agen-agen nakal untuk mencari keuntungan dengan mengirimkan calon TKI keluar negeri meski belum memenuhi persyaratan yang pantas untuk diberangkatkan. Akibatnya, banyak TKI/TKW asal Indonesia yang akhirnya merugi karena tidak mendapatkan upah yang pantas bahkan ada yang terpaksa pulang dengan tangan kosong dan membawa sakit serta cacat tubuh yang diakibatkan perlakukan tidak manusiawi majikan di negara tempatnya berkerja,” katanya.

Perisapan lain yang ditegaskan Berry ialah siap dokumen, artinya seorang TKI yang berangkat wajib memenuhi berbagai persyaratan diantaranya umur diatas 18 tahun, mendapat rekomendasi pemerintah dan orang tua, memiliki Pasport, perjanjian kerja yang benar, kartu kepesertaan asuransi serta rekomendasi bebas fiskal. Untuk itu seorang calon TKI sangat dituntut untuk memiliki data diri yang benar dan tepat, sehingga haknya sebagai seorang TKI diluar negeri tetap bisa didapat, seperti asuransi, hak gaji yang utuh, serta hak perlindungan. “Pemalsuan dokumen, akhirnya akan merugikan TKI itu sendiri,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Direktur Rumah Perempuan Ny. Libby Sinlaloe menyatakan bahwa ketidaksiapan calon TKI yang akan berangkat akhirnya berdampak buruk terhadap TKI itu sendiri. Diungkapkan Libby, banyak kasus pemberangkatan TKI yang tidak sesuai prosedur yang benar, pemalsuan dokumen, hingga pengiriman TKI ilegal oleh oknum PJTKI Nakal akhirnya membuat para TKI yang berkerja di Luar negeri justru terancam. Berbagai kasus yang dialami TKI yang berangkat secara ilegal atau memalsukan data diantaranya Gaji yang didapat dipotong drastis bahkan terkadang tidak mendapat gaji, tidak mendapat asuransi, mendapat perlakuan kasar bahkan disiksa tanpa bisa membela diri atau melarikan diri mencari pertolongan karena tidak memiliki dokumen. Untuk dirinya sangat menghimbau jika ada masyarakat yang ingin menjadi TKI, harus benar-benar memiliki kesiapan diri.

Sementara itu Kadis Nakertrans Kabupaten Kupang Chris Koroh dalam laporannya menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting  dilaksanakan demi  memberikan kepada masyarakat penjelasan lugas menjadi calon TKI yang benar. Dikatakan Koroh selama ini banyak masyarakat Kabupaten Kupang yang menjadi korban TKI ilegal bahkan menjadi korban perdagangan manusia karena kurangnya informasi bagaimana menjadi TKI yang benar. Dirinya sangat berharap lewat kegiatan ini, masyarakat benar-benar paham prosedur menjadi TKI yang legal dan mengetahui akibat buruk yang ditimbulkan akibat berangkat dengan cara-cara yang ilegal. (*hayer)