CV. Budi Karya Cipta Serahkan Rehab Rumah air Tanah di Manusak Ke P2AT NTT

Salah satu Rehab Rumah tanah di Manusak tepatnya depan kantor Desa Manusak

Salah satu Rehab Rumah tanah di Manusak tepatnya depan kantor Desa Manusak

Zonalinenews-Kupang, Dalam melayani akan kebutuhan masyarakat akan pentingnya air minum, P2AT tahun 2015 melakukan berbagai perbaikan rumah Rehabilitasi Air Tanah di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Penyerahan tersebut dilakukan sementara kepada P2AT, sementara untuk penyerahan formal akan dilakukan Kontrak secara langsung kepada Menteri Pekerjaan Umum. Untuk desa Manusak, ada 3 buah rumah sumur bor yang dilakukan penyerahan.

Penyerahan sementara yang dilakukan oleh kontraktor kepada P2AT, Kamis 22 oktober 2015 di desa manusak, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Kepala Desa Manusak Arthur Ximenes yang dikonfirmasi, Rabu 22 oktober 2015 mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya penyerahan yang dilakukan oleh kontraktor kepada Masyarakat Desa Manusak untuk memanfaatkan pembangunan rumah air tanah tersebut. Mungkin, setelah penyerahan diberikan kepada pemerintah provinsi NTT, dalam hal ini P2AT baru diserahkan kepada masyarakat untuk digunakan.

“Saya tidak tahu adik, ada penyerahan rumah air tanah yang dilakukan oleh kontraktor kepada pemerintah. Mungkin masih diserahkan kepada pemerintah provinsi setelah itu baru diserahkan kepada pemerintah desa,” ungkap Ximenes.

Sementara itu, PPK P2AT Wilayah Timor dan Kepulauan (Daratan Timor, Alor, Rote dan Sabu) Dominggus Dama Ketika dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan bahwa saat ini masih dilakukan penyerahan sementara kepada P2AT. Selanjutnya, penyerahan resmi akan diserahkan kontraktor kepada menteri Pekerjaan Umum. Penyerahan rumah tanah, bukan saja penyerahan terhadap hasil rehab tapi juga bangunan baru yang dibangun di wilayah Timor dan Kepulauan di Nusa Tenggara Timur. Sementara untuk daratan Flores dan Sumba bukan kewenangannya tapi itu merupakan PPK daratan Flores, Jibrael Klaping.

Dama juga menyesal dengan sikap salah satu staf di Lapangan, Manusak yang seolah-olah tidak peduli dengan pertanyaan wartawan tentang panitia PHO. Dikatakan bahwa, walaupun ada pertanyaan dari wartawan terkait dengan penyerahan sementara rehabilitasi rumah tanah tersebut ketika ditanya oleh wartwan diarahkan untuk bertemu dirinya. Sehingga, tidak membuat suasana dilapangan menjadi tidak benar.

“Adik (Wartawan) minta maaf karena memang staf yang ada dilapangan tidak diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan wartawan. Tapi sebaliknya, wartawan diarahkan ke kantor untuk bertemu saya sehingga jawaban yang diberikan satu arah,” kata Dama.

Dikatakan bahwa, ketika ada pertanyaan dari wartawan dilapangan staf seharusnya mengarahkan ke pemimpinan bukan memberikan nada yang tidak enak didengar sehingga menjadi masalah besar. (*Plt)


TAG